Connect with us

Market News

Tertarik Koleksi NFT? Inilah Tips Mengoleksi NFT

Published

on

Tertarik Koleksi NFT? Inilah Tips Mengoleksi NFT

Hadirnya Non Fungible Token (NFT) saat ini memungkinkan bagi kita untuk mempunyai kepemilikan digital atas sebuah karya seni. Dengan memiliki karya seni yang sudah di NFT-kan artinya Anda akan memiliki sebuah kode unik yang berfungsi untuk melacak penerbit token, creators, pemilik awal, dan pemilik akhir untuk sebuah karya. NFT tak hanya hype di kalangan kreator saja, tapi di kalangan kolektor karya seni juga. Tak sedikit para kolektor yang kini mulai terjun untuk koleksi NFT. 

Seiring keuntungan-keuntungan yang dihadirkan ketika mengoleksi NFT, timbul beberapa persoalan yang membuntutinya. Seperti kasus duplikasi karya seni yang dilakukan oleh Twisted Vacancy, seorang penggiat NFT atas karya milik Ardneks yang ramai diperbincangkan sejak beberapa bulan yang lalu. 

Jelas hal ini tak hanya merugikan pihak kreator asli saja, kolektor yang telah membeli karya tersebut tentu juga merasakan dampaknya. Alih-alih puas setelah membeli karya tersebut, yang ada rasa jengkel-lah yang didapatkan. Belum lagi karya yang sudah diketahui oleh umum yang dibuat berdasarkan jiplakan karya orang lain tentunya tidak akan menjadi bernilai lagi. Tentunya ini merugikan kolektor yang juga menyisipkan value berinvestasi selain mengoleksinya.  

Berkaca dari kasus duplikasi tersebut, rasanya tak ada jaminan untuk di kemudian hari kejadian ini tak akan terjadi kembali. Untuk itu, bagi Anda yang tertarik untuk mengoleksi NFT, berikut kami hadirkan beberapa tipsnya!

Tips Mengoleksi NFT

Inilah beberapa tips bagi Anda yang ingin mengoleksi NFT: 

1. Riset Karya Seniman

Berkaca dari kasus plagiarisme yang telah disebutkan di atas sebenarnya bisa dihindari oleh kolektor jika sebelumnya ia telah melakukan riset terlebih dahulu.  Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengeceknya langsung ke profil social media milik artist, apakah ia pernah update atau memberikan informasi kalau menjual karya NFT.

Cara lainnya yang bisa dilakukan adalah ketika Anda menemui NFT milik Seniman B dan berniat membelinya, Anda bisa mengecek terlebih dahulu karya-karya lain miliki Seniman B tersebut. Apakah karya-karya Seniman B tersebut memiliki “ciri khas” yang sama atau tidak. Biasanya para seniman yang sudah berkecimpung bertahun-tahun, ia memiliki value atau bisa dikatakan ciri khasnya tersendiri, seperti contoh dari karya-karya Ardneks yang mempunyai ciri khas pada palet warna kuning, biru, merah hasil dari eksplorasinya sendiri. 

Jika Anda menemukan karya NFT yang ternyata “mencurigakan”, tentunya Anda bisa mengurungkan niat beli NFT tersebut. 

2. Lakukan Google Image Search Apakah Original atau Plagiat

Dengan Google Image, Anda bisa melakukan pencarian berdasarkan gambar untuk mengetahui apakah ada gambar serupa yang telah dipublikasikan di internet. 

Caranya mudah, Anda tinggal mengunjungi laman Google kemudian klik ikon Kamera yang ada di sebelah kanan kolom pencarian. Setelah itu, Anda tinggal masukkan link gambar atau juga bisa dengan mengunggah gambar yang ingin Anda cari. 

3. Tanya-tanya Pendapat ke Komunitas NFT Apakah Artist Kredibel atau Plagiat

Berdasarkan hasil wawancara yang telah kami lakukan dengan Radiofeeder, seorang kolektor dan juga kreator NFT di Indonesia, bagi Anda yang ingin berkecimpung di dunia NFT” sebaiknya dapat bergabung ke dalam komunitas-komunitas yang ada di Indonesia. Tak hanya kreator, komunitas NFT yang ada pun terbuka juga bagi kolektor yang ingin bergabung.

