Connect with us

Tips & Tricks

Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

Published

on

Strategi Sebelum Memulai Minting NFT

Dunia kesenian global semakin berwarna dengan kehadiran NFT. Para seniman lama dan baru ikut serta dalam berkarya lewat NFT art. Namun, tidak jarang muncul rasa ragu dalam diri seniman sebelum memutuskan untuk terjun ke NFT. Untuk itu, seniman bisa melakukan beberapa strategi sebelum mulai upload atau minting NFT. Yuk, ketahui strategi selengkapnya!

NFT, Dunia Baru bagi Seniman Konvensional

Satu yang masih hangat yang datang dari dunia blockchain adalah NFT. NFT, kependekan dari Non-Fungible Token merupakan token yang dapat mewakili kepemilikan atas suatu hal secara digital, misalnya adalah seni digital, musik, bahkan atribut atau item dalam game

Meskipun sudah ada sejak tahun 2017, NFT baru mengalami puncak ketenarannya di tahun 2021. Dilansir dari Reuters, volume penjualan NFT secara global pada Q2 2021 adalah sebesar 1,3 miliar USD. Sementara itu, pada Q3 2021, volume penjualannya berhasil meningkat hingga 10 kali lipat yaitu sejumlah 10,7 miliar USD. 

Demam NFT ini tidak hanya melanda negara-negara besar di dunia, tetapi juga Indonesia, lho. NFT dianggap berhasil “menghidupkan” industri kreatif di Indonesia yang sedang mati suri berkat pandemi COVID-19. Akhirnya hal ini membuat mulai maraknya seniman yang menyambut inovasi yang potensial ini dengan langsung berkarya di dunia NFT.

Baca Juga: Inilah Alasan Banyak Orang Mengoleksi Karya Seni Digital NFT

Tidak dapat dipungkiri, hadirnya NFT memberikan banyak kemudahan bagi seniman, terutama dalam memonetisasi karya seni miliknya. Selain itu, seniman memiliki otoritas penuh terhadap karyanya seperti orisinalitas dan royalti, serta prosedur penerbitannya yang tergolong praktis lewat marketplace NFT.

Walaupun begitu, masih ada seniman konvensional yang masih ragu dan menunda keputusan untuk berkecimpung di dunia NFT. Hal ini disebabkan oleh rasa clueless akan persiapan apa saja yang harus dilakukan sebelum mulai menerbitkan karya. Oleh karena itu, seniman harus mempunyai persiapan yang matang dan perkaya pengetahuan mengenai NFT dan blockchain.

Strategi yang Harus Dilakukan Sebelum Minting NFT

Nah, sebelum menerbitkan atau minting NFT di sebuah marketplace dan menjualnya ke khalayak luas, ada strategi yang perlu dilakukan. Tidak hanya bagi para seniman konvensional yang berhijrah ke NFT art, strategi ini juga berlaku bagi para seniman pendatang baru yang ingin mencoba peruntungan di dunia NFT. Adapun strateginya antara lain:

1. Fokus Berkarya

Strategi yang satu ini tentunya harus dijadikan mindset oleh para kreator sebelum memutuskan minting. Pasalnya, dengan fokus berkarya, skill juga akan menjadi terus terlatih. Jangan dulu berpikir mengenai jualan apalagi cuan. Jika dimulai dengan menjual karya dengan harga rendah sambil terus berkarya, maka karya Anda akan tersebar dengan sendirinya.

2. Yakin dengan Kemampuan Diri

Hal lain yang perlu dilakukan adalah yakin dengan kemampuan yang dipunya atau “stay original”. Sebagaimana yang terjadi di dunia NFT, membuat banyak seniman unik nan berbakat ‘ditemukan’ dan muncul ke permukaan. Jangan dahulu mengejar popularitas, tetaplah optimis dan maju dengan gaya dan aliran berkarya yang dimiliki.

3. Bergabung dengan Komunitas NFT

Strategi yang satu ini termasuk salah satu yang penting untuk dilakukan, terutama dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda mengenai dunia NFT. Dengan memanfaatkan komunitas, Anda bisa menjadi lebih paham dan update mengenai NFT dengan bertukar insight antar kreator dan kolektor. Saat ini, sudah banyak komunitas NFT di Indonesia yang aktif di media sosial Telegram dan Discord.

