Connect with us

Blockchain

Apa itu Clean NFT pada NFT Marketplace Tezos? Ini Dia Penjelasannya

Published

on

ilustrasi clean nft tezos

Tezos, salah satu blockchain yang juga memprakarsai banyak marketplace NFT yang ada, hadir menjawab masalah umum blockchain yang tidak ramah lingkungan dengan CleanNFT. Ketertarikan pada dampak ekologis NFT telah memperkuat keunggulan relevan yang dimiliki Tezos dibanding jaringan lain, yaitu konsumsi energi yang jauh lebih rendah dan jejak ekologis yang lebih kecil.

Jaringan open-source Tezos adalah blockchain Proof of Stake yang mengonsumsi lebih dari dua juta kali lebih sedikit energi dibanding jaringan Proof of Work lain, seperti Bitcoin atau Ethereum. Rendahnya jejak karbon, berarti Anda dapat mengutamakan inovasi tanpa mengorbankan sustainability.

Properti yang up-to-date memungkinkan jaringannya tetap mampu mengikuti tren yang terus tumbuh dalam ekosistem blockchain, seperti optimasi gas dan NFT. Hal ini tentunya dilakukan untuk meminimalisir kemacetan yang disebabkan oleh kepadatan NFT yang ada di blockchain.

Sebelum membahas mengenai penerapan CleanNFT, kenalan dulu yuk dengan Tezos!

Kenalan dengan Tezos

apa itu tezos

Source: https://tezos.com/build-play-collect/

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Tezos merupakan blockchain yang menggunakan teknologi open-source, di mana tujuannya adalah untuk mengeksekusi transaksi yang terjadi secara peer-to-peer dan juga untuk menerbitkan smart contracts yang salah satunya digunakan dalam dunia kripto. Sudah banyak marketplace NFT yang bergerak di atas blockchain Tezos, di antaranya adalah hic et nunc dan objkt.com. 

Sistem blockchain ini didirikan sepasang suami istri, Kathleen dan Arthur Breitman di tahun 2014 ketika industri kripto dan bitcoin sudah mulai dikenal oleh khalayak ramai. Sistem ini dirancang dengan alasan agar bisa mendukung jaringan yang lebih luas. 

Hal ini yang membuat Tezos berbeda dengan blockchain lainnya, yakni penerapan desentralisasi yang menyeluruh. Tiap pengguna sistem blockchain ini bisa berpartisipasi dalam pengembangan yang dilakukan dalam jaringan blockchain, melalui sebuah tahap yang disebut “Baking”. Tahap ini mengharuskan para penggunanya untuk melakukan staking token, yaitu XTZ sebanyak 8000 keping.

Mengutip CoinMarketCap, harga XTZ saat ini tercatat berada di angka 3.15 USD per kepingnya dengan volume perdagangan sebanyak 93,942,251 USD per tanggal 21 April 2022.

Lalu, apa itu mekanisme CleanNFT yang diterapkan dalam blockchain Tezos?

Apa itu CleanNFT Tezos?

CleanNFT adalah upaya yang digalakkan oleh Tezos melalui NFT, dalam mengurangi konsumsi energi dan membuat praktik blockchain lebih ramah lingkungan. Dengan CleanNFT, energi yang digunakan validator berada di kisaran 60MWh di setiap tahunnya.

Hal inilah yang membedakan blockchain Tezos dengan blockchain lain, di mana pada Ethereum penggunaan energi tahunannya diperkirakan sekitar 26TWh. Jumlah ini setara dengan konsumsi energi tahunan Ekuador dengan penduduk 17 juta orang.

Selain itu, biaya bahan bakar yang rendah memberikan pengalaman pengguna yang mulus dan bebas kemacetan. Hal ini memungkinkan siapa saja untuk meng-host, mencetak dan memperdagangkan NFT dengan hambatan minim.

Berbeda dengan blockchain Ethereum yang banyak terjadi kemacetan akibat padatnya pasar NFT dalam beberapa waktu belakangan, aksesibilitas, dan biaya di blockchain Ethereum dan jaringan lain yang berkaitan. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap aplikasi, sampai-sampai merusak reputasi ekosistem secara keseluruhan.