Di dalamnya, tak hanya sharing seputar topik terkait kreator saja, Anda bisa juga menanyakan apakah NFT artist tersebut kredibel atau tidak. Karena memang dengan mengikuti komunitas, Anda bisa mengetahui jaringan antar para NFT artist

4. Lihat Potongan Biaya yang Ditentukan Artist

Potongan biaya yang dimaksud di sini adalah potongan royalti. Setiap karya seni NFT yang ada akan ditekankan besaran royalti yang nantinya akan diberikan kepada kreator ketika karya NFT tersebut dijual kembali oleh kolektor. Nah, besaran royalti ini bisa ditentukan oleh artist ketika ia mentokeninasi hasil karyanya di blockchain. Adapun besaran royalti nya adalah mulai dari 10% hingga 25%.

Lantas, mengapa seorang kolektor harus melihat potongan royalti ini sebelum membelinya? Hal ini sebenarnya bermanfaat ketika Anda ingin menjual kembali koleksi NFT milik Anda. Dengan memilih potongan biaya royalti yang kecil, di kemudian hari ketika menjualnya, Anda tak perlu memasang harga yang terlalu tinggi untuk menutupi potongan royalti tersebut. 

Itulah beberapa tips yang bisa kami berikan untuk Anda yang tertarik koleksi NFT. Apakah Anda tertarik mengoleksi karya NFT dari seniman Indonesia yang keren-keren? Kini, Anda bisa menemukannya di TokoMall, lho! Yuk, daftarkan diri Anda sebagai collector sekarang juga di www.mall.tokoscape.com

Altcoin News

Tokocrypto Market Signal 25 Mei 2022: Dinamika Pasar Kripto Masih Statis

Published

on

Tokocrypto market signal

Pergerakan market aset kripto tampaknya masih statis selama beberapa waktu mendatang. Secara umum, dinamika pasar kripto belum menunjukan penguatan harga, lantaran belum ada sentimen kuat yang mampu mendongkrak nilai transaksi.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan sebagian besar investor masih belum terlalu optimistis terhadap pasar kripto, mengingat ancaman ketidakpastian makroekonomi yang masih membayangi. Alhasil pergerakan sejumlah aset kripto terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap belum mampu menyentuh level resistance-nya.

“Pelaku pasar sebenarnya belum all out di pasar kripto karena sentimen pasar belum membaik. Mereka tampaknya ragu meramaikan market, setelah melihat nilai indeks Nasdaq yang juga terjun,” kata Afid.

Afid kembali mengingatkan bahwa ada tiga situasi makroekonomi yang saat ini membuat market kripto tertekan dan belum menunjukan bull run-nya. Tiga hal tersebut adalah inflasi tinggi di sejumlah negara, potensi resesi ekonomi dan kebijakan moneter hawkish The Fed

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

“Menyikapi hal tersebut, investor akan bergerak menuju aset yang lebih aman. Namun, ada sedikit kecenderungan investor akan mengambil sikap akumulasi buy the dip yang mungkin bisa menopang laju kripto di jangka pendek,” terangnya.

Trading Altcoin Lebih Cuan Dibanding Bitcoin

Di samping itu, Afid melihat saat ini cukup bagus untuk melakukan trading di altcoin daripada Bitcoin dan aset kripto besar lainnya. Altcoin lagi potensial buat minggu, terlebih sudah ada yang mencapai kenaikan harga yang signifikan.

Bitcoin (BTC) terus diperdagangkan dengan ketat dan masih berjuang untuk membuat terobosan yang menentukan di atas atau di bawah $ 30.000. Level support BTC kini berada dikisaran $ 27.500, yang telah menstabilkan aksi harga selama seminggu terakhir.

Pelaku pasar kini cenderung perlahan mengakumulasi altcoin, utamanya ADA dan DOT untuk memitigasi risiko BTC. Kemudian, Kava (KAVA) yang tumbuh 14,99% dalam 24 jam terakhir pada Rabu (25/5) menjelang perilisan upgrade Kava 10.

Selain KAVA, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Membuka daftar aset kripto berpotensi bullish di pekan terakhir Mei 2022 ini adalah KAVA. Kripto ini sudah lama nyaman dalam daftar bullish, namun apakah akan terus berlanjut?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, yakin potensi kenaikan harga KAVA masih terus berlanjut. Alasannya, KAVA masih tetap akan meluncurkan mainnet Kava 10 yang digelar 25 Mei ini.