4. Promosikan Diri dan Karya

Nah, setelah melakukan ketiga strategi sebelumnya, saatnya Anda mempromosikan diri dan juga karya Anda. Hal ini dilakukan untuk mempermulus jalan Anda dalam mencari cuan dari NFT art. Misalnya, Anda bisa shill atau membagikan NFT art Anda di komunitas. Anda bisa sekaligus menceritakan karya dan gaya berseni Anda layaknya pameran kepada kolektor, agar terjalin hubungan yang baik antara kreator dan kolektor. 

Cara Mudah Minting NFT di Marketplace TokoMall

Satu hal yang penting diperhatikan oleh para seniman NFT adalah memilih marketplace untuk menjual karya miliknya. Kini, di Indonesia telah hadir beberapa NFT marketplace, salah satunya TokoMall. Berikut ini cara mudah minting NFT di TokoMall!

1. Selesaikan Proses Registrasi Akun

Sebelum minting, pastikan Anda sudah selesaikan proses registrasi sebagai Official Partner (kreator). Saat registrasi akun, Anda harus menghubungkan dengan wallet MetaMask dan melengkapi form data diri untuk diverifikasi oleh tim TokoMall. Setelah dinyatakan lolos verifikasi, barulah Anda bisa mulai minting NFT.

2. Upload Karya Seni dan Lengkapi Identitas NFT

Setelah lolos, Anda bisa langsung memilih menu Upload untuk memulai minting. Dalam tahap ini, Anda juga perlu membuat contact address baru sebagai catatan atas NFT yang akan Anda minting.

Selanjutnya, Anda bisa langsung melengkapi identitas dari NFT yang Anda minting. Identitas ini mencakup judul, kategori, deskripsi mengenai karya, dan tata cara untuk klaim NFT bagi kolektor yang tertarik. Setelah sesuai, Anda dapat men-check pilihan pada kolom Disclaimer dan melanjutkan ke tahap berikutnya. 

3. Minting NFT Diproses

Dalam tahap ini, Anda akan diarahkan ke page Buat NFT’ setelah berhasil meng-upload NFT ke dalam sistem milik TokoMall. Setelah masuk page tersebut, Anda dapat langsung memilih opsi ‘Upload ke Blockchain’ untuk membuat NFT Anda ditanam dalam blockchain.

4. Publish NFT yang Telah Di-minting

Jika sudah berhasil melewati beberapa tahap tersebut, maka NFT Anda telah sukses di-minting. Karya yang telah di-minting akan muncul pada menu Creation. Jika Anda ingin langsung mem-publish dan menawarkan NFT tersebut, Anda bisa klik NFT dan pilih opsi ‘Offer NFT’. Tinggal tentukan nilai (harga) yang ditawarkan dan membayar gas fee, NFT Anda langsung masuk ke pasar dan tersedia untuk diperjualbelikan.

Jadi, itulah strategi yang harus dilakukan sebelum mulai minting NFT beserta tata cara minting NFT di TokoMall. Mudah sekali, bukan? Jangan ragu lagi, yuk ikut bergabung dalam euforia NFT ini dan tunjukkan karyamu di mall.tokoscape.com sekarang!

Blockchain

Kelas Kripto: Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

Published

on

Trust Wallet vs MetaMask, mana lebih baik?

Trust Wallet dan MetaMask adalah wallet atau dompet digital tempat Anda dapat menyimpan, mengirim, menerima, menukar, dan membeli aset kripto. Kedua merupakan dua wallet kripto yang paling populer dan sering digunakan oleh banyak penggiat kripto. Pertanyaannya, mana yang lebih baik?

Baik, Trust Wallet dan MetaMask adalah platform sederhana dan ramah bagi pemula di dunia kripto. Keduanya dapat digunakan oleh investor atau traders untuk masuk ke market dengan mudah dan percaya diri.

Kedua dompet ini masing-masing juga memiliki aplikasi mobile, namun ada beberapa perbedaan antara keduanya. Yuk kita bahasa secara detail mengutip artikel dari Coindesk di bawah ini.

Apa Itu Trust Wallet?

