Connect with us

Bitcoin News

Wajib Tahu! Inilah Faktor yang Buat Harga Aset Kripto Berubah

Published

on

menampilkan illustrasi grafik harga aset kripto

Di tengah hiruk-pikuknya investasi aset kripto yang kian booming di awal 2022, ternyata masih banyak orang yang ragu-ragu untuk memulai investasi jenis ini. Bukan tanpa alasan, harganya yang fluktuatif adalah salah satu faktornya. Ketidaktahuan atas penyebab dari naik turunnya harga aset kripto inilah yang menjadi kebimbangan bagi para calon investor. Padahal semua itu ada faktor yang memengaruhinya, lho!

Yuk, ketahui serba-serbi aset kripto beserta faktor yang menyebabkan naik turunnya harga asetnya!

Apa itu Aset Kripto?

illustrasi token bitcoin sebagai aset kripto

Menurut bahasa, aset kripto atau cryptocurrency berasal dari dua gabungan kata, yaitu cryptography yang berarti kode rahasia, dan “currency” yang berarti mata uang. Mudahnya aset kripto adalah aset digital yang dirancang untuk bertransaksi virtual di jaringan internet menggunakan kriptografi yang kuat. Kriptografi ini dirancang untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol proses pembuatan unit tambahan, serta memverifikasi pengiriman tiap aset.

Asal Usul Aset Kripto  

Bermula pada tahun 1983, David Chaum seorang ahli kriptografi menciptakan alat kriptografi anonim, e-cash. Baru di tahun 1995, ia membuat dan mengimplementasikan alat tersebut menjadi DigiCash. Di mana ini merupakan awal pembayaran berbentuk kriptografi menggunakan perangkat lunak untuk menarik catatan dari bank dan menggunakan enkripsi sebelum dikirimkan ke penerima. Hal inilah yang membuat mata uang digital atau aset kripto ini tak bisa dilacak oleh bank penerbit, pemerintah, atau pihak ketiga. 

Selang setahun berikutnya, Laurie Law, Susan Sabett, dan Jerry Solinas meluncurkan artikel berjudul “How to Make a Mint: The Cryptography of Anonymous Electronic Cash” yang di dalamnya terdapat penjelasan tentang sistem cryptocurrency. Di tahun 1998, WeiDai mempublikasikan b-money yang merupakan sistem kas elektronik terdistribusi secara anonim. 

Tak sampai situ, aset kripto terus berkembang. Hingga sampai di tahun 2009, Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin yang di mana hingga sekarang menjadi salah satu aset kripto yang digilai dan punya harga yang sangat tinggi. 

Baca juga: Yuk, Pahami Pengertian Bursa Kripto dan Kegunaannya

Faktor yang Membuat Harga Aset Kripto Naik-Turun

1. Penawaran dan permintaan

Selayaknya hukum pasar, ketika semakin tingginya permintaan terhadap aset kripto maka harganya semakin melambung. Begitu pun sebaliknya, apabila banyak investor yang menjual aset kritpo tapi tak ada pembelinya, maka harganya akan turun. 

2. Jumlah dari ketersediaan aset kripto 

Tiap aset kripto memiliki ketersediaan yang terbatas dan persebarannya pun tidak merata. Mari kita ambil contoh pada Bitcoin yang hanya tersedia 21 juta koin saja. Saat ini, Bitcoin yang sudah beredar telah mencapai 90% dari total ketersediaannya. Nah, semakin sedikitnya jumlah yang tersedia, Bitcoin pun akan menjadi langka. Inilah yang membuat Bitcoin punya banyak peminat dan memengaruhi harganya. 

3. Biaya produksi 

Koin atau token baru dari aset kripto tercipta dari adanya proses penambangan atau mining. Setiap penambangan membutuhkan penggunaan komputer untuk memverifikasinya di blockchain. Aktifitas ini membutuhkan daya komputasi dan investor bersedia mengeluarkan uang lebih untuk peralatan yang mahal serta listrik agar penambangan bisa berhasil.