“Sentimen positif KAVA terus menguat. Kemungkinan besar level support KAVA akan meningkat dari $ 2,3 menjadi $ 2,8. KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 4 atau naik 76% dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Menurut Afid, mainnet Kava 10 sudah lama ditunggu investor, karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos. Tentu akan menciptakan lonjakan aktivitas di jaringan Kava.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #83, dengan kapitalisasi pasar $ 552.078.034. Pasokan yang beredar 197.039.622 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. THORChain (RUNE)

Analisis teknikal THORChain (RUNE).

Selanjutnya adalah THORChain yang berpotensi bullish. Token RUNE masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari perilisan mainnet yang kemungkinan terjadi pada 31 Mei mendatang.

Berdasarkan analisis teknikalnya, Afid melihat RUNE memang sempar terjadi koreksi harga, tapi, saat ini perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar RUNE dapat terus bergerak menuju harga $ 4 atau naik sekitar 50% dari harga bawah $ 2,9 dalam beberapa hari ke depan. 

“RUNE masih mendapatkan sentimen positif dari rumor perilisan mainnet pada akhir Mei nanti. Kabar itu sudah menguat sehingga mendorong harga RUNE, di mana investor sudah mulai hold dan trading,” kata Afid.

THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.

Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #56, dengan kapitalisasi pasar $ 1.018.379.350. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

3. IoTeX (IOTX)

Analisis teknikal IoTeX (IOTX).

IoTeX (IOTX) sudah dikenal luas di dunia kripto dengan status sebagai aset yang sangat menjanjikan. IoTeX (IOTX) adalah sebuah platform yang menggabungkan teknologi blockchain yang aman dengan Internet of Things (IoT). 

Afid menjelaskan IOTX bisa menjadi kripto yang berpotensi bullish pekan ini. Sentimen positif IOTX datang dari perilisan mainnet pada 30 Mei mendatang. Mainnet ini bisa meningkat kecepatan dan transaksi, staking yang didukung melalui protokol web3 hingga peningkatan ketahanan koneksi p2p.

“Dari analisis teknikalnya, harga IOTX perlahan sudah naik dalam beberapa hari terakhir. Harga IOTX bisa mencapai $ 0,046 atau sekitar 16% dari level support-nya yang berada di $ 0,039,” kata Afid.

Peringkat IOTX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar $ 381.234.875. Pasokan yang beredar 9.540.779.324 koin IOTX dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin IOTX.

Baca juga: Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

4. Loopring (LRC)

Analisis teknikal Loopring (LRC).

LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.

Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Alasannya kabar GameStop, perusahaan game ritel terbesar di dunia meluncurkan versi beta dompet kripto dan NFT yang menggunakan jaringan Loopring Layer 2. 

“Masuknya GameStop ke industri kripto dengan dukungan Loopring membuat harga LRC berpotensi naik. Analisis teknikal melihat LRC akan mengalami kenaikan harga hingga 28% menuju $ 0,64 dari level support $ 0,54,” tutur Afid.

Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #68, dengan kapitalisasi pasar $ 752.428.116. Jumlah koin yang beredar 1.330.082.009 koin LRC dan maks. pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

5. Fantom (FTM)

Analisis teknikal Fantom (FTM).

Fantom adalah platform smart contract berbasis directed acyclic graph (DAG) dengan kinerja yang tinggi, aman serta skalabilitas tinggi. Sayangnya, dalam dua pekan terakhir ini nilai FTM terus merosot.

Afid melihat nilai FTM yang reli bergerak naik diakibatkan oleh spekulasi tokoh penting dalam Fantom dan Yearn Finance, Andre Cronje yang merupakan arsitek di Fantom Foundation akan kembali aktif proyek DeFi tersebut.

“FTM belum bisa lepas dari dampak keluarnya Andre Cronje dan Anton Nell. Namun, ada spekulasi mereka akan kemballi meningkatkan harga FTM,” jelas Afid. 

Analisis teknikal FTM melihat ada pergerakan naik meski perlahan dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar nilai FTM bisa mencapai $ 0,51 atau sekitar 31% dari level support $ 0,41.