Trust Wallet telah menjadi dompet terdesentralisasi resmi dari exchange kripto, Binance sejak diakuisisi pada November 2017. Trust Wallet secara luas dianggap sebagai dompet yang ramah pengguna, aman, dan mudah digunakan. Ini mendukung lebih dari 4,5 juta jenis aset kripto di lebih dari 65 jaringan blockchain.

Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.
Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.

Baca juga: Cara Menghasilkan Uang dengan Bermain Game Gods Unchained

Trust Wallet menyediakan lebih banyak fitur daripada sekadar menyimpan aset kripto pengguna. Anda dapat dengan mudah mengakses lebih dari 60 jaringan blockchain, seperti Ethereum dan Polygon dan menggunakan aplikasi terdesentralisasi (dapps) yang populer.

Platform dapps-nya bertindak sebagai jembatan sehingga pengguna bisa mendapatkan akses ke Decentralized Exchange (DEX) populer seperti PancakeSwap dan SushiSwap. Pengguna juga dapat membeli, menukar, dan staking kripto di dalam Trust Wallet.

Soal keamanan, Trust Wallet merupakan hot wallet, artinya terhubung langsung dengan internet. Trust Wallet, bagaimanapun, adalah dompet non-kustodian yang artinya hanya memungkinkan pemiliknya saja yang memiliki dan mengontrol kunci privat dan aset Anda di blockchain. Bagi pengguna yang menginginkan kontrol penuh terhadap dananya, dompet non-kustodian adalah pilihan terbaik.

Apa Itu MetaMask?

MetaMask memiliki konsep dan fungsi yang sama seperti Trust Wallet. MetaMask kompatibel dengan sistem operasi mobile, iOS dan Android, tetapi tidak seperti Trust Wallet, MetaMask juga dapat digunakan di perangkat komputer/laptop.

Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.
Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.

Baca juga: Jelang The Merge, Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Beli Ethereum

MetaMask memungkinkan pengguna berinteraksi dengan berbagai blockchain, seperti Binance Smart Chain dan jaringan Ethereum melalui browser desktop mereka. Sederhananya, ini adalah ekstensi browser web yang dapat terhubung ke dapps seperti platform decentralized finance (DeFi) yang berbeda dan pasar non-fungible token (NFT).

Secara standar, MetaMask dirancang untuk mengakses jaringan Ethereum dan terhubung ke platform, seperti Uniswap dan Compound. Ini mendukung standar token ERC-20, sehingga pengguna dapat menyimpan hampir semua token di jaringan Ethereum.

Salah satu fitur penting dari MetaMask adalah user interface (UI) atau antarmukanya yang sederhana untuk menukar aset kripto. Dari ekstensi atau aplikasi browser web, pengguna dapat mengeklik tombol “Swap” yang memungkinkan untuk menukar berbagai aset kripto dengan cepat dan mudah.

Untuk keamanan, MetaMask sama kuatnya dengan Trust Wallet karena non-kustodian dan hot wallet. Pengguna akan memerlukan dompet non-kustodian saat berinteraksi dengan bursa terdesentralisasi (DEX) atau aplikasi terdesentralisasi (DApp).

Trust Wallet atau MetaMask, Pilih yang Mana?

Pertimbangkan kebutuhan masing-masing pengguna akan mempengaruhi keputusan dalam memilih antara Trust Wallet atau MetaMask. Secara umum, Trust Wallet dan MetaMask berbeda dalam manfaat, fitur, dan pengoperasian.

Pengguna perlu membandingkan dan membedakan kedua dompet tersebut. Daftar ini akan membantu menganalisis dan memutuskan dompet mana yang cocok untuk Anda.

Trust Wallet

Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.
Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.

Dompet ini cocok untuk Anda, jika membutuhkan fungsi berikut:

  • Anda membutuhkan fleksibilitas untuk dapat menyimpan lebih dari 4,5 juta jenis aset kripto dan memiliki akses ke lebih dari 60 blockchain.
  • Anda menginginkan opsi untuk membeli aset kripto dengan kartu kredit.
  • Anda ingin mengakses berbagai macam aplikasi terdesentralisasi (dapps) secara langsung melalui aplikasi itu sendiri.

Keterbatasan untuk Dipertimbangkan

  • Tidak ada ekstensi desktop atau browser yang tersedia.

Baca juga: Menimbang Penghentian Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia

MetaMask

Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.
Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.