Beberapa contoh proyek NFT yang telah menerapkan CleanNFT antara lain adalah Ziggurats oleh Mike Shinoda pada Desember 2021 lalu, McLaren pada bulan Januari 2022, hingga yang paling terbaru adalah NFT kepunyaan Papa John’s Pizza yang diluncurkan pada Maret 2022 kemarin. 

nft giveaway dari papa john's

Source: https://www.nfthotbag-papajohns.com/index.html

Tingginya Peminat Tezos Seiring Diperkenalkannya CleanNFT

ilustrasi nft marketplace

Sosialisasi CleanNFT Tezos nampaknya membuahkan hasil. Sebab, tujuh dari sepuluh tempat jual-beli NFT di blockchain mengalami peningkatan dalam hal pengguna aktif. Tingginya peminat Tezos seiring diperkenalkannya CleanNFT tidak terlepas dari menariknya mekanisme yang ditawarkan, yakni pencetakan NFT yang ramah lingkungan serta biaya gas yang murah. 

Mendukung pernyataan tersebut, terbukti dengan adanya dua marketplace NFT Tezos terkemuka, yaitu hic et nunc dan Kalamint, mengalami peningkatan cukup besar, kurang lebih hingga 380%, baik dalam dompet aktif yang terhubung dengan mereka maupun volume transaksi.

Selain itu, terjadi pula kenaikan paling signifikan yang dialami oleh marketplace FX Hash, dengan dompet aktif mengalami pertumbuhan lebih dari 14% mendekati angka 5.000.

Marketplace NFT Tezos lainnya, yaitu objkt.com pun berhasil menarik volume perdagangan terbanyak, lebih dari 10.000 dompet aktif yang menyelesaikan lebih dari 93.000 transaksi dengan volume 3,3 juta USD.

Apa Saja Kelebihan CleanNFT?

ilustrasi token nft

Berikut tiga kelebihan CleanNFT pada marketplace NFT Tezos:

  1. Ramah lingkungan

Ramah lingkungan adalah kelebihan utama CleanNFT pada marketplace NFT Tezos. Sementara seluruh transaksi Ethereum butuh energi yang hampir sama dengan yang digunakan dua rumah tangga Amerika per hari, Tezos menggunakan mekanisme Proof of Stake sehingga bisa menghemat penggunaan energi. CleanNFT pada marketplace NFT Tezos paham bahwa sangat penting untuk menghindari bertambahnya emisi karbon demi menjaga lingkungan.

  1. Murah

CleanNFT pada marketplace NFT Tezos juga bisa dibilang murah. Sebab, biaya transaksi atau gas fee sekitar 0,0004 XTZ (sekitar 0,0023 USD). Dengan begitu, NFT dengan nilai berapa pun, tidak peduli besar atau kecil, sangat mungkin ditransaksikan dengan mudah dan murah. Kelebihan ini tentu sangat membantu bagi pemula yang NFT-nya mungkin hanya bernilai beberapa Dollar.

Baca juga: Ketahui Alasan Kenapa Gas Fee Mahal dan Cara Kerjanya

  1. Dukungan komunitas yang kuat

CleanNFT pada marketplace NFT Tezos juga memiliki dukungan komunitas kuat, seperti grup Hic Et Nunc Reddit dan Discord dengan 680 redditor dan saluran Discord dan channel Kalamint di Telegram. Dengan memiliki komunitas, khususnya di sekitar NFT, yang ramai dan ramah. Anda bahkan bisa mengajukan pertanyaan di Twitter dan mendapatkan jawabannya segera. Dengan begitu, Anda akan menjadi lebih paham mengenai Tezos dan NFT yang ada di platform

Jadi, CleanNFT adalah istilah yang digunakan oleh komunitas seniman dari seluruh dunia untuk menggambarkan NFT dari platform yang menawarkan mekanisme Proof of Stake, yang telah diterapkan sebagai platform yang dirancang berkembang melalui mekanisme tata kelola on-chain. Anda tertarik juga terjun ke dunia NFT? Untuk Anda para kreator NFT, jangan lupa tawarkan karya-karya Anda di TokoMall sebagai Official Partner. Gabung juga Komunitas TokoMall di Discord dan Telegram!

Blockchain

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023, Indonesia?

Published

on

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.

