Connect with us

Blockchain

Kenalan dengan CryptoPunk, Salah Satu NFT Termahal yang Pernah Ada

Published

on

tampilan nft cryptopunk

Seperti yang sama-sama kita ketahui, kehadiran NFT telah membawa banyak perubahan pada dunia kesenian. Tak heran, hal ini mendorong masyarakat untuk ikut menyelami dunia NFT ini dan membuat harganya menjadi mahal. Nah, dari sekian banyak NFT yang telah terjual, tentunya ada banyak di antaranya yang mencetak harga sangat tinggi sejak awal kemunculannya, salah satunya adalah CryptoPunk.

Penasaran dengan apa yang ada di balik proyek NFT ini, sehingga bisa mencetak harga hingga puluhan juta Dollar AS? Yuk, simak selengkapnya!

Apa Itu NFT CryptoPunk dan Siapa Penciptanya?

CryptoPunk merupakan sebuah proyek NFT art yang menggambarkan berbagai macam karakter unik dalam bentuk pixel dan terdiri dari 10.000 keping, mengutip Larva Labs. NFT ini dijalankan di jaringan blockchain Ethereum dan pertama kali diterbitkan oleh Matt Hall dan John Watkinson melalui Larva Labs pada 23 Juni 2017.

Gaya seni proyek NFT ini banyak terinspirasi dari budaya punk yang sempat terjadi di wilayah Inggris, tepatnya pada tahun 70-an. Selain itu, ada juga inspirasi dari film Blade Runner yang didominasi oleh aliran cyberpunk, hingga musisi Daft Punk. Dari 10.000 keping tersebut, lebih dari 9.000 keping didominasi oleh potret seseorang dengan berbagai macam gaya, hobi, juga ras dan etnis. Sisanya merupakan hewan seperti kera, lalu zombie, juga alien. Meski terdiri dari berbagai macam karakter yang berbeda, tiap karakternya tetap memiliki pengaruh budaya punk.

Meski masing-masing kepingnya pasti memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain, CryptoPunk dikategorikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan status yang dimiliki pada blockchain. Untuk keping yang sudah tidak dijual memiliki warna background biru, lalu untuk yang dalam kondisi dijual atau bisa dibeli background-nya berwarna merah, dan yang sedang aktif dilelang memiliki background berwarna ungu.

Baca juga: Apa Itu Ethereum? Berikut Panduan Lengkapnya!

Perkembangan Harga CryptoPunk 

Melihat harganya yang kini amat menjulang, ternyata di awal kemunculannya pada tahun 2017, CryptoPunk bisa didapatkan secara gratis di blockchain Ethereum, lho! Setelah itu, mulailah NFT ini dijual dengan rentang harga 1 hingga 34 USD. Harganya pun semakin berkembang seiring berjalannya waktu, di mana para pemiliknya menjual harganya secara besar-besaran. 

Bahkan, hanya selang 1 tahun pada 2018, sudah ada satu keping nft yang terjual seharga 1.700 USD, yaitu “CryptoPunk #8857”. Lalu memasuki bulan September 2021, NFT tersebut berhasil terjual di harga 6.6 juta USD dan berhasil menjadi salah satu CryptoPunk dengan harga termahal. Kejadian serupa juga terjadi pada “CryptoPunk #1417”, di mana pada tahun 2020 harganya masih senilai 2.700 USD saja, tetapi berhasil melonjak hingga lebih dari 200 ribu USD pada 2021!

nft termahal cryptopunk seri 8857
Source: OpenSea – CryptoPunk #8857

Memang, puncak penjualan proyek NFT ini terjadi sepanjang tahun 2021. Melansir Larva Labs, penyumbang penjualan terbesar berasal dari penjualan yang terjadi pada tahun 2021. Mulai dari “CryptoPunk #2140”, “#CryptoPunk #6275”, hingga “CryptoPunk #7804”. Hal ini membuat floor price atau harga pasarannya sudah mencapai lebih dari 215 ribu USD pada 2021, dengan harga terendah yang tersedia saat ini yaitu sekitar 172 ribu USD.