Dompet ini cocok untuk Anda, jika membutuhkan fungsi berikut:

  • Anda terutama tertarik pada dapps berbasis Ethereum dan bertransaksi dengan jaringan Ethereum.
  • Anda memerlukannya agar kompatibel dengan sebagian besar browser dan perangkat mobile berbasis iOS dan Android.
  • Koneksi mudah ke platform, cepat, dan sederhana untuk mengirim ETH ke alamat mana pun dalam aplikasi dalam beberapa detik.

Keterbatasan untuk dipertimbangkan

  • Ekstensi MetaMask berfungsi di sebagian besar, tetapi tidak semua, browser web. Ini kompatibel dengan Chrome, Edge, Brave, dan Firefox.
  • Itu tidak memiliki menu dapps untuk dijelajahi.
  • Itu tidak mendukung Bitcoin.
Continue Reading

Tips & Tricks

SMS Vs Google Authenticator, Lebih Aman Mana Lindungi Akun Kripto?

Published

on

Ilustrasi aplikasi Google Authenticator. Foto: Shutterstock.

Short Message Service (SMS) kini tidak hanya sekadar menjadi platform berkirim pesan, tetapi juga berfungsi sebagai autentikasi akun digital. Sayangnya, SMS dinilai tidak terlalu aman, jika dibandingkan aplikasi Google Authenticator untuk pengamanan akun, khususnya yang berkaitan dengan wallet kripto.

Sejatinya, menggunakan beberapa bentuk otentikasi dua faktor atau 2FA, selalu merupakan ide yang baik untuk memberikan tingkat perlindungan tambahan terhadap akses tidak sah ke berbagai akun digital, termasuk kripto.

Teks SMS adalah salah satu pilihan populer, yang meskipun mudah digunakan, bukanlah pilihan yang paling aman. Aplikasi autentikasi, seperti Google Authenticator adalah pendekatan lain untuk 2FA dan telah terbukti lebih aman, lebih andal, dan juga lebih cepat.

Ilustrasi keamanan 2FA. Foto: Pixabay.
Ilustrasi keamanan 2FA. Foto: Pixabay.

Baca juga: Bahaya! Ini Alasan Kenapa Autentikasi SMS Bisa Bikin Akun Kripto Bobol

Autentikasi SMS Kurang Aman

Menggunakan pesan teks SMS untuk mengambil kode login akun kripto adalah kurang aman dibandingkan menggunakan aplikasi authentikator. SMS telah menarik perhatian para peretas.

Hacker telah merespons dengan menemukan berbagai cara untuk menumbangkan sistem keamanannya. Akibatnya, otentikasi berbasis teks SMS saat ini kurang efektif dibandingkan dulu.

Alasan utama mengapa ini kurang aman adalah karena lebih mudah bagi peretas untuk mendapatkan akses ke pesan teks daripada mendapatkan akses fisik ke telepon. Ada metode bagi peretas untuk mengalihkan pesan SMS, atau meretas ke operator telepon dan mengakses pesan teks.

Menggunakan pesan SMS sebagai 2FA masih lebih baik daripada tidak menggunakan sama sekali, namun, perlu diingat bahwa ini tidak 100% aman mengingat kurangnya keamanan di sekitar pesan teks. Dengan aplikasi otentikasi, kode dibuat dan disimpan sementara di ponsel (atau perangkat lain) dan kedaluwarsa dalam jangka waktu tertentu.

Google Authenticator Lebih Aman

Menggunakan aplikasi autentikator, termasuk Google Authenticator untuk menghasilkan kode login 2FA akun kripto Anda lebih aman daripada pesan SMS. Alasan utamanya adalah, lebih sulit bagi hacker untuk mendapatkan akses fisik ke ponsel Anda dan membuat kode tanpa disadari.

Google Authenticator bekerja dengan cara yang mirip dengan teks SMS. Pengguna mendapatkan kode di perangkat mereka dan menggunakannya bersama dengan nama pengguna dan kata sandi untuk masuk ke akun mereka.

Ilustrasi aplikasi Google Authenticator. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi aplikasi Google Authenticator. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Manfaat Keamanan 2FA Lindungi Akun dan Transaksi Aset Kripto

Perbedaannya adalah aplikasi terikat langsung ke perangkat fisik. Karena kode tidak dikirimkan melalui jaringan seluler, hacker tidak dapat mencegat kode dengan cara itu. Hasilnya adalah bahkan jika mereka mengubah rute nomor Anda, mereka tetap tidak akan menerima kode.