Bank sentral Jepang telah merencanakan uji coba central bank digital currency (CBDC) dengan tiga bank besar pada tahun 2023. Peluncuran percontohan akan sejalan dengan eksperimen awal CBDC sebelumnya selama satu tahun yang akan berakhir pada April 2023.

Uji coba ini akan memeriksa apakah infrastruktur beroperasi dengan baik untuk mengantisipasi bencana alam dan gangguan tanpa koneksi internet. Eksperimen ini juga akan mengeksplorasi bagaimana setoran dan penarikan dapat bekerja dengan Yen Digital.

Jika semua berjalan lancar sesuai rencana, Bank sentral Jepang dapat melanjutkan dan merilis CBDC Yen Digital pada tahun 2026.

Ekplorasi CBDC

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

Sebelumnya, Gubernur Bank of Japan mengatakan pada Mei 2022 bahwa, meskipun Bank of Japan belum memutuskan apakah akan meluncurkan CBDC, namun pihaknya akan terus mengembangkan infrastruktur mata uang digital yang aman dan mulus di negara tersebut.

CBDC adalah versi digital mata uang fiat suatu negara—seperti dolar AS atau euro yang didukung oleh bank sentral. CBDC adalah aset digital, tetapi berbeda dari Bitcoin, Ethereum, atau Dogecoin.

China jauh di depan permainan — beberapa warganya saat ini sudah dapat berbelanja dengan Yuan Digital. Sementara itu, Bahama meluncurkan CBDC sendiri pada tahun 2020.

CBDC di Indonesia

Bank Indonesia terus mengembangkan CBDC atau yang akan dikenal sebagai Rupiah Digital. BI juga bersiap mengeluarkan Whitepaper pengembangan CBDC di akhir tahun 2022.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

Whitepaper pengembangan digital rupiah berisi laporan mengenai latar belakang dan rencana pengembangan CBDC. Penerbitan Whitepaper ini merupakan sebuah bentuk komunikasi kepada publik terkait rencana pengembangan Rupiah Digital serta untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

BI melihat pertumbuhan aset kripto dan CBDC memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi dalam sistem keuangan walaupun dengan berbagai risiko yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perekonomian.

Sebagian besar bank sentral di dunia terdorong untuk mengembangkan CBDC yang bertujuan mendukung mandat penguatan kebijakan moneter, tidak serta merta hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pembayaran.

Continue Reading

Blockchain

Binus University Jadi Kampus Indonesia Pertama yang Hadir di Metaverse

Published

on

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Binus University bakal menjadi kampus pertama Indonesia yang hadir di metaverse. Konsep teknologi dunia virtual kini sangat menarik untuk dikembangkan pada sektor pendidikan.

Dilansir dari situs resminya, Binus University mengambil langkah besar dalam mendukung metaverse, dibuktikan dengan terjalinnya kolaborasi strategis dengan PT WIR Asia Tbk (WIR Group) yang merupakan perusahaan pengembang teknologi berbasis AR/VR karya anak bangsa, untuk menjadi salah satu bagian dalam pembangunan Nusameta.

“Dalam waktu dekat, prototype kita melalui BINUSMAYA versi 9 akan berbentuk Metaverse dan akan kita jalankan bersama dengan Nusameta. Artinya memang proses pembelajaran berbasis gamification tadi ke depan menjadi hal yang wajib dan itu menjadi tuntutan zamannya generasi muda sekarang,” kata Prof. Meyliana.

Teknologi Metaverse

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.
Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Baca juga: Hong Kong Kembangkan Kampus Metaverse Pertama, Ijazah NFT

Prof. Meyliana menjelaskan pihaknya akan terus mengembangkan kurikulum sesuai dengan kemajuan teknologi metaverse untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Binus University memiliki visi untuk menjadi Perguruan Tinggi Indonesia berkelas dunia yang dapat membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan.

Binus University bersama WIR Group membangun Nusameta, yang merupakan ekosistem metaverse yang menampilkan teknologi AR, VR dan AI di Indonesia diharapkan dapat mempermudah pengguna untuk merasakan pengalaman unik yang imersif, menggali potensi dan berbagai benefit.

Stephen Ng, Chief Executive Officer Nusameta, anak perusahaan WIR Group, menyatakan apreasiasinya terhadap Binus yang telah memilih WIR Group sebagai mitra dalam mengembangkan Eduverse.

