Connect with us

NFT

Chef Arnold Diprotes Netizen Twitter, Sebut Exit Liquidity NFT Karafuru?

Published

on

Chef Arnold diprotes netizen Twitter sebab harga NFT Karafuru turun. Foto: Instagram/@arnoldpo.

Artis Arnold Poernomo atau yang akrab dikenal Chef Arnold sedang menjadi pusat perhatian komunitas non-fungible token (NFT) di Indonesia. Pria yang menjadi juri MasterChef Indonesia ini diprotes netizen karena memberikan pernyataan yang dianggap kontrovesial mengenai beberapa project NFT harganya turun, termasuk NFT Karafuru.

Awal mula kehebohan ini berawal dari seseorang pengguna akun Twitter @laihoo_vai membalas salah satu tweet Chef Arnold dan bertanya pendapatnya mengenai nasib sejumlah project NFT yang turun harganya.

“NFT gimana chef? terlihat sepertinya almost dead nih, transaksi juga banyak yang minus hahah, transaksi juga banyak yang minus hahah, karafuru -90%, PXN -99%, Irukandji gaada transaksi samsek 1 minggu kebelakang,” tulis @laihoo_vai dalam cuitannya yang kini telah dihapus.

Ilustrasi tweet Chef Arnold yang bikin heboh netizen di twiiter. Foto: Screenshot Twitter @ArnoldPoernomo.
Ilustrasi tweet Chef Arnold yang bikin heboh netizen di twiiter. Foto: Screenshot Twitter @ArnoldPoernomo.

Baca juga: Event NFT Bira Siap Digelar, Ajang Kumpul Pegiat Web3 dan Blockchain

Chef Arnold pun membalas cuitan itu dengan mengatakan permintaan maafnya jika netizen @laihoo_vai menjadi exit liquidity.

“Ya sorry kalau anda jadi exit liquidity kita,” balas Arnold dalam cuitannya.

Exit liquidity sendiri dalam dunia NFT dan aset kripto disebut bisa terjadi, jika ada investor kecil atau yang biasa disebut “shrimp” membeli NFT atau token kripto yang dijual oleh investor besar (whale) dengan harga yang tinggi, tetapi kemudian harga aset tersebut itu terus menyusut.

Investor besar berhasil meraup untung karena telah menjual sebagian asetnya karena telah lama masuk, sementara investor kecil mengalami kerugian, karena telat membeli.

Chef Arnold Pendukung NFT Karafuru

Jawaban Chef Arnold itu rupanya memancing pro dan kontra oleh netizen. Beberapa di antarnya banyak yang menyindir cuitan Arnold dan membantah argumen tersebut.

Beberapa pengikut Chef Arnold di Twitter menyebut “exit liquidity” seperti penipuan. Mereka menilai endorse NFT yang dilakukan figur publik dan komunitas bisa menciptakan tren fear of missing out (FOMO) yang bisa menyesatkan dan merugikan.

Chef Arnold sendiri pernah mengaku membeli sebuah koleksi NFT Karafuru pada 5 Februari 2022, atau sehari setelah NFT tersebut dirilis. Pengumuman itu disampaikan melalui cuitannya di Twitter.

Ilustrasi project NFT Karafuru. Foto: Karafuru.
Ilustrasi project NFT Karafuru. Foto: Karafuru.

Baca juga: Cara Posting dan Buat IG Stories NFT di Instagram

Tidak diketahui berapa harga NFT Karafuru yang dibeli Chef Arnold, namun pada saat itu floor price project seniman lokal itu masih cukup tinggi dengan menggunakan pembayaran aset kripto, Ethereum.

Karafuru merupakan kolaborasi antara Urban Sneakers Society (USS), Museum of Toys, dan ilustrastor WD Willy. NFT asli Indonesia ini dikeluarkan pertama kali pada 4 Februari 2022 dengan total koleksi 5.555 NFT dipasarkan di OpenSea.

Karafuru diklaim sempat menjadi salah satu project NFT asal Indonesia terlaris di OpenSea. Menurut NFT Price Floor, harga dasar atau floor price tertinggi NFT Karafuru sepanjang masanya di 3,6 ETH pada awal peluncurannya.

Harga NFT Karafuru Anjlok

Floor price NFT Karafuru telah anjlok hingga 43,72% dalam sebulan terakhir. NFT tersebut saat ini diperdagangkan dengan harga terendah 0,22 ETH di OpenSea.

Namun menariknya setelah muncul cuitan Chef Arnold itu, volume perdagangan harian NFT Karafuru terpantau naik 45,20% sekarang berkisar di US$ 8.667 per hari. Tapi menurut CryptoSlam, harga tersebut masih turun tajam dari titik tertingginya di US$ 26.881.883 pada 11 Februari 2022 lalu.

Saat ini, market NFT memang sedang mengalami penurunan, sejalan dengan situasi pasar kripto yang crash. Floor price NFT Bored Ape Yacht Club (BAYC) saja bahkan ikut anjlok ke level terendahnya di tahun ini.