Manfaat utama lainnya dari aplikasi autentikator adalah kodenya kedaluwarsa dengan cepat. Kode baru biasanya dibuat setiap 30 detik. Server disinkronkan dengan aplikasi dan perangkat Anda untuk memberikan keamanan yang optimal.

Semua akun digital harus beralih ke aplikasi autentikator untuk 2FA untuk mengamankan data mereka dengan lebih baik. Ini adalah lapisan tambahan yang sangat efektif yang harus ditambahkan ke rencana pengelolaan keamanan data Anda.

Perlu diingat, ponsel atau perangkat tempat Anda menginstal aplikasi autentikator harus dilindungi dengan kata sandi yang aman.

Tinggalkan SMS, Ganti Google Authenticator Amankan Akun Tokocrypto

Sebagai pedagang aset kripto terkemuka di Indonesia, Tokocrypto selalu melakukan improvisasi keamanan untuk tingkatnya kenyamanan pengguna. Dalam platformnya, Tokocrypto menyediakan SMS dan Google Authenticator untuk verifikasi login akun.

Melihat risiko peretasan yang semakin tinggi, diimbau pengguna Tokocrypto untuk beralih menggunakan aplikasi Google Authenticator sebagai sistem keamanan 2FA-nya. Autentikasi SMS memiliki persoalan kerentanan peretasan akun. Hacker masih bisa menebak kode OTP atau membajak kartu SIM untuk mendapatkan akses.

Untuk cara mengaktifkan 2FA Google Authenticator di aplikasi Tokocrypto bisa simak selengkapnya video di bawah ini.

Continue Reading

Tips & Tricks

Cara Menghasilkan Uang dari TikTok Bisa Beli Kripto

Published

on

Ilustrasi membuat konten TikTok. Foto: Shutterstock.

Cara menghasilkan uang bisa dari mana saja di era digital saat ini. Terlebih, munculnya platform media sosial, seperti TikTok tentu memudahkan kreator konten mendapatkan cuan.

Forbes melaporkan bahwa seorang pengguna TikTok bisa menhasilkan uang lebih dari satu juta dolar AS per tahun dengan memposting video pendek di platform media sosial yang sangat populer itu. Tak mengherankan TikTok menjadi platform orang mencari aliran pendapatan baru dan potensi penghasilan.

Dengan lebih dari 1 miliar unduhan dari Apple App Store dan Google Play Store, TikTok menghadirkan peluang besar bagi influencer untuk berinteraksi dengan lebih dari 500 juta pengguna dan menggunakan keterlibatan mereka untuk mendapatkan keuntungan dari platform.

Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Chef Arnold Diprotes Netizen Twitter, Sebut Exit Liquidity NFT Karafuru?

Tanpa berlama-lama, mari kita langsung masuk ke pembahasan yang penting untuk mendapatkan keuntungan dari TikTok. Berikut adalah beberapa cara menghasilkan uang dari TikTok yang bisa kamu coba:

Cara Dapat Uang dari TikTok

1. Buat Persona atau Brand Image yang Kuat

Bermain media sosial yang diikuti oleh jutaan orang pasti akan sulit untuk menjadi pusat perhatian. Untuk itu, kamu harus membuat persona atau brand image yang berbeda dengan lainnya untuk mencuri atensi orang banyak.

Tentukan juga siapa yang akan menyukai konten kamu. Untuk TikTok, ini berarti kamu harus memiliki gagasan tentang jenis video yang akan diposting dan konsisten. Apakah membuat video yang menghibur dan lucu? Atau konten edukasi dan lainnya.

2. Posting Konten yang Ingin Ditonton Orang

Seperti semua platform media sosial, kamu harus membuat konten yang bagus dan sesuai target market. Menjadi influencer media sosial, baik itu di Instagram, Twitter, atau TikTok membutuhkan banyak perjuangan. Konten kamu harus segar, menarik, unik, dan diperbarui. Ini berarti beberapa video baru diposting setiap hari.

