Connect with us

Blockchain

Band Asal Indonesia Mocca Gelar Konser di Metaverse

Published

on

Ilustrasi band Mocca konser di metaverse.

Band asal Indonesia Mocca, mencoba pengalaman baru di teknologi blockchain dengan menggelar konser perdananya di metaverse.

Konser bertajuk ‘Mocca Love Fest’ tersebut akan di gelar pada Sabtu, 23 April 2022, pukul 16.00 WIB. Pihak managemen telah bekerja sama dengan Paras dan Reality Chain untuk melangsungkan konser digital tersebut.

“Aku sebagai vokalis Mocca, jujur sudah sangat tidak sabar untuk tampil di konser metaverse Sabtu ini. Ini akan jadi pengalaman pertama aku dan tim setelah hampir 23 tahun memulai perjalanan di dunia musik,” ujar Arina Ephipania saat jumpa pers virtual belum lama ini.

Baca juga: Webinar: Kiat Jitu Investasi Kripto untuk Pemula Dapatkan Untung

Ilustrasi band Mocca konser di metaverse.
Ilustrasi band Mocca konser di metaverse.

Pada sesi wawancara yang sama, Toma Pratama selaku bassist mengaku jika band mereka memang sejak lama menyukai suatu hal yang baru dan unik. Ia merasa sangat bersyukur dengan kesempatan ini.

Kami senang sekali bisa bikin konsep konser metaverse bersama Paras dan Reality Chain yang di dalamnya seru dibuat seperti event offline.”

Tidak hanya menonton konser, para penonton juga berkesempatan menghadiri pameran NFT bersama Mocca dan artis lain yang mengeluti sektor ini.

Sementara untuk konsep konsernya nanti, Mocca akan tampil live di studio dengan penonton yang mengakses konser dengan mengklik mocca.paras.city. 

Arina kemudian menegaskan jika konser di metaverse yang mereka langsungkan nanti akan berupa live streaming, bukan tapping. Arina cs akan tampil di studio seperti biasa.

Sementara itu, ini bukan pertama kalinya band asal Bandung tersebut terlibat dengan dunia virtual. Sebelumnya, Mocca telah merilis 5 karya NFT untuk membuka langkah mereka di sektor crypto.

Metaverse sendiri memang sudah ramai menjadi wadah acara virtual berlangsung. Sebelumnya, Australia Open hingga peluncuran seri Samsung yang baru juga digelar di sana.

Baca juga: Gandeng Decentraland, Australia Open Digelar Virtual di Metaverse

Sumber

Metaverse

Platform Metaverse Terbesar di Asia, Zepeto Tingkatkan Ekspansi Global

Published

on

Zepeto semakin fokus kembangkan dunia metaverse. Foto: Zepeto.

Platform metaverse terbesar di Asia, Zepeto, meningkatkan ekspansi globalnya untuk bersaing dengan perusahaan besar lainnya untuk kembangkan dunia virtual. Seperti diketahui, banyak perusahaan teknologi yang bertaruh miliaran dolar AS untuk menciptakan dunia metaverse.

Zepeto yang dimiliki oleh grup teknologi Korea, Naver, telah menarik 340 juta pengguna sejak diluncurkan pada 2018. Saat ini dikutip dari laporan Financial Times, pengguna Zepeto didominasi oleh segmen perempuan muda.

Hal tersebut memang bukan kejutan, karena Zepeto fokus pada K-pop dan fashion. Zepeto sendiri telah bernilai lebih dari US$ 1 miliar, dan menarik investasi dari perusahaan hiburan Korea JYP Entertainment, YG Entertainment dan Hybe, serta dari Vision Fund II SoftBank.

“Perjalanan kami masih panjang untuk menjadi pemain yang lebih dominan secara global, tetapi kami sangat berada di jalur yang benar,” kata Head of Business at Naver Z, Ricky Kang.

Ilustrasi avatar Zepeto. Foto: Zepeto.
Ilustrasi avatar Zepeto. Foto: Zepeto.

Baca juga: Penyebab Harga Kripto Terra Luna Classic Melonjak 40%

Ekspansi Metaverse

Zepeto menambahkan ekspansi ke negara di kawasan Amerika Latin, seperti Brasil. Perusahaan juga mengumumkan sedang mengerjakan platform versi bahasa Turki dan Arab sebagai bagian dari dorongan ke Timur Tengah.

Itu datang ketika grup dari induk Facebook Meta hingga Microsoft bertaruh miliaran bahwa metaverse 3D yang digadang-gadang akan menjadi platform teknologi besar berikutnya.

Zepeto dengan cepat menjadi situs terbesar di Asia. Ini memiliki sekitar 15-20 juta pengguna aktif bulanan, terutama di Korea Selatan, Jepang dan China. Dari jumlah tersebut, 70 persen adalah perempuan dan sebagian besar berusia antara 13 dan 21 tahun.

Zepeto pun sudah melakukan kerja sama strategis dengan The Sandbox, dunia virtual game terdesentralisasi terkemuka dan anak perusahaan Animoca Brands. Kedua mitra masing-masing akan menawarkan ruang 3D paralel di lingkungan dunia virtual masing-masing, di mana pengguna dapat bersosialisasi, mengobrol, berinteraksi, dan bersenang-senang, sambil dapat mengakses serangkaian NFT untuk digunakan di The Sandbox yang menampilkan item game Zepeto.

Zepeto jalin kemitraan strategis dengan The Sandbox. Foto: Zepeto.
Zepeto jalin kemitraan strategis dengan The Sandbox. Foto: Zepeto.

