Academy
Asal Mula Proof of Reserves (PoR) Dunia Kripto Ternyata Gara-Gara Ini!
Proof of Reserves (PoR) telah menjadi salah satu inovasi krusial di dunia kripto, yang tidak hanya meningkatkan transparansi tapi juga melindungi investor dari risiko kebangkrutan exchange.
Dalam artikel ini, akan mengulas asal mula PoR, mulai dari akar masalahnya hingga kasus terbaru yang membuat PoR jadi standar baru di dunia kripto–mulai dari krisis Mt. Gox, hingga kejatuhan FTX.

Daftar Isi
Munculnya Ide Proof of Reserves
Industri kripto dimulai dengan janji desentralisasi dan kebebasan dari institusi tradisional, tapi realitasnya sering kali melibatkan exchange terpusat yang menyimpan aset pengguna. Pada awal 2010-an, exchange seperti Mt. Gox mendominasi pasar Bitcoin, tapi pada 2014, platform ini kolaps karena kehilangan sekitar 850.000 BTC akibat hack dan manajemen buruk.
Kejadian ini membuat banyak investor kripto sadar, mengenai kurangnya bukti bahwa exchange benar-benar memegang aset yang diklaim ada dan aman di kantong mereka–sehingga mendorong lahirnya diskusi perihal transparansi.
Paper yang berjudul “Beware the Middleman: Empirical Analysis of Bitcoin-Exchange Risk” jadi salah satu dokumen pertama yang membahas Proof of Reserves (PoR) sebagai mekanisme transparansi di dunia kripto–fokusnya untuk membandingkan cadangan aset (assets) dengan liabilitas pengguna (liabilities) dengan kriptografis, sehingga exchange bisa membuktikan solvabilitas mereka.
Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?
Penerapan Proof of Reserves Pertama
Tahun 2014 menjadi momen bersejarah ketika Kraken, salah satu exchange kripto tertua, menjadi yang pertama menerapkan PoR secara praktis.
Audit dilakukan oleh Stefan Thomas menggunakan variasi metode Merkle Tree yang diusulkan oleh Greg Maxwell. Metode ini memungkinkan verifikasi individu tanpa memindahkan dana, sehingga mengurangi risiko.
Hasilnya, Kraken membuktikan bahwa cadangan Bitcoin mereka melebihi liabilitas pengguna, yang menjadi standar baru untuk transparansi.
Alasan Kenapa Proof of Reserves Jadi Standar Exchange

Proof of Reserves (PoR) benar-benar menjadi standar exchange di seluruh dunia setelah kolapsnya FTX pada 2022, di mana exchange FTX ternyata diam-diam menggunakan dana nasabah untuk menutup kerugian Alameda Research, membiayai investasi berisiko, membeli properti mewah di Bahama, serta donasi politik.
Akibat penyalahgunaan ini, FTX mengalami kerugian miliaran dolar, banyak aset pengguna yang hilang dan FTX dinyatakan bangkrut. Founder FTX, Sam Bankman-Fried (SBF), pun dipenjara 25 tahun di Amerika Serikat setelah dinyatakan bersalah atas tujuh tuduhan penipuan dan konspirasi terkait runtuhnya FTX.
Belajar dari pengalaman tersebut, Binance di bawah kepemimpinan CZ (Changpeng Zhao) mendorong seluruh exchange untuk mulai mengadopsi Proof of Reserves (PoR) berbasis Merkle Tree. Inovasi pun terus berkembang, termasuk penerapan zero-knowledge proofs (ZK proofs) yang menjaga privasi sekaligus memastikan bukti solvabilitas tanpa harus membuka detail penuh.
Exchange lokal resmi seperti Tokocrypto pun sudah lama menerbitkan Proof of Reserves (PoR) miliknya yang bisa diakses langsung oleh publik. Tokocrypto menerapkan verifikasi berbasis Merkle Tree dan zk-SNARKs untuk memastikan audit cadangan aset lebih akurat sekaligus menjaga privasi.
Menurut CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, fitur PoR yang dimiliki oleh Tokocrypto memungkinkan pengguna untuk melakukan self-verification untuk memastikan saldo mereka tercatat dalam perhitungan, dengan prinsip cakupan aset 1:1.
Baca juga: Tokocrypto Publikasikan Proof of Reserves, Aset Pengguna Tumbuh 2x
Apa Manfaat dari Proof of Reserves?
- Tata Kelola yang Baik: Menunjukkan bahwa exchange memiliki tata kelola yang rapi dan transparan.
- Mencegah Penyelewengan Dana: Membuat praktik fractional reserves (menyimpan cadangan kurang dari kewajiban) hampir mustahil disembunyikan. Ini melindungi industri dari skandal seperti FTX.
- Sinyal Kepercayaan Publik: Memberikan bukti langsung kepada nasabah bahwa dana mereka benar-benar ada, bukan sekadar klaim.
Jika kamu ingin mulai berinvestasi atau trading aset kripto, pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku dan dilengkapi dengan Proof of Reserves (PoR) seperti Tokocrypto.
Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!
Bagaimana Cara Melihat Proof of Reserves?

Data PoR dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi https://www.tokocrypto.com/id/proof-of-reserves, kamu juga bisa kunjungi laman Tutorial Cara Cek Proof Of Reserves Tokocrypto atau untuk tutorial lebih lengkap cara melakukan verifikasi data Merkle Tree simak video berikut:
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News7 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi ke $92.617, Isyaratkan Pertarungan
-
Academy4 days agoRiset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?
-
Market5 days agoJPMorgan Tancap Gas di Blockchain, JPM Coin Siap Beroperasi
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $90.585, Tekanan Terasa

