Blockchain

Ketika NFT Masuk ke Ranah Politik di Korea Selatan

Published

on

Yoon Suk-yeol telah resmi terpilih sebagai Presiden Korea Selatan berikutnya. Sosok Suk-yeol menjadi perhatian dunia, karena sebelumnya punya cara unik kampanye yang modern.

Presiden Korea Selatan terpilih, Yoon Suk-yeol sempat mencetak gambar dan video NFT untuk merayu pemilih muda. Dalam upaya untuk memenangkan pemilihan, Suk-Yeol meluncurkan NFT yang menampilkan gambar dan videonya dan telah mencetak 4.000 token.

Menurut laporan Coingape, Suk-yeol telah mencetak sekitar 4.000 NFT di blockchain AERGO, sementara dia berencana untuk menerbikan 20.000 lagi. NFT tersebut tersedia untuk dijual dengan harga 50.000 won Korea (sekitar Rp 581.949).

Kandidat Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung (kiri) dan Yoon Suk-yeol (kanan). Foto: Blockworks.

Baca juga: Elon Musk Ungkap Alasan Tak Jual Bitcoin, ETH dan Dogecoin saat Inflasi

Bukan yang Pertama

Suk-yeol bukanlah yang pertama dalam perlombaan untuk merayu pemilih muda dengan NFT. Kandidat Partai Demokrat saingannya, Lee Jae-myung, juga telah menerbitkan NFT-nya ke para pendana kampanyenya. Dilaporkan bahwa NFts, Jae-myung mencetak fotonya dan salinan kebijakannya sebagai NFT.

Tidak hanya itum, Jae-myung juga membuka donasi dalam bentuk aset kripto sebagai sumbangan politik. Selain Bitcoin (BTC), pendukung juga dapat memberikan donasi dalam Ethereum (ETH), PayProtocol Paycoin (PCI) dan beberapa kripto lainnya. Sebagai gantinya, pemberi donasi akan menerima NFT.

Ilustrasi Korea Selatan dan Metaverse. Foto: Totalkrypto.

Taruhan Korea Selatan pada Kripto

Patut dipuji bahwa kandidat Presiden Korea Selatan telah melibatkan aset kripto dan NFT dalam proses demokrasi di negara tersebut. Ini memberikan petunjuk bahwa Korea Selatan berencana untuk menjadi pemain kunci dalam ekosistem metaverse.

Namun, Korea Selatan belum mengesahkan undang-undang khusus blockchain sampai sekarang. Di sisi lain, dilaporkan, ada 14 RUU terkait kripto yang beredar di legislatif.

Ini adalah berita positif juga bagi para penggemar kripto karena invasi Rusia ke Ukraina telah membuat pasar berdarah dan masih tidak stabil.

Baca juga: Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular

Exit mobile version