Berkat peningkatan harganya yang tajam ini pula yang menjadikan beberapa keping CryptoPunk sebagai NFT termahal di dunia, di antaranya yaitu “CryptoPunk #9998” seharga 529.77 juta USD, lalu “CryptoPunk #5882” dengan harga 23.58 juta USD, dan “CryptoPunk #4156” senilai 10.35 juta USD melansir DappRadar.

nft termahal cryptopunk seri 9998
Source: OpenSea – CryptoPunk #9998

Spektakuler, bukan? Meski begitu, sebenarnya apa sih yang membuat nft satu ini bisa memiliki harga yang amat mahal? Padahal kan, hanya berupa avatar saja? Nah, berikut sudah kami rangkum empat penyebabnya!

4 Penyebab NFT CryptoPunk Mahal

cryptopunk kreasi larva lab

Termasuk NFT tertua

Hal utama yang membuat CryptoPunk menjadi kian populer dan dibanderol harga hingga puluhan juta USD adalah proyek NFT ini menjadi salah satu proyek yang tertua di blockchain Ethereum. Tepatnya, dirilis pada tahun 2017 alias 5 tahun yang lalu. Hal ini bisa ditelusuri melalui metadata yang selalu dilengkapi oleh CryptoPunk, sehingga seluruh data tercatat dan bisa diakses di blockchain.

Karena telah berada cukup lama, CryptoPunk juga sering dijadikan inspirasi oleh banyak proyek NFT lain yang tak kalah populer, seperti CryptoKitties, Bored Ape Yacht Club, dan Doodles.

Popularitas yang tinggi 

Dikarenakan menjadi salah satu NFT pionir di Ethereum dan dianggap sebagai proyek terpercaya dan potensial, CryptoPunk berhasil menarik perhatian banyak orang. Banyaknya permintaan terhadap NFT inilah yang membuat harganya terus meningkat, sebagaimana teori supply dan demand bekerja. 

Terbukti pada September 2020, penjualan tertingginya hanya mencapai 2.96 juta USD saja per kepingnya. Sementara, satu tahun setelahnya di Agustus 2021, proyek NFT ini mencapai volume transaksi sebesar 680 juta USD! Fantastis, kan?

Sudah tercatat pula nama besar di industri yang telah mengoleksi CryptoPunk, seperti public figure Snoop Dogg dan Jay-Z. Tak hanya itu,  brand besar Visa pun ikut serta dalam euforia CryptoPunk ini, dengan membeli salah satu keping NFT pada Agustus 2021 lalu seharga 150 ribu USD.

tweet dari akun twitter visa
Source: Twitter Visa

Memiliki keunikan

Penyebab lainnya adalah keunikan yang dimiliki oleh CryptoPunk, tentunya dari sisi gaya seni. Seperti yang telah diketahui bersama, tiap NFT CryptoPunk menggambarkan avatar bergaya pixel dengan sosok yang berbeda-beda, mulai dari manusia hingga alien. Pada waktu perilisannya pun, belum ada NFT yang mengusung ide serupa. Dikarenakan dinilai berbeda dari karya seni digital kebanyakan, jadilah CryptoPunk terus menuai popularitas dan menjadi mahal. 

Koleksi terbatas

Selain karena bentuknya sebagai NFT yang tiap kepingnya hanya terdapat satu di blockchain dan tidak bisa digandakan, CryptoPunk juga sengaja merilis edisinya secara terbatas atau limited edition, yaitu sebanyak 10.000 keping saja. Dengan demikian, banyak orang berbondong-bondong untuk membelinya, sebelum harganya melonjak.

Ternyata, bukan tanpa alasan ya harga NFT CryptoPunk bisa melonjak hingga puluhan juta Dollar AS! Pantas saja beberapa keping di antaranya menyandang status NFT termahal yang pernah ada. Lantas, apakah Anda jadi tertarik untuk mendalami dunia NFT? Yuk, langsung daftarkan diri Anda di TokoMall dan cari tahu serba-serbi NFT di Komunitas NFT Tokomall!

Metaverse

Metaverse Fashion Week Akan Kembali Hadir di Tahun 2023

Published

on

Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.

Metaverse Fashion Week (MVFW), event mode serba digital di platform Decentraland, kembali digelar untuk kali kedua pada tahun 2023 mendatang. Edisi kali ini akan dipersenjatai dengan pembelajaran dari edisi pertama untuk membantu brand fashion memanfaatkan dengan lebih baik dari momen semua fitur virtual.

Dikutip Vogue, penambahan utama pada acara MVFW 2023 meliputi jembatan fisik-digital, dukungan untuk brand, dan mungkin yang paling menonjol adalah interoperabilitas antara dunia virtual. Untuk pertama kalinya, MVFW akan memungkinkan koleksi digital bermigrasi di antara platform digital lainnya; selain Decentraland.