Misalnya Bitcoin dan Ethereum dengan sistem proof of work-nya. Semakin banyak persaingan untuk menambangnya, semakin tinggi pula kesulitannya. Miners berlomba-lomba untuk bisa memecahkan masalah matematika yang kompleks agar bisa memverifikasi blok tersebut. Makanya biaya mining semakin mahal sesuai dengan peralatan yang lebih canggih. 

Karena biaya mining yang meningkat maka diperlukan peningkatan nilai cryptocurrency agar para miners dapat terus melakukan penambangan dan biaya produksi yang dikeluarkan dapat seimbang. 

4. Regulasi Internasional

Walaupun aset kripto terdesentralisasi dan tak bisa diintervensi pemerintah manapun, tetap ini akan berdampak serius. Dilansir dari Coindesk, regulasi internasional berdampak serius pada harganya karena menentukan pasar mana yang bisa mengaksesnya, di mana perusahaan dapat mendirikan kantor, dan di mana penambang dapat beroperasi. Misalnya, dua pasar utama yang paling mempengaruhi harga Bitcoin adalah U.S dan China

5. Pemberitaan tokoh penting dan media 

tweet elon musk tentang aset kripto

Source: Tweet by Elon Musk

Pemberitaan tokoh penting dan media tak bisa dilepaskan sebagai salah satu faktor penyebab naik turunnya harga kripto. Elon musk merupakan salah satu tokoh yang berhasil mempengaruhi harga yang ada di pasar. Terbaru, pada pertengahan Januari tahun ini, ia menuliskan cuitan “Merchandise Tesla bisa dibeli dengan Dogecoin”. Sontak harga Dogecoin melesat 18% ke level $0,2. 

Sudah siap investasi cryptocurrency? Yuk, belajar, beli, jual dan investasi Bitcoin serta aset kripto dengan mudah dan amannya hanya di Tokocrypto

Tunggu apalagi? Selesaikan KYC Anda sekarang juga!

Bitcoin News

Analis: Waspadai Penjualan Bitcoin Secara Besar-besaran Lagi

Published

on

bentuk koin bitcoin

Tom Lee dari Fundstrat Global Advisor telah membagikan pandangan terbarunya, di mana ia memperkirakan penjualan Bitcoin secara besar-besaran akan terjadi lagi.

Tom Lee adalah salah seorang analis Bitcoin yang telah membuat beberapa prediksi tepat terkait pergerakan harga kripto utama tahun lalu.

Salah satunya adalah, harga BTC yang “akan melampaui US$40.000 di tahun ini,” yang ia ungkapkan pada awal tahun 2021 dan terbukti terjadi, bahkan hingga ke ATH terbarunya di kisaran US$68.000.

Penjualan Bitcoin Besar-Besaran akan Terjadi Lagi

Berdasarkan laporan U Today, Tom Lee telah mengatakan kepada CNBC bahwa ia telah melihat peluang terjadinya aksi jual besar lagi pada BTC.

Dalam penelitiannya, Lee meyakini bahwa aksi penjualan besar Bitcoin ini akan menjadi “pencucian” terakhir sebelum menciptakan peluang pembelian yang lebih banyak.

Baca juga: Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

Lee pun mengungkapkan bahwa harga BTC dapat turun sebentar di bawah level terendah bulan ini, di sekitar US$ 17.592, berdasarkan data dari BitStamp.

Memang, jika melirik beberapa minggu terakhir, harga belum dapat membangun pemulihan yang meyakinkan dari level harga tersebut. Sehingga, ada kemungkinan terjadi retest sebelum pasar benar-benar mencoba untuk pulih.

Selain Lee, Kepala Strategi dari FS Investments, Troy Gayesk, juga melihat adanyan peluang penurunan lanjutan dari harga BTC, meski dia tidak menyebutkan seperti Lee, apakah ini akan menjadi peluang beli baru atau tidak.

Kekhawatiran Resesi 

Tampaknya, ada beberapa pandangan analis yang melihat bahwa dorongan bearish masih belum usai. Itu juga masuk dalam pertimbangan adanya kekhawatiran resesi yang masih membayangi investor.