3. Dapatkan Follower

Ini mungkin langkah yang paling penting, dan ini berasal dari melakukan langkah 1 dan 2 di atas dengan sangat baik. Perkiraan berkisar dari 10.000 hingga satu juta follower diperlukan sebelum kamu benar-benar dapat memonetisasi akun TikTok.

Cara terbaik untuk mendapatkan follower adalah dengan memahami apa yang ingin dilihat oleh target pasar kamu, dan mengunggah konten berkualitas kepada mereka beberapa kali sehari.

Ilustrasi membuat konten TikTok. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi membuat konten TikTok. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Bahaya! Ini Alasan Kenapa Autentikasi SMS Bisa Bikin Akun Kripto Bobol

4. Posting Konten Bersponsor

Merek akan membayar kamu untuk menampilkan produk dan layanan mereka yang disebut konten bersponsor atau endorsement. Kamu tidak perlu menjadi influencer dengan follower yang berjumlah fantastis. Brand yang masih kecil akan membayar untuk bekerja dengan micro-influencer yang memiliki komunitas yang kuat, walaupun jumlah follower-nya tidak terlalu besar atau belum.

5. Promosikan Lagu

Dapatkan bayaran untuk menambahkan lagu ke video kamu. Hampir setiap video di TikTok memiliki lagu latar yang mengiringi para pembuat konten untuk menyelaraskan bibir dan menari. Jika kamu memiliki pengikut dan keterlibatan yang cukup besar, musisi akan membayar untuk mempromosikan musik mereka di konten kamu.

Mereka tahu jika video kamu menjadi viral, lagu mereka juga mendapatkan exposure berarti lebih banyak unduhan, tiket konser, dan merchandise.

6. Jual Produk Melalui TikTok Shopping

TikTok memperkenalkan TikTok Shopping pada tahun 2021 untuk memberdayakan bisnis agar dapat menjual produk secara langsung di platform dan tidak perlu lagi mengirim pengikut ke tempat lain untuk membeli barang kamu.

Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock.

Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market

TikTok Shopping menambahkan tab belanja ke profil, memungkinkan pengguna melihat produk dari katalog. Kamu juga dapat menandai produk di konten organik yang dipublikasikan untuk mengirim pemirsa ke toko Anda.

Jangan malu. Sebutkan produk kepada audiens kamu. Cobalah untuk tidak berlebihan dan terlalu promosi, tetapi juga ingat untuk memberi toko TikTok Anda teriakan sesekali.

7. Terima Virtual Gift dari Live Streaming

Saat kamu melakukan live streaming di TikTok, follower dapat mengirimi sumbangan koin atau virtual gift yang dapat ditukar dengan uang tunai. Buat live streaming yang luar biasa, tarik banyak penonton, dan saksikan koin mulai mengalir masuk.

Namun, ketahuilah bahwa meminta hadiah secara aktif adalah hal yang sangat dilarang menurut pedoman komunitas TikTok. Pertukaran harus alami dan organik.

Kamu membutuhkan lebih dari 1.000 follower dan setidaknya harus berusia 16 tahun untuk ditayangkan di TikTok, dan harus berusia 18 tahun ke atas untuk mendapatkan poin hadiah.

8. Ikut Kontes TikTok Star

Siapa bilang jadi influencer TikTok itu susah? Kamu bisa banget nih jadi TikTok Star bersama Tokocrypto. Kamu tidak cuma bisa dapat uang jutaan rupiah dengan buat konten TikTok, tapi berkesempatan jadi bagian dari Tokocrypto.

Jadilah bintang TikTok Star Tokocrypto dengan membuat video kreatif kamu yang sedang mempromosikan Tokocrypto dengan tema:

  • A day in my life: gimana caranya kamu cari cuan, masukkan part Tokocrypto
  • Ceritakan awal mula kamu memilih trading aset kripto

Post video yang sudah kamu buat di akun TikTok-mu dan mention serta tag akun Tokocrypto. Periode pengumpulan video tahap audisi 12-26 Agustus 2022. Audisi tahap seleksi TikTok Star Tokocrypto dan akan dipilih tiga orang pemenang utama di akhir periode di Bulan Desember 2022.

Untuk informasi lengkap, cek panduan mengenai kompetisi TikTok Star Tokocrypto dan cek media sosial Tokocrypto di Twitter dan Instagram.

Continue Reading

Popular