DeFi Semakin Tokcer, Koin Digital Ini Diprediksi Subur

0
102
defi

Di tengah-tengah pandemi Covid-19 tidak semua sektor bisnis terimbas, melainkan ada pula yang semakin menunjukkan peningkatan dari sisi penghasilan. Salah satunya yakni proyek DeFi. Proyek ini mulai dikembangkan sejak 2019 lalu.

Baca Juga: Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral

Namun mulai mendunia selama pandemi ini berkat meroketnya salah satu aset DeFi, YFI, yang mampu mengalahkan keperkasaan koin digital Bitcoin baru-baru ini dengan menyentuh harga Rp 567 juta/YFI. Hal yang paling fenomenal lainnya adalah koin ini baru listing kurang dari 3 bulan lamannya dan sudah mampu meroket hingga Rp 567 juta/YFI. Kenaikan aset-aset digital YFI juga disebabkan perkembangan proyek DeFi di luar sana untuk meningkatkan inklusi keuangan lewat sistem keuangan tertutup. Di mana, sektor yang paling aktif digarap oleh proyek DeFi yakni pinjaman cryptocurrency.

Namun dari banyaknya proyek DeFi yang digarap saat ini, ada salah satu cryptocurrency yang mendapatkan durian runtuh dari semakin banyaknya proyek DeFi di luar sana. Kira-kira teman-teman Coinvestor ada yang tahu nggak koin apa itu? Koin digital tersebut adalah cryptocurrency yang diciptakan oleh Vitalik Buterin, yaitu Ethereum (ETH).

Menurut kamu, bagaimana sepak terjang Ethereum (ETH) sepanjang tahun ini? Tokcer, bukan? Berdasarkan pantauan Coinvestasi, harga Ethereum sepanjang 2020 sudah mengalami lonjakan hampir 200%. Salah satu penyebab utama dari kenaikan harga Ethereum (ETH) adalah proyek DeFi di luar sana banyak menggunakan platform blockchain dengan layanan smart contract-nya. Belum lagi, Ethereum (ETH) bisa dijadikan jaminan aset crypto untuk mendapatkan stablecoin. Tren bullish Ethereum dimanfaatkan oleh banyak investor untuk menjaminkan ETH di platform DeFi lendinguntuk mendapatkan stablecoin.

Dengan harapan jaminan Ethereum (ETH) tersebut bisa mengalami peningkatan harga dan investor tidak perlu bingung untuk membayar bunga pinjaman tersebut. Sehingga, bunga pinjaman bisa ditutupi oleh kenaikan harga Ethereum di waktu-waktu mendatang.

Menurut Josh Olsewicz, Analis, Brave New Coin, pada awal Juni 2020, memprediksi bahwa harga ETH bisa mencapai $750 atau Rp 10,4 juta/ETH. Tentunya prediksi ini bisa melihat dari fundamental dari platform Ethereum itu sendiri yang sudah digunakan selama bertahun-tahun, belum lagi adanya peningkatan dari proyek DeFi yang saat ini memang menjadi sektor blockchain teraktif di dunia.

Baca Juga: Efek UNISWAP, Return Token Dalam Protokol Melambung Tinggi

artikel ini dapat dibaca kembali disini.