Altcoin News

5 Altcoin yang Patut Dipantau untuk Siklus Pasar Berikutnya

Menurut Tim Research Tokocrypto, meski lima altcoin ini memiliki narasi kuat, pasar altcoin ke depan kemungkinan tidak akan mengangkat semua token secara merata.

Published

on

Pasar kripto masih bergerak sideways dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah analis bahkan membandingkan kondisi saat ini dengan fase pelemahan pasar pada 2020.

Namun, fase reset seperti ini juga sering dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mulai melakukan riset terhadap proyek yang memiliki narasi jangka panjang.

Di tengah sentimen pasar yang masih penuh kehati-hatian, beberapa altcoin dinilai tetap menarik karena terkait dengan tren besar seperti artificial intelligence, tokenisasi, adopsi institusional, dan real-world utility.

Bear Market Sering Jadi Fase Akumulasi

Ketika pasar melemah, banyak investor cenderung menjauh dari aset berisiko. Namun, dalam siklus sebelumnya, fase seperti ini sering menjadi periode ketika proyek berkualitas mulai kembali diperhatikan.

Dilaporkan Coinpedia, Analis menilai bahwa tidak semua altcoin akan bertahan. Sebagian besar token yang hanya mengandalkan hype berisiko kehilangan relevansi.

Sebaliknya, proyek dengan use case jelas, adopsi nyata, dan keterkaitan dengan tren besar berpeluang menjadi kandidat kuat untuk siklus berikutnya.

1. Bittensor (TAO): Infrastruktur AI Terdesentralisasi

Bittensor (TAO) menjadi salah satu altcoin dengan narasi kuat di sektor artificial intelligence.

Proyek ini berfokus pada infrastruktur AI terdesentralisasi, berbeda dari blockchain tradisional yang hanya memproses transaksi.

Bittensor menggunakan mekanisme “proof of useful work”, di mana peserta jaringan diberi reward karena berkontribusi pada pekerjaan AI yang berguna.

TAO dan Tren AI Jangka Panjang

Saat ini, ekosistem Bittensor terdiri dari 128 subnet yang berfokus pada berbagai produk dan aplikasi AI.

Dengan AI dan robotics diperkirakan menjadi salah satu tema investasi terbesar dalam dekade ini, Bittensor dianggap memiliki posisi menarik dalam narasi tersebut.

Jika permintaan terhadap infrastruktur AI terdesentralisasi terus meningkat, TAO berpotensi menjadi salah satu aset yang diuntungkan.

2. Ethereum (ETH): Pemimpin Tokenisasi

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 24 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.

Ethereum (ETH) tetap menjadi salah satu aset utama dalam narasi tokenisasi.

Adopsi institusional terhadap Ethereum terus berkembang, terutama ketika perusahaan besar mulai mengeksplorasi tokenized assets seperti saham, obligasi, ETF, dan stablecoin.

Beberapa institusi besar seperti BlackRock, Franklin Templeton, JPMorgan, dan Morgan Stanley disebut semakin aktif dalam tren tokenisasi.

Aktivitas Jaringan Ethereum Tetap Kuat

Ethereum mencatat 13,2 juta monthly active users dan lebih dari 200 juta transaksi pada kuartal pertama 2026.

Angka ini menunjukkan bahwa Ethereum tetap menjadi salah satu jaringan paling aktif dalam ekosistem crypto.

Jika tokenisasi aset tradisional terus bergerak on-chain, Ethereum kemungkinan tetap menjadi salah satu pusat utama dari transformasi tersebut.

Baca Juga: Tensor Naik 75%, TNSR Reli karena Rotasi Altcoin

3. Solana (SOL): Alternatif Cepat untuk Tokenisasi

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 24 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.

Solana (SOL) juga dinilai sebagai salah satu blockchain yang dapat diuntungkan dari tren tokenisasi.

Jaringan ini dikenal karena kecepatan tinggi dan biaya transaksi yang relatif rendah, sehingga sering dipandang cocok untuk aplikasi keuangan real-world, programmable money, dan penggunaan institusional.

Sejumlah pelaku industri kini mulai melihat Solana bersama Ethereum sebagai dua jaringan utama yang berpotensi memimpin adopsi tokenisasi.

Stablecoin dan Adopsi Institusional Jadi Katalis

Pertumbuhan stablecoin dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur on-chain dapat menjadi katalis jangka panjang bagi Solana.

Jika penggunaan stablecoin terus berkembang dan institusi mencari jaringan yang cepat serta efisien, SOL bisa mendapat manfaat dari peningkatan aktivitas jaringan.

Namun, Solana tetap perlu membuktikan ketahanan jaringan dan konsistensi adopsi jangka panjang untuk mempertahankan posisi kompetitifnya.

4. Chainlink (LINK): Infrastruktur Data untuk Ekonomi Tokenisasi

Chainlink (LINK) menjadi salah satu proyek infrastruktur penting dalam ekonomi tokenisasi.

Ketika aset tradisional mulai bergerak on-chain, blockchain membutuhkan data yang akurat, aman, dan dapat dipercaya.

Chainlink menyediakan oracle, data feeds, dan solusi interoperabilitas yang membantu menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan ekosistem blockchain.

LINK sebagai Middleware Institusional

Analis menilai Chainlink berpotensi menjadi middleware penting bagi adopsi institusional.

Dalam dunia tokenized assets, data harga, identitas aset, settlement, dan koneksi lintas jaringan menjadi komponen yang sangat penting.

Jika semakin banyak institusi menggunakan blockchain untuk aset dunia nyata, kebutuhan terhadap infrastruktur seperti Chainlink dapat terus meningkat.

5. Hyperliquid (HYPE): Bukti Product-Market Fit

Hyperliquid (HYPE) menjadi contoh proyek yang tidak hanya bergantung pada narasi besar, tetapi juga menunjukkan product-market fit.

Proyek ini mendapat perhatian karena pertumbuhan adopsi dalam pasar decentralized trading dan meningkatnya aktivitas pengguna.

Dalam kondisi pasar yang semakin selektif, proyek dengan penggunaan nyata cenderung lebih menarik dibanding token yang hanya mengandalkan hype.

HYPE dan Pertumbuhan Decentralized Trading

Hyperliquid berada di sektor yang kompetitif, tetapi memiliki potensi jika aktivitas decentralized trading terus meningkat.

Permintaan terhadap platform trading on-chain yang cepat, efisien, dan likuid dapat menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan HYPE.

Jika Hyperliquid mampu mempertahankan user activity dan memperluas ekosistemnya, token ini dapat tetap menjadi salah satu aset yang dipantau dalam siklus berikutnya.

Altcoin Season Berikutnya Bisa Lebih Selektif

Menurut Tim Research Tokocrypto, meski lima altcoin ini memiliki narasi kuat, pasar altcoin ke depan kemungkinan tidak akan mengangkat semua token secara merata.

“Altcoin season berikutnya bisa lebih selektif, di mana hanya proyek dengan fundamental, revenue, utility, dan adopsi nyata yang mendapat perhatian lebih besar,” ujarnya.

Tren seperti AI, tokenisasi, stablecoin, infrastruktur data, dan decentralized trading dapat menjadi tema utama yang menentukan pemenang siklus berikutnya.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version