Desainer juga dapat tampil di berbagai kluster metaverse, mirip dengan bagaimana event fashion week diselenggarakan di berbagai event organizer, tempat, dan kota. Selain itu, Metaverse Fashion Week 2023 akan menghadirkan utilitas baru.

MVFW23

Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.
Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.

Baca juga: Crypto.com Gandeng Coca-Cola Rilis NFT Piala Dunia FIFA 2022

Peserta MVFW23 yang bertemakan “Future Heritage” akan diumumkan pada bulan Januari 2023, dan Decentraland telah membentuk dewan penasehat untuk memilih desainer yang berpartisipasi; Termasuk perwakilan Institute of Digital Fashion, Fashion3 oleh Mad Global, House of Web3 dan The Fabricant; dan pasar NFT mewah UNXD akan kembali sebagai co-creator.

Miami Fashion Week, yang diakui oleh Council of Fashion Designers of America, akan berpartisipasi dengan pengalaman khusus dan peragaan busana di Luxury Fashion District.

Supermodel MVFW resmi, anggota komunitas DCL Tangpoko, akan menjadi model utama musim ini, dan pemenang musim kedua dari seri HBO Max The Hype, Barth, akan mempersembahkan peragaan busana dan koleksi yang dapat dikenakan.

Perkembangan MVFW

Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.
Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.

Baca juga: Goldman Sachs Alokasikan Dana untuk Berinvestasi di Perusahaan Kripto

Untuk MVFW perdana, yang diadakan di Decentraland pada Maret 2022, merek yang berpartisipasi termasuk Etro, Dundas, Paco Rabanne, Selfridges, Tommy Hilfiger, Guo Pei, Dolce & Gabbana, Philipp Plein, Hogan dan Esteé Lauder, selain startup digital termasuk D- Cave (dari Stefano Rosso dari OTB Group) dan Auroboros. Penyelenggara melaporkan lebih dari 108.000 tamu dan mendistribusikan lebih dari 165.000 perangkat yang dapat dikenakan.

“Pembelajaran terbesar adalah menciptakan lebih banyak waktu bagi merek untuk mengembangkan ide mereka dan menciptakan model bisnis yang lebih berkelanjutan untuk mendistribusikan tanggung jawab di antara lebih banyak studio yang sudah bekerja dengan merek, daripada mencoba melakukan sesuatu dari awal,” kata Head of MVFW, Giovanna Graziosi Casimiro.

Decentraland adalah dunia sosial virtual berbasis blockchain, terdesentralisasi, di mana orang dapat membeli sebidang tanah dan barang digital sebagai NFT. Ruang serba digital menyelenggarakan acara dan ruang permanen, dan pengunjung dapat menjelajah sebagai tamu atau dengan menghubungkan dompet kripto mereka dan menyesuaikan avatar mereka dengan pakaian digital dan banyak lagi, semuanya dijual sebagai NFT.

Continue Reading

Metaverse

Bos Meta Mark Zuckerberg Optimis Metaverse Berpotensi Jangka Panjang

Published

on

CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Michael Nagle/Bloomberg.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan masih memiliki optimisme jangka panjang untuk metaverse. Ungkapannya itu disampaikan untuk menjawab pandang negatif masa depan metaverse di tengah crypto winter.

Pada pertemuan beberapa nama besar di sektor keuangan, Zuckerberg ditanyai tentang meningkatnya kekhawatiran atas Metaverse. Ia juga tidak terpengaruh oleh skeptisisme seputar kondisi model metaverse saat ini.

“Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” kata CEO perusahaan induk Facebook di DealBook Summit pada hari Rabu (30/11).

Zuckerberg mengatakan dia masih optimis tentang metaverse dalam jangka waktu yang lebih lama. Ia mengakui bahwa Meta perlu beroperasi dengan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam waktu dekat karena kesengsaraan ekonomi makro telah memaksa perusahaan untuk mengurangi pengeluaran.

Zuckerberg Rugi dari Metaverse

Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.Getty Images.
Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.

Baca juga: Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

Sejak diumumkan, metaverse telah mendapat banyak penentang dan skeptis. Namun, suara-suara itu tampaknya tidak menembus proses pemikiran CEO Meta yang berbicara dengan gemilang tentang prospek masa depannya.

