Altcoin News

Adopsi Meledak, Harga SOL di Ujung Tanduk? Ini Sinyal Bahayanya

Published

on

Harga Solana (SOL) masih bergerak dalam tren naik secara umum, namun risiko koreksi jangka pendek kian menguat. Di tengah lonjakan adopsi jaringan yang signifikan, tekanan jual dari pemegang lama justru mulai mendominasi pergerakan harga.

Data on-chain menunjukkan pertumbuhan jaringan Solana yang sangat pesat. Sejak awal Januari, jumlah alamat baru yang aktif bertransaksi melonjak tajam. Bahkan, dalam satu hari tercatat lebih dari 8 juta alamat baru bergabung ke jaringan Solana.

Minat Investor Solana tinggi

Dikutip BeInCrypto, lonjakan ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap ekosistem Solana, yang didorong oleh aktivitas DeFi, maraknya memecoin, serta aplikasi berkecepatan tinggi.

Masuknya jutaan alamat baru biasanya diartikan sebagai tambahan modal segar yang dapat meningkatkan likuiditas dan memperkuat harga aset. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada pergerakan harga SOL saat ini.

Baca juga: ETF Tembus US$1,2 Miliar, Solana Dibidik Naik hingga US$168

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berdasarkan data perubahan posisi di bursa (exchange position change), tekanan dari pemegang lama Solana terlihat semakin kuat. Minat beli dari investor jangka panjang mulai melemah, sehingga tidak mampu mengimbangi arus penjualan yang muncul. Situasi ini mengindikasikan bahwa sebagian pemegang lama tengah mengurangi eksposur atau bersiap melepas kepemilikan mereka.

Ketika pasokan dari investor lama lebih besar dibandingkan permintaan baru, harga cenderung mengalami pelemahan. Kondisi ini memperbesar peluang terjadinya penurunan harga dalam waktu dekat.

Analisis Teknikal Solana

Secara teknikal, harga Solana saat ini berada di kisaran USD 144 dan bergerak dalam pola ascending wedge sejak awal bulan. Pola ini dikenal sebagai sinyal lanjutan bearish yang kerap diakhiri dengan penurunan harga. Jika pola tersebut terkonfirmasi, SOL berpotensi terkoreksi hingga sekitar 9,5 persen dengan target penurunan di area USD 129.

Dalam skenario awal, penembusan ke bawah berpeluang membawa harga menuju level USD 136. Apabila level ini gagal bertahan, tekanan jual bisa berlanjut hingga mendekati USD 130, yang diperkirakan menjadi area minat beli berikutnya.

Meski demikian, skenario bearish ini belum sepenuhnya pasti. Jika sentimen pasar membaik dan tekanan jual mereda, Solana masih berpeluang memantul dari garis bawah pola tersebut. Penembusan ke atas level USD 146 dapat menjadi sinyal penguatan baru. Bahkan, jika momentum berlanjut, harga SOL berpotensi naik menuju area USD 151 dan membatalkan potensi koreksi yang saat ini mengancam.

Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version