Peringkat FTM di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #52, dengan kapitalisasi pasar $ 1.079.759.008. Pasokan yang beredar 2.545.006.273 koin FTM dan maksimal pasokan 3.175.000.000 koin FTM.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Beta Finance (BETA)

Analisis teknikal Beta Finance (BETA).

Beta Finance (BETA) adalah platform pinjaman aset kripto dan DeFi. Beta Finance memiliki alat perdagangan untuk memfasilitasi pengalaman pengguna DeFi.

Beta Finance memang sudah dikenal luas di dunia aset kripto dengan status sebagai crypto yang sangat menjanjikan. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BETA kemungkinan besar masih akan terus mengalami penurunan harga.

“Dari analisis teknikal, terlihat saat ini BETA sudah sampai titik jenuh atau overbought. Penurunan harga akan terjadi ke $ 0,12 atau sekitar 23% dan bisa anjlok ke level support-nya $ 0,07 selama beberapa hari ke depan,” ucap Afid.

Peringkat BETA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #366, dengan kapitalisasi pasar $ 62.957.220. Jumlah koin yang beredar 401.666.667 koin BETA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin BETA.

Baca juga: Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

2. Anchor Protocol (ANC)

Analisis teknikal Anchor Protocol (ANC).

Anchor Protocol (ANC) kembali terjebak dalam fase bearish pada pekan ini. Kabar penolakan proposal pemotongan hasil oleh pemegang token ANC masih terus menekan harganya. 

“ANC kemungkinan besar akan masuk bearish. Dari segi analisis teknikalnya ANC tidak ada harapan lagi untuk bullish. ANC bisa terus turun bahkan bisa mencapai harga di bawah $ 0,3,” kata Afid.

Anchor Protocol adalah protokol pinjam meminjam di blockchain Terra. ANC adalah token utilitas dan tata kelola asli protokol yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam tata kelola, pinjam meminjam, dan mendapatkan bunga dengan aset digital mereka menggunakan model jaminan berlebih.

Peringkat ANC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #276, dengan kapitalisasi pasar $ 101.367.663. Pasokan yang beredar 348.969.807 koin ANC dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ANC.

3. Elipsis (EPX)

Analisis teknikal Ellipsis (EPX).

Ellipsis adalah aset kripto yang beroperasi pada platform BNB Smart Chain (BEP20). Pada 31 Maret lalu, melakukan migrasi token dari Ellipsis (EPS) ke Ellipsis (EPX).

Setelah migrasi, token baru dikunci dari transfer hingga protokol Ellipsis 2.0 diluncurkan pada 23 Mei lalu, Binance Convert telah menambahkan beberapa pasangan EPX untuk diperdagangkan. Afid melihat EPX bisa masuk fase bearish karena sudah melampaui titik jenuh atau overbought pasca protokol baru dirilis.

“EPX bisa turun harganya kalo dilihat dari analisis teknikalnya. Penurunan dapat terjadi sekitar 15% menuju harga $ 0,0022 tapi masih jauh dari level support-nya yang berada di $ 0,0015,” ungkap Afid.

Peringkat EPX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #2813, dengan kapitalisasi pasar tidak tersedia. Pasokan yang beredar tidak tersedia dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin EPX.

4. Perpetual Protocol (PERP)

Analisis teknikal Perpetual Protocol (PERP).

Perpetual protocol adalah sebuah protokol terdesentralisasi yang dapat digunakan untuk memperdagangkan kontrak perpetual dengan dana pinjaman. PERP token adalah sebuah ERC-20 native token dari Perpetual protocol yang digunakan sebagai token tata kelola dan juga staking.

Afid mengatakan PERP kemungkinan besar akan masuk zona bearish. “PERP telah mencoba untuk bergerak naik, namun tampaknya gagal dan akan terus alami penurunan. PERP bisa turun hingga harga $ 1,16 atau 17% dari $ 1,42,” jelasnya.

Peringkat PERP di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #271, dengan kapitalisasi pasar $ 103.567.376. Pasokan yang beredar 76.475.000 koin PERP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

5. Automata Network (ATA)

Analisis teknikal Automata Network (ATA).

Automata Network adalah protokol layanan terdesentralisasi yang menyediakan lapisan privasi middleware untuk dApps di beberapa blockchain. Sementara, ATA adalah token utilitas asli di ekosistem Automata Network dan merupakan bagian dari Binance Launchpool.