Floor price NFT BAYC saat ini berada di kisaran angka 67,89 ETH, terendah sejak 2 Januari 2022. Menurut data CoinGecko, harga itu terus turun setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di 153,7 ETH pada 1 Mei lalu.

Blockchain

Game NFT Guild of Guardians Mulai Masuk ke Ranah Esports

Published

on

Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.

Guild of Guardians, game NFT berbasis teknologi Web3 kini mulai merambah dunia eSports. Langkah ini akan semakin memajukan game berteknologi Web3 agar bisa dinikmati semua kalangan.

Game Guild of Guardians telah bekerja sama dengan delapan organisasi eSports profesional terbesar dan paling terkemuka di dunia. Tujuan utama kemitraan ini akan membangun masa depan game Web3 dan hiburan digital, serta membuka pra-registrasi Guild of Guardians ke komunitas eSports terbesar di seluruh dunia.

Di bawah kemitraan ini, nama-nama besar eSports, termasuk Cloud9, Fnatic, Navi, Ninjas in Pyjamas, NRG, SK Gaming, T1, dan Team Liquid akan bergabung dengan dunia fantasi Guild of Guardians. Brand eSports mereka akan menjadi karakter yang dapat dimainkan sepenuhnya.

Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.
Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.

Baca juga: Ini Dia Game RPG Blockchain, Guild of Guardians!

Misi Guild of Guardians

Guild of Guardians yang dikembangkan oleh Immutable Games Studio dan Stepico Games ini bisa melanjutkan misi mereka untuk memperluas pasar. Kemitraan bersama delapan organisasi eSports belum pernah terjadi sebelumnya, maka akan ada potensi eksposur jutaan penggemar mereka — selain lebih dari 250.000 pemain yang sudah terdaftar sebelumnya — untuk masa depan game web3.

“Ini adalah kesempatan luar biasa untuk bekerja sama dengan beberapa nama yang paling menonjol dan dikenal di bidang eSports profesional,” kata Vice President and Game Director for Guild of Guardians, Derek Lau dikutip Venturebeat.

Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.
Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.

Baca juga: Game NFT “Guild of Guardians” Raih Pendanaan $ 5,3 juta. Penjualan Tokennya Laris Manis

“GOG adalah RPG tim mobile yang dibuat untuk pemain dan dirancang sebagai game yang sangat mudah diakses, menjadikannya pintu gerbang yang sempurna ke dunia Web3 untuk semua pemain.”

Penggemar eSports akan dapat mendukung tim dan pemain favorit mereka dengan cara baru dan bermakna, dengan mewakili tim favorit mereka dalam game, melalui aset digital, seperti kripto dan NFT.

Dengan kepemilikan aset digital yang sebenarnya, penggemar akan dapat membuat, memiliki, dan memperdagangkannya, selain bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan hadiah.

Continue Reading

NFT

Epic Games Rilis Game NFT Blankos Block Party

Published

on

Game NFT, Blankos Block Party mulai tersedia di Epic Games Store pada 28 September 2022. Foto: Mythical Games.

Epic Games, pencipta di balik Fortnite, telah mendaftarkan game berbasis NFT pertama di toko mereka, Blankos Block Party. Game Web3 tersebut adalah game berbasis NFT pertama yang diluncurkan di platform marketplace, Epic Games Store.

Dikutip Watcher Guru, Mythical Games meluncurkan versi beta untuk Blankos Block Party pada tahun 2020. Menurut studio, game tersebut telah mengumpulkan lebih dari satu juta pemain hingga saat ini.

Tentang Blankos Block Party

Blankos Block Party berjalan di Platform Mythical studio, yang dibangun di atas protokol blockchain EOS.IO, tetapi memiliki jembatan ke jaringan NFT terkemuka Ethereum. Blankos Block Party akan tersedia di Epic Games Store pada 28 September mendatang.

Game NFT, Blankos Block Party mulai tersedia di Epic Games Store pada 28 September 2022. Foto: Mythical Games.
Game NFT, Blankos Block Party mulai tersedia di Epic Games Store pada 28 September 2022. Foto: Mythical Games.

Baca juga: Starbucks NFT Segera Hadir Bisa Kasih Reward Menarik, Apa Itu?

Blankos Block Party memungkinkan pengguna bermain dan berkolaborasi dalam dunia online yang penuh warna, dan terinspirasi oleh budaya mainan desainer/vinil. NFT digunakan dalam game untuk mewakili item unik seperti desain dan aksesori avatar, yang dapat dibeli dan dijual melalui fitur marketplace di dalam game.

Sejak diluncurkan, game ini telah membawa sejumlah brand dan artis untuk edisi terbatas, termasuk Burberry, Atari, dan musisi Deadmau5. Namun, memiliki NFT tidak diperlukan untuk memainkan game. NFT adalah token blockchain yang mewakili kepemilikan suatu item, termasuk barang video game seperti karakter, senjata, dan tanah virtual.