Selera risiko tidak terbentuk dengan “lega,” yang kali ini kembali berhadapan dengan sikap hawkish dari Ketua the Fed, Jerome Powell, yang membuat dolar AS kembali perkasa dalam dua hari terakhir.

Baca juga: Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

Meski begitu, membahas resesi telah membawa kembali kepada pernyataan Robert Kiyosaki, yang telah lama menyarankan untuk membeli lebih banyak emas, perak dan Bitcoin.

Dari sudut pandangnya, resesi akan terjadi dan membawa nilai dari dolar AS lebih rendah. Ini akan mengangkat nilai dari aset yang dianggap sebagai lindung nilai. Dan menurut Kiyosaki, ketiganya adalah aset yang tepat untuk menghadapi resesi. [st]

Artikel ini telah tayang di Blockchainmedia.id dengan judul “Analis: Waspadai Penjualan Bitcoin Secara Besar-besaran Lagi

Continue Reading

Bitcoin News

Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

Published

on

Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu

Pergerakan harga Bitcoin pada perdagangan hari ini, Kamis, 30 Juni 2022, berada pada fase kritis. BTC kembali menyentuh area di bawah US$ 20 ribu, setelah sehari sebelumnya sempat breakout ke level US$ 21 ribu. 

Saat laporan ini ditulis, BTC diperdagangkan di area US$ 19,522, atau turun 2,96% dalam 24 jam terakhir. Titik support terkuat BTC saat ini berada di area US$ 19,3-19,5 ribu. Jika breakdown atau turun dari level tersebut, bukan tidak mungkin BTC anjlok ke area US$ 14,900.

BTC/USDT TF 4 jam. By: Portalkripto/TR

Penurunan ini kembali menegaskan bahwa musim bearish masih mengintai pasar crypto. Meski, sempat membaik selama dua hari ke belakang, namun aktivitas on-chain dan sentimen makro menunjukan bahwa pasar belum baik-baik saja. 

Berdasarkan analisa on-chain, perusahaan analitik blockchain, Glassnode menyebutkan, pasar crypto saat ini tengah berada dalam tekanan yang cukup ekstrem. Kerugian trader di musim ini menjadi paling parah sepanjang masa.

Glassnode mencatat, kondisi harga spot yang diperdagangkan di bawah harga realisasi sebenarnya jarang terjadi. Kondisi ini baru terjadi tiga kali dalam enam tahun terakhir dan lima kali sejak peluncuran Bitcoin pada 2009.

Baca juga: Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai

“Harga spot saat ini diperdagangkan lebih rendah 11,3% dari harga realisasi, menandakan bahwa rata-rata pelaku pasar sekarang berada di bawah posisi saat mereka membeli,” ujar Glassnode.

Sementara itu arus keluar investor institusional di Bitcoin dan sejumlah aset kripto lainnya pun mengalami peningkatan. Coinshares melalui laporan mingguannya mencatat bahwa investor institusional telah menarik keluar aset digital mereka sebanyak US$ 422 juta pada pekan lalu. 

Kondisi ini membuat cemas trader dan investor, di mana menurut Glassnode, fase ini sangat memungkinkan pasar menghadapi kapitulasi atau kondisi di mana investor menyerah dengan keadaan pasar yang merah berkepanjangan. 

“Mengingat durasi dan ukuran bearish yang luas, 2022 dapat dikatakan sebagai bear market paling signifikan dalam sejarah aset digital,” tulis laporan mingguan Glassnode berjudul A Bear of Historic Proportions, yang terbit pada 24 Juni 2022.

Artikel ini telah tayang di Portalkripto.com dengan judul “Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

Continue Reading

Bitcoin News

MicroStrategy Serok Lagi 480 BTC Senilai Rp 148 Miliar

Published

on

MicroStrategy Kembali Serok 480 BTC Senilai Rp 148 Milyar

Perusahaan investasi MicroStrategy kembali menyerok Bitcoin di saat harga aset ini tengah terseok-seok di area US$ 20.000. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini mengumukan telah membeli 480 BTC senilai US$ 10 juta atau sekitar Rp 148 Miliar.