Afid melihat dari analisis teknikalnya, ATA telah mengalami penurunan yang cukup signifikan pada pekan lalu, kemudian berusaha konsolidasi bergerak naik, namun gagal. Kemungkinan besar ATA akan kembali masuk zona bearish pada pekan ini.

“ATA gagal menuju level resistance-nya di $ 0,26 sehingga sulit untuk bull run. ATA kemungkinan akan terus turun dari harga saat ini $ 0,18 menuju $ 0,16 atau sekitar 13%,” ucap Afid.

Peringkat ATA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #539, dengan kapitalisasi pasar $ 29.428.002. Pasokan yang beredar 172.252.000 koin ATA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Continue Reading

Altcoin News

Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Published

on

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN) adalah dua aset kripto yang memiliki utilitas yang penting dalam ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi). Keduanya bertujuan memecahkan masalah utama untuk mewujudkan keuangan yang inklusif melalui teknologi blockchain.

Misalnya, Augur dimaksudkan untuk mendukung optimalisasi Prediction markets atau pasar prediksi yang bisa dijalankan lebih baik secara desentralisasi. Sementara, Orion Protocol dirancang untuk menggabungkan likuiditas beberapa pertukaran kripto ke dalam platform terdesentralisasi.

So, mari mengenal lebih dekat aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN).

Augur (REP)

Apa Itu Augur (REP)?

Augur adalah platform oracle blockchain yang terdesentralisasi dan protokol peer to peer untuk pasar prediksi. Augur adalah software open source gratis yang sebagian dilisensikan di bawah General Public License (GPL) dan sebagian dilisensikan di bawah lisensi Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Augur adalah seperangkat smart contract yang ditulis dalam Solidity dan dapat digunakan ke blockchain Ethereum. Protokol Augur dimaksudkan untuk upaya memecahkan salah satu masalah paling sulit yang dihadapi insinyur perangkat lunak yang bekerja untuk mengembangkan aplikasi praktis untuk teknologi blockchain, terutama smart contract, masalah oracle.

Augur adalah oracle peer to peer terdesentralisasi tanpa kepercayaan yang digunakan pada protokol pasar prediktif. Oracle Augur memungkinkan informasi untuk dimigrasikan dari dunia nyata ke blockchain tanpa bergantung pada perantara atau pihak ketiga yang tepercaya.

Augur (REP)
Ilustrasi aset kripto Augur (REP).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

Augur bukan pasar prediksi, ini adalah protokol bagi pengguna aset kripto untuk membuat pasar prediksi mereka sendiri. Augur adalah satu set smart contract open source yang dapat digunakan ke blockchain Ethereum.

Protokol Augur tidak lebih dari perangkat lunak sumber terbuka, dan pengguna individu dari protokol Augur adalah orang-orang yang membuat pasar prediksi menggunakan software tersebut.

Apa yang Membuat Augur (REP) Unik?

Augur adalah satu-satunya protokol pasar prediksi yang diketahui oleh Forecast Foundation di mana tim pengembangan tidak melakukan apa pun selain menulis kode open source gratis.

Forecast Foundation dan orang-orang yang telah menulis kode protokol Augur tidak menciptakan pasar pada protokol Augur itu sendiri, mereka tidak melakukan perdagangan, atau memiliki kemampuan untuk memantau, mengontrol, menyensor, atau memodifikasi tindakan apa pun yang dilakukan pada Augur protokol.

Augur (REP) adalah aset kripto yang digunakan oleh pelapor jaringan selama fase sengketa pasar Augur. Pemegang REP harus melakukan pekerjaan, dalam bentuk mempertaruhkan aset kripto mereka pada hasil yang benar, untuk menerima sebagian dari biaya penyelesaian pasar.

Augur (REP)
Ilustrasi aset kripto Augur (REP).

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Jika holders tidak melaporkan dengan benar, mereka tidak mendapatkan bayar. Jika alah melaporkan, akan kehilangan REP. Jika mereka tidak berpartisipasi dalam fork (ketika jaringan memiliki perselisihan yang sangat besar atas suatu hasil), secara permanen kehilangan kemampuan untuk memigrasikan REP, sehingga secara fungsional tidak berguna dalam versi Augur yang digunakan Protokol, dan secara teori membuatnya tidak berharga.