“Masuknya BINUS dalam dunia web3 dan metaverse menambah daftar panjang sektor pendidikan, riset, dan penelitian yang memanfaatkan teknologi web3 dan metaverse untuk pengembangan berbagai lini dalam sistem pendidikan di kampus, serta kemampuan sumber daya manusia,” ujar Stephen.

Majukan Dunia Pendidikan

Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.
Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.

Baca juga: Kenal Jagat Nusantara Metaverse IKN yang Diresmikan Presiden Jokowi

Binus merupakan kampus pertama di Indonesia yang telah hadir di dunia virtual Nusameta yang telah di launching pada acara G20 kemarin. Harapannya dengan hadirnya Binus di Nusameta dapat memajukan dunia pendidikan ke depannya.

Kehadiran Binus University di Nusameta ini menampilkan kehidupan mahasiswa di kampus Binus. Avatar-avatar yang diciptakan bisa berinteraksi. Binus metaverse ini dirancang oleh tim Binus terdiri dari 10 dosen dan 15 mahasiswa. Adapun target utama Binus di ruang virtual ini adalah para mahasiswa Binus, alumni, dosen dan diperluas ke masyarakat.

Pengembang teknologi digital berbasis AR/VR memiliki kapabilitas yang kuat, selain karena rekam jejaknya dalam menghadirkan teknologi metaverse di berbagai negara di dunia telah terbukti, juga telah mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan Metaverse Indonesia.

Continue Reading

Blockchain

JP Morgan Resmi Daftarkan Merek Dagang untuk Layanan Wallet Kripto

Published

on

JPMorgan: Kasus FTX Buka Regulasi Aset Kripto Dipercepat.

JP Morgan telah mendaftarkan merek dagang untuk wallet atau dompet digital dan layanan pemrosesan aset kripto terkait. Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk kripto, tetapi juga dapat diterapkan pada layanan keuangan lainnya.

Menurut pengajuan ke U.S. Patent and Trademark Office, JP Morgan mengajukan merek dagang untuk “JP Morgan Wallet” pada Juli 2020. Kemudian, pengajuan akhirnya disetujui pada 15 November 2022.

Dokumen merek dagang menunjukkan bahwa itu dapat diterapkan pada layanan online, termasuk pemrosesan pembayaran aset kripto, transfer elektronik dan pertukaran mata uang virtual.

Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk layanan kripto. Ini juga dapat diterapkan untuk layanan keuangan lainnya, termasuk rekening giro virtual, pembayaran Automated Clearing House (ACH), pemrosesan cek elektronik, dan pembayaran tagihan.

Terobosan JP Morgan

menyimpan aset kripto di wallet kripto
lustrasi crypto wallet.

Baca juga: Genesis Terancam Bangkrut Potensi Kirim Bitcoin ke Titik Rendah Baru

Meskipun JP Morgan belum menerapkan merek dagang ke crypto wallet yang lengkap, ia telah membuat beberapa terobosan ke dalam industri blockchain selama beberapa bulan terakhir.

Pada tanggal 2 November, perusahaan melakukan pertukaran mata uang internasional menggunakan blockchain Polygon. Transaksi tersebut dilakukan dengan dua bank asal Singapura, DBS Bank dan SBI Digital Asset Holdings.

Selain itu, JP Morgan bermitra dengan Visa pada 11 Oktober lalu. Kemitraan tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan produk blockchain JP Morgans Liink dengan jaringan B2B Connect Visa.

Kuat di Industri Kripto

JP Morgan juga diketahui telah melakukan transaksi on-chain yang melibatkan penyelesaian aset BlackRock, membuka ruang di dunia virtual Decentraland berbasis blockchain, dan mengomentari The Merge Ethereum baru-baru ini.

Raksasa perbankan terus mengoperasikan berbagai lini produk terkait aset kripto, termasuk jaringan blockchain Onyx dan stablecoin pribadinya, JPM Coin.

Perkembangan tersebut, meski tidak terkait langsung dengan berita hari ini, akan menempatkan bank pada posisi yang kuat untuk memperluas layanan kripto di bawah merek dompet barunya.

Baca juga: Bappebti Tinjau Ulang Daftar Aset Kripto Legal di Indonesia

Continue Reading

Popular