Dalam sebuah surat pengumuman yang dikeluarkan oleh Komisi Sekuritas dan Exchanges (SEC) Amerika Serikat bertitimangsa 29 Juni 2022, MicroStrategy membeli 480 Bitcoin pada periode Mei-Juni 2022, pada titik harga rata-rata US$ 20.817.

“MicroStrategy memperoleh sekitar 480 Bitcoin untuk sekitar US$ 10,0 juta tunai, dengan harga rata-rata sekitar US$ 20.817 per Bitcoin, termasuk biaya dan pengeluaran,” tulis surat tersebut.

Pertanggal 28 Juni 2022, perusahaan ini memilki total aset BTC sebanyak 129.699 keping dengan nilai pembelian US$ 3,98 miliar. Total pembelian aset tersebut dibeli  dengan harga pembelian rata-rata US$ 30.664 perkeping. Artinya, pertanggal 29 Juni 2022,  Microstrategy tengah mengalami kerugian sekitar 34%.

CEO MicroStrategy, Michael Saylor, dikenal sebagai Bitcoin Maximalist. Ia selalu optimis terkait dengan masa depan Bitcoin. Bahkan, ia percaya bahwa Bitcoin bisa menjadi penyelamat di tengah badai ekonomi yang ia percayai bakal segera tiba. 

Baca juga: 4 Dasar Rekt Capital Klaim Bottom Absolut dari Bitcoin (BTC) Sudah Dekat

Saat diwawancarai oleh CNN pada 22 Juni 2022, ia mengatakan: “Bitcoin adalah sekoci, dilempar ke lautan badai, menawarkan harapan kepada siapa pun di dunia yang perlu turun dari kapal mereka yang tenggelam. Kita menyaksikan kelahiran industri baru selama krisis keuangan terburuk dalam hidup kita.”

Saat pembelian BTC oleh Microstrategy, pergerakan Bitcoin sedang dalam fase kritis. Aset kripto ini kembali tersungkur di bawah harga US$ 20.000. Meski dengan cepat memantul kembali ke harga US$ 20.000, pergerakan BTC terpantau sangat melemah. 

BTC Melemah

Analis Portalkripto, Arly Fauzi, mengatakan pergerakan volume BTC terus mengalami penurunan. Menurutnya, dalam kondisi ini Bitcoin berpeluang untuk terkoreksi lebih dalam lagi. 

“​​Untuk saat ini terlihat pergerakan harga Bitcoin sudah mulai melemah, terlihat dari volume yang terus turun, dan Moving Average (MA) 25 yang menunjukan akan cross dengan MA50 nya,” ujarnya.  “Skenario terburuknya apabila pergerakan harga Bitcoin memilih untuk breakdown support-nya, maka target penurunan akan berada pada Support Area sebelumnya pada area harga US$ 17.592-US$ 18.036.”

BTC/USDT 4Hour. By: Arly Fauzi

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 29 Juni 2022: Kripto Bergerak Stagnan

Pelemahan BTC saat ini terkonfirmasi dari aksi jual dan meningkatnya arus keluar investor institusional. Sebelumnya, perusahaan investasi asal Kanada Cypherpunk Holdings (HODL), menjual seluruh kepemilikan aset kripto yang mereka miliki. Langkah ini diambil perusahaan untuk meminimalisir risiko terburuk selama musim dingin kripto ini.

Cypherpunk diketahui menyimpan sejumlah aset kripto diantaranya Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Dalam rilis resminya, mereka telah menjual 205.8209 ETH, senilai US$ 227.000 dan 214.7203 BTC dengan harga sekitar US$ 4,7 juta. Total penjualan dari dua aset kripto teratas tersebut menghasilkan US$ 5 juta.

Artikel ini telah tayang di Portalkripto.com dengan judul “MicroStrategy Kembali Serok 480 BTC Senilai Rp 148 Milyar

Continue Reading

Popular