Baca juga: Lihat Lebih Dekat NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade

Hambatan

Kang mengakui kesulitan dalam melakukan ekspansi dan mengembangkan metaverse, khususnya dalam mengawasan kebijakan komunitas. Ia mengatakan bahwa Naver Z memiliki program kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi perilaku yang tidak pantas dan call center yang dapat dihubungi pengguna untuk meminta bantuan.

Wi Jong-hyun, seorang profesor bisnis di Universitas Chung-Ang di Seoul, mengatakan perusahaan perlu “untuk membuat langkah-langkah yang lebih keras dan lebih pragmatis.”

“Banyak dari remaja ini benar-benar mengidentifikasi dengan avatar, sehingga mereka terkejut dengan pengalaman online yang tidak menyenangkan ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Blockchain

Ini Wujud Pernikahan Metaverse Pertama di The Sandbox

Published

on

The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.

The Sandbox akhirnya membawa realitas virtual ke level berikutnya dengan memanfaatkan metaverse tidak hanya untuk bermain game, tetapi juga untuk pernikahan. Untuk menggelar momen suci ini, Sandbox bekerja sama dengan 1-Group dan Smobler Studios.

The Sandbox mengadakan pernikahan pertamanya di metaverse-nya secara hybrid, digital dan kehidupan nyata. Ini merupakan lompatan baru dari perkembangan metaverse dan mendobrak tradisi pernikahan di Asia.

 The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.
The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.

Baca juga: The Sandbox Rilis Alpha Season 3 Harapkan Pengguna Bahagia di Metaverse

Pengantin yang menikah di metaverse Sandbox adalah pasangan asal Singapura, Joanne Tham dan Clarence Chan, yang merupakan CEO Bandwagon. Mereka merayakan pernikahan pada hari Sabtu (17/9) dalam tema “disko glam 70-an”, yang berlangsung di replika digital The Alkaff Mansion yang terkenal di Singapura.

Desain Pernikahan Metaverse

Untuk momen spesial ini, arsitektur metaverse dan agensi desain Web3, Smobler Studios, membuat aset melalui The Sandbox yang menciptakan The Alkaff Mansion dan arsitekturnya yang khas.

Sementara, pasangan itu secara fisik hadir di tempat hotel dunia nyata bersama dengan beberapa tamu, avatar digital mereka juga hadir dalam metaverse The Sandbox dan dapat dilihat oleh tamu yang bergabung dari jarak jauh. Acara ini diresmikan oleh salah satu pendiri dan kepala operasi The Sandbox Sebastien Borget dalam bentuk avatar digital.

Baca juga: Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

Setelah ciuman virtual pertama mereka sebagai suami dan istri, pasangan itu keluar dari Metaverse untuk melanjutkan perayaan mereka secara offline.

Pernikahan digital sangat dapat disesuaikan sehingga dapat dibentuk sejauh imajinasi seseorang membawanya. Pasangan dapat mewujudkan impian fantastis mereka di dunia metaverse, semua tanpa biaya yang lebih besar dan batasan pernikahan fisik di dunia pasca pandemi.

Continue Reading

Blockchain

Game NFT Guild of Guardians Mulai Masuk ke Ranah Esports

Published

on

Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.

Guild of Guardians, game NFT berbasis teknologi Web3 kini mulai merambah dunia eSports. Langkah ini akan semakin memajukan game berteknologi Web3 agar bisa dinikmati semua kalangan.

Game Guild of Guardians telah bekerja sama dengan delapan organisasi eSports profesional terbesar dan paling terkemuka di dunia. Tujuan utama kemitraan ini akan membangun masa depan game Web3 dan hiburan digital, serta membuka pra-registrasi Guild of Guardians ke komunitas eSports terbesar di seluruh dunia.

Di bawah kemitraan ini, nama-nama besar eSports, termasuk Cloud9, Fnatic, Navi, Ninjas in Pyjamas, NRG, SK Gaming, T1, dan Team Liquid akan bergabung dengan dunia fantasi Guild of Guardians. Brand eSports mereka akan menjadi karakter yang dapat dimainkan sepenuhnya.

Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.
Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.

Baca juga: Ini Dia Game RPG Blockchain, Guild of Guardians!

Misi Guild of Guardians

Guild of Guardians yang dikembangkan oleh Immutable Games Studio dan Stepico Games ini bisa melanjutkan misi mereka untuk memperluas pasar. Kemitraan bersama delapan organisasi eSports belum pernah terjadi sebelumnya, maka akan ada potensi eksposur jutaan penggemar mereka — selain lebih dari 250.000 pemain yang sudah terdaftar sebelumnya — untuk masa depan game web3.

“Ini adalah kesempatan luar biasa untuk bekerja sama dengan beberapa nama yang paling menonjol dan dikenal di bidang eSports profesional,” kata Vice President and Game Director for Guild of Guardians, Derek Lau dikutip Venturebeat.

Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.
Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.

Baca juga: Game NFT “Guild of Guardians” Raih Pendanaan $ 5,3 juta. Penjualan Tokennya Laris Manis

“GOG adalah RPG tim mobile yang dibuat untuk pemain dan dirancang sebagai game yang sangat mudah diakses, menjadikannya pintu gerbang yang sempurna ke dunia Web3 untuk semua pemain.”

Penggemar eSports akan dapat mendukung tim dan pemain favorit mereka dengan cara baru dan bermakna, dengan mewakili tim favorit mereka dalam game, melalui aset digital, seperti kripto dan NFT.

Dengan kepemilikan aset digital yang sebenarnya, penggemar akan dapat membuat, memiliki, dan memperdagangkannya, selain bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan hadiah.

Continue Reading

Popular