Mengenal Serum (Part 1): Apa itu Project Serum?

0
97
Mengenal Project Serum

Serum diklaim sebagai bentuk “murni” dari Decentralized Finance (DeFi) yang dibangun diatas Blockchain Solana dan akan berjalan diatas batas pusat orderbook. Hal ini membuat proyek Serum sangat terukur, murah dan cepat. 

Meskipun Serum dibangun diatas Solana, Serum dirancang untuk dapat dioperasikan sepenuhnya dengan Ethereum dan Bitcoin. Hal ini merupakan keunggulan Serum melihat banyaknya para trader yang ingin memperdagangkan aset kripto lain selain token ERC-20 yang saat ini ditawarkan oleh sebagian besar platform DeFi. Serum sepenuhnya terdesentralisasi hingga ke protokol benihnya. Ini berjalan pada pertukaran non-custodial dengan dukungan perdagangan lintas rantai atau cross-chain

Terdapat 7 (tujuh) fitur utama Serum:

Serum Token (SRM)

Token tata kelola ekosistem Serum, akan diintegrasikan sepenuhnya ke dalam Serum dan mendapat manfaat dari biaya pembelian atau penjualan. 

Cross-chain Swaps

Sebuah protokol yang memungkinkan pengguna untuk bertukar aset tanpa hambatan antar-rantai. 

Orderbook

Buku pesanan yang terdesentralisasi, memberikan kendali penuh pada para trader atas pesanan yang mereka lakukan. 

Integrasi Penuh Ethereum dan Solana

Integrasi ini membuat Serum lebih cepat dan lebih efisien. Serum juga dapat dioperasikan dengan ekosistem Ethereum dan token ERC20

Cross-chain Contract yang Diselesaikan Secara Fisik

Kontrak ini memungkinkan posisi margin yang mudah di DeFi pada aset sintetis. 

SerumBTC

Model untuk membuat ERC20 atau tokenisasi Solana dari BTC

SerumUSD

Model untuk membuat stablecoin terdesentralisasi

Baca Juga: Inisiatif Decentralized Finance, Tokocrypto Rilis Token Serum (SRM)

Baru-baru ini, Serum meluncurkan decentralized exchange (DEX) diatas Solana, yang menawarkan lebih dari 50 ribu transaksi per detik dan decentralized automated full limit orderbook.