“Cara kita berkomunikasi menjadi lebih kaya dan mendalam,” kata Zuckerberg. Selanjutnya, dia berbagi bahwa Meta optimis tentang bagaimana platform akan berkembang di sepanjang “lima hingga sepuluh tahun”.

Pernyataan itu pasti memberi pandangan Zuckerberg tetap fokus pada pengembangan metaverse, meski telah menghasilkan kerugian miliaran dolar AS bagi perusahaan.

Fokus Metaverse

Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.
Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.

Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

Pendiri Facebook itu bersikukuh bahwa kemajuan bergerak ke arah yang benar.

“Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” Zuckerberg menyatakan, “Kami memiliki keraguan sepanjang waktu.”

Sebaliknya, dia mengakui bahwa Meta membutuhkan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam jangka pendek. Terutama mengikuti realitas ekonomi yang akan berdampak pada bagaimana platform dikembangkan di tengah keadaan ekonomi makro.

Secara meyakinkan, Zuckerberg berbagi bahwa 80% waktu Meta dihabiskan untuk rangkaian medianya, mengerjakan host aplikasinya, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lainnya. Jadi, sisa waktunya dihabiskan untuk mengembangkan Metaverse.

Continue Reading

Metaverse

Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

Published

on

Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Brandi Mueller | Moment | Getty Images.

Negara Tuvalu mengatakan tidak punya pilihan selain pindah ke metaverse karena terancam tenggelam. Suhu global yang diperkirakan akan meningkat sebanyak 2,8 derajat Celcius pada akhir abad ini, membuat air laut meninggi.

Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe menjelaskan pada KTT iklim COP27 bahwa Tuvalu akan melihat ke arah metaverse untuk melestarikan budaya dan sejarahnya di tengah naiknya permukaan laut.

“Saat tanah kami menghilang, kami tidak punya pilihan selain menjadi negara digital pertama di dunia. Tanah kami, lautan kami, budaya kami adalah aset paling berharga dari rakyat kami. Dan untuk menjaga mereka aman dari bahaya, apa pun yang terjadi di dunia fisik, kami akan memindahkan mereka ke cloud,” kata Kofe dikutip Reuters.

Negara Digital

Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe. Foto: Reuters.
Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe. Foto: Reuters.

Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

Kofe menarik perhatian global pada COP26 tahun lalu ketika dia berpidato di konferensi sambil berdiri setinggi lutut di laut untuk menggambarkan bagaimana Tuvalu berada di garis depan perubahan iklim.

Tuvalu harus bertindak karena negara-negara laing secara global tidak cukup berbuat untuk mencegah perubahan iklim.

Tuvalu akan menjadi negara pertama yang mereplikasi dirinya sendiri di metaverse. Langkah ini mengikuti kota Seoul dan negara kepulauan Barbados yang tahun lalu mengatakan mereka akan memasuki metaverse untuk masing-masing menyediakan layanan administrasi dan konsuler.

“Idenya adalah untuk terus berfungsi sebagai negara dan lebih dari itu untuk melestarikan budaya kita, pengetahuan kita, sejarah kita dalam ruang digital,” kata Kofe kepada Reuters menjelang pengumuman tersebut.

Ancaman Tenggelam

Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Getty Images.
Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Getty Images.

Baca juga: Kelas Kripto: Apa Itu Airdrop?

Tuvalu adalah negara kepulauan yang terdiri dari sembilan pulau yang terletak di antara Australia dan Hawaii. Ini adalah rumah bagi sekitar 12.000 orang. Ilmuwan iklim mengantisipasi seluruh negara Tuvalu akan berada di bawah air pada akhir abad ke-21.

Tuvalu telah lama menjadi penyebab utama risiko perubahan iklim dan naiknya permukaan laut. Hingga 40% dari ibukota distrik berada di bawah air saat air pasang, dan seluruh negara diperkirakan akan terendam air pada akhir abad ini.

Kofe mengatakan dia berharap pembentukan negara digital akan memungkinkan Tuvalu untuk terus berfungsi sebagai sebuah negara bahkan jika itu benar-benar terendam.

Hal ini penting karena pemerintah memulai upaya untuk memastikan bahwa Tuvalu terus diakui secara internasional sebagai sebuah negara dan batas lautnya – dan sumber daya di dalam perairan tersebut – dipertahankan bahkan jika pulau-pulau tersebut terendam.

Continue Reading

Popular