Peringkat REP di situs CoinMarketCap pada Rabu (25/5) jam 08.00 adalah #199, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 113.883.548. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 11.000.000 koin REP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Orion Protocol (ORN)

Apa Itu Orion Protocol (ORN)?

Orion Protocol dirancang untuk menggabungkan likuiditas beberapa pertukaran kripto ke dalam platform terdesentralisasi yang menyediakan gerbang tunggal non-kustodian ke seluruh pasar aset digital. Protokol ini didirikan pada 2018 dan diluncurkan pada 2020 oleh Alexey Koloskov dalam upaya untuk memecahkan beberapa masalah utama dari ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Orion bertujuan untuk mengatasi kesulitan dalam melakukan transaksi yang menguntungkan terkait dengan kurangnya likuiditas di sebagian besar bursa kripto. Ini adalah kasus untuk pertukaran terpusat dan terdesentralisasi. Solusi Orion untuk ini adalah dengan menggabungkan buku pesanan pertukaran menjadi satu terminal yang mudah digunakan dan dipahami.

Orion Protocol (ORN)
Ilustrasi aset kripto Orion Protocol (ORN).

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

Tujuan Orion Protocol adalah untuk membantu pengguna mendapatkan hasil terbaik dari investasi mereka sambil juga menurunkan risiko yang terkait dengan penggunaan banyak bursa.

Apa yang Membuat Orion Protocol (ORN) Unik?

Orion Protocol beroperasi melalui pengumpulan likuiditas yang ditawarkan di beberapa bursa dalam pasar kripto dan menampilkannya dalam satu API universal. API ini menggabungkan beberapa buku pesanan dan menyederhanakannya untuk kemudahan penggunaan.

Orion Protocol juga menawarkan aplikasi manajemen portofolio yang memungkinkan pengguna untuk memantau dan merekam aktivitas mereka di seluruh bursa, memberi mereka kemampuan untuk mengatur alarm untuk peluang dan mengotomatiskan manajemen aset.

Selain itu, Orion menyediakan pasar untuk aplikasi terdesentralisasi (DApps) yang dapat diakses dan dibeli dengan mudah oleh pengguna.

Orion Protocol (ORN)
Ilustrasi aset kripto Orion Protocol (ORN).

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Orion Token (ORN) adalah token utilitas asli dari Protokol Orion berdasarkan standar ERC-20. Pasokannya dibatasi pada 100.000.000 ORN. ORN dapat digunakan di Orion Terminal dan untuk broker terdesentralisasi.

Peringkat ORN di situs CoinMarketCap pada Rabu (25/5) jam 08.00 adalah #410, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 52.597.623. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 34.146.255 koin ORN dan maksimal pasokan 100.000.000 koin ORN.

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pengguna pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN).

Trading REP/USDT, REP/BTC, ORN/USDT, ORN/BUSD dan ORN/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 24 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran REP dan ORN di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Altcoin News

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya

Published

on

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya

Ethereum 2.0 dikabarkan akan meluncur di Bulan Agustus 2022 setelah adanya pernyataan dari developer utama Ethereum (ETH) di acara Permissionless. 

Tim developer Ethereum sedang mengejar waktu menuju Agustus karena dengan Ethereum 2.0, mereka harus mengurus mekanisme “difficulty bomb” atau peningkatan kesulitan menambang ETH yang juga harus diluncurkan di Agustus.

Ethereum 2.0 Diprediksi Meluncur Agustus 2022

Developer utama Ethereum, Preston Van Loon menyatakan bahwa Ethereum 2.0 akan diselesaikan dalam tiga bulan ke depan. 

Sejauh ini jika sesuai rencana, menurutnya Ethereum 2.0 akan diluncurkan pada Bulan Agustus yang membuat urgensi difficulty bomb menjadi lebih besar. 

Difficulty bomb adalah mekanisme yang diciptakan oleh developer Ethereum pada Tahun 2016 dalam rangka untuk terus meningkatkan kesulitan penambangan Ethereum agar imbalan penambang terus berkurang sepanjang waktu. 