Bukan Game NFT Terakhir Epic Games

Game ini tidak akan menjadi game berbasis NFT terakhir yang diluncurkan di Epic Games. Pengembang Gala Games sebelumnya mengumumkan bahwa game buatannya akan menjadi game NFT pertama di Epic Games. Namun, hingga saat ini belum tersedia.

Epic Games Store, yang mengklaim lebih dari 194 juta total pengguna pada akhir tahun 2021, telah mengambil pendekatan yang berbeda untuk game Web3 dari saingan utamanya, Steam Valve. Musim gugur yang lalu, Valve mengatakan bahwa pengembang tidak dapat mempublikasikan game di Steam yang menggunakan NFT atau aset kripto dengan cara apa pun.

Ilustrasi Epic Games yang mendukung NFT. Foto: Epic Games.
Ilustrasi Epic Games yang mendukung NFT. Foto: Epic Games.

Baca juga: 10 NFT Sepak Bola Termahal, Ada Cristiano Ronaldo?

Sebagai tanggapan, pendiri dan CEO Epic Games Tim Sweeney men-tweet bahwa sementara studio sendiri tidak berencana untuk menggunakan teknologi NFT atau Web3, namun akan memungkinkan pembuat lain untuk menggunakannya selama mereka mematuhi aturan dan pedoman pasar.

“Epic Games Store akan menyambut game yang menggunakan teknologi blockchain asalkan mereka mengikuti undang-undang yang relevan, mengungkapkan persyaratan mereka, dan diberi peringkat usia oleh grup yang sesuai,” tweet-nya.

“Meskipun Epic tidak menggunakan kripto dalam permainan kami, kami menyambut inovasi di bidang teknologi dan keuangan.”

Continue Reading

Ethereum News

The Merge Ethereum Sukses: NFT Gas Fees Jadi Murah?

Published

on

Ilustrasi NFT CryptoPunks. Sumber: Dia Dipasupil | Getty Images.

The Merge Ethereum akhirnya resmi selesai pada Kamis (15/9) siang lalu. Peristiwa itu membawa Ethereum ke era baru yang bisa memberikan dampak besar bagi market kripto dan NFT, khususnya soal gas fees.

Salah satu hal yang paling ditanyakan dan ditunggu adalah apakah The Merge akan menjadikan minting NFT bisa dapat gas fees yang lebih murah di jaringan blockchain Ethereum?

Ethereum sendiri kini telah pindah ke mekanisme verifikasi Proof-of-Stake (PoS), yang disebut-sebut menggunakan energi setidaknya 99 persen lebih sedikit daripada blockchain yang beroperasi di bawah mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW).

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: BREAKING: The Merge Ethereum Sukses, Market Kripto Bangkit?

Apakah Gas Fees Ethereum akan Turun?

Ada bukti kuat dari blockchain yang beroperasi di bawah model PoS, yakni Tezos yang memberikan gas fees yang lebih murah untuk minting NFT. Dengan pergeseran Ethereum ke model PoS yang lebih efisien, beberapa pengguna mengharapkan keuntungan efisiensi blockchain NFT untuk menurunkan gas fees yang harus dibayar seseorang untuk setiap transaksi di jaringan.

Sayangnya, bukan itu masalahnya. The Merge hanya mengubah mekanisme keseluruhan. Peristiwa itu tidak memperluas kapasitas jaringan, sehingga tidak akan ada penurunan gas fees yang signifikan.

Ini adalah salah satu kesalahpahaman paling populer tentang The Merge. Peristiwa migrasi jaringan Ethereum telah mengubah keseluruhan algoritma konsensus dan tidak memperluas kapasitas jaringan.

Namun, ada beberapa solusi penskalaan yang akan diterapkan pada tahap selanjutnya untuk mengatasi tantangan khusus ini.

NFT pertama di Ethereum setelah The Merge. Foto: thetransition.wtf.
NFT pertama di Ethereum setelah The Merge. Foto: thetransition.wtf.

Baca juga: Starbucks NFT Segera Hadir Bisa Kasih Reward Menarik, Apa Itu?

Gas Fees Pertama Setelah The Merge

Untuk membukti seberapa besar gas fees yang dikenakan pasca The Merge, seseorang telah melakukan minting NFT ketika 17 detik setelah peristiwa tersebut.

Dalam kasus khusus ini, seorang pengguna menghabiskan 36 ETH senilai sekitar US$ 60.000 (Rp 895 juta) dengan tarif saat ini untuk mencetak NFT pertama di jaringan Ethereum berbasis PoS.

NFT tersebut menampilkan maskot panda Ethereum dan merupakan bagian dari koleksi 100 buah di pasar NFT OpenSea. Koleksi NFT diberi nama “The Transition.”

Terlepas dari label Edisi, NFT menunjukkan detail tentang The Merge Ethereum, seperti stempel waktu, nomor blok, dan tingkat kesulitan.

Continue Reading

Popular