Mekanisme ini diterapkan pada blockchainnya saat ini yang menggunakan mekanisme Proof of Work

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Tapi, jika ETH 2.0 diluncurkan maka mekanisme ini tidak diimplementasikan di blockchain baru, karena blockchain barunya menggunakan mekanisme Proof of Stake

Justin Drake dari Ethereum Foundation juga menyetujui rencana ini dengan mendorong developer untuk meluncurkan Ethereum 2.0 bersama difficulty bomb di Agustus. 

Nantinya jika Ethereum 2.0 diluncurkan, akan terjadi penggabungan dalam sebuah kejadian yang dinamakan The Merge. 

The Merge mereferensikan kondisi dimana data dari blockchain Ethereum Proof of Work saat ini bergabung dengan blockchain Proof of Stake yang baru.   

Kejadian ini akan membuat para penambang atau miner berubah menjadi staker atau kegiatan melakukan staking. Sebab dalam blockchain Proof of Stake, untuk menjadi validator, seorang individu harus melakukan staking

Mekanisme mining atau penambangan masih bisa dilakukan pada jaringan yang lama, namun tergantung penggunanya. 

Apa bila tidak ada yang menggunakan jaringan lama untuk transaksi maka kegiatan penambangan akan berhenti karena tidak ada transaksi yang divalidasi. 

Baca juga: Investor Terra LUNA Korsel Mencapai 280 Ribu Orang, Total 70 Miliar LUNA

Mengapa Agustus?

Banyak investor yang bertanya mengapa tim Ethereum memilih Agustus sebagai waktu peluncuran Ethereum 2.0 tersebut. 

Jawabannya adalah karena adanya mekanisme difficulty bomb yang sebelumnya telah dikatakan. 

Mekanisme difficulty bomb jika dilihat secara luas hampir dapat disamakan dengan mekanisme halving yang berada pada blockchain Bitcoin

Intinya mekanisme tersebut akan membuat validasi transaksi lebih sulit dan imbalan menjadi lebih kecil. 

Agustus merupakan waktu dimana implementasi mekanisme ini akan dilakukan lagi dan dengan adanya mekanisme tersebut urgensi Ethereum 2.0 untuk selesai menjadi lebih besar. 

Alasannya adalah, developer Ethereum dapat meningkatkan difficulty bomb secara drastis sehingga penambangan jauh lebih sulit dan imbalan jauh lebih kecil dari saat ini. 

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya
Pengertian Difficulty Bomb

Bersama dengan peluncuran Ethereum 2.0, mekanisme tersebut akan mengurangi insentif untuk para validator yang menetap di blockchain lama agar pindah ke blockchain baru yaitu Blockchain Proof of Stake Ethereum 2.0. 

Jadinya developer Ethereum “mengejar target” untuk menyelesaikan Ethereum 2.0 di Agustus agar bisa “mengusir” para penambang di blockchain lama dan memberinya “tempat” baru untuk mendapat imbalan secara sekaligus. 

Hingga saat ini sangat banyak investor yang menunggu peluncuran Ethereum 2.0 karena beberapa alasan. 

Pertama adalah dengan blockchain baru maka Ethereum akan bergerak lebih efisien dengan biaya transaksi yang lebih rendah, konsumsi energi yang lebih rendah, dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi. 

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Kedua adalah dengan blockchain baru maka untuk menjadi validator di Ethereum menjadi lebih mudah dari sisi mekanisme, walau tetap butuh modal untuk staking sebesar minimal 32 ETH. 

Ketiga adalah akan munculnya kelangkaan terhadap persediaan ETH yang beredar di pasar. Hal ini disebabkan dengan ETH 2.0, jumlah ETH yang dikeluarkan akan berkurang hingga 90%. 

Jadi dengan mekanisme ini ETH akan lebih langka. Jika permintaan meningkat maka kemungkinan besar harga akan meningkat. 

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya
Penjelasan Mekanisme Sharding ETH 2.0

Keempat adalah dari sisi teknikal blockchain dimana akan adanya mekanisme sharding yang telah terbukti membuat peningkatan dalam efisiensi penyimpanan data dalam satu block yang berujung pada kecepatan transaksi yang meningkat. 

Hingga saat ini belum ada kabar terbaru lagi, tapi developer masih terus berusaha untuk mengejar target di Bulan Agustus 2022. 

Sumber

Continue Reading

Popular