Bitcoin News

Aksi Borong Rp16 Triliun: Strategy Agresif Amankan 4% Suplai Bitcoin.

Strategy, kembali menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar. Kali ini, perusahaan tersebut membeli 13.927 BTC.
Tim Research Tokocrypto sebut langkah Strategy menunjukkan keyakinan kuat terhadap Bitcoin sebagai aset jangka panjang.

Published

on

Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar. Kali ini, perusahaan tersebut membeli 13.927 BTC senilai sekitar 1 miliar dolar AS, memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Dengan pembelian terbaru ini, total kepemilikan Strategy kini mencapai 780.897 BTC, atau sekitar 3,8% dari total suplai Bitcoin yang beredar. Angka ini jauh melampaui perusahaan lain, dengan pemegang korporasi terbesar berikutnya hanya memiliki sekitar 43.000 BTC.

Strategi Akumulasi Tetap Agresif

Dikutip BeInCrypto, pembelian dilakukan pada harga rata-rata 71.902 dolar AS per Bitcoin. Secara keseluruhan, Strategy telah menginvestasikan sekitar 59,02 miliar dolar AS dalam Bitcoin, dengan harga rata-rata pembelian di kisaran 75.577 dolar AS.

Langkah ini menunjukkan konsistensi strategi jangka panjang perusahaan, bahkan di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. Sebelumnya, Michael Saylor juga memberi sinyal melalui unggahan “Think Bigger”, yang sering diasosiasikan dengan aksi beli baru.

“Langkah Strategy menunjukkan keyakinan kuat terhadap Bitcoin sebagai aset jangka panjang, bahkan ketika harga masih berada di bawah rata-rata akumulasi mereka,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Namun, mereka juga menyoroti risiko dari strategi ini. “Eksposur yang sangat besar terhadap satu aset membuat perusahaan sangat bergantung pada pergerakan harga Bitcoin ke depan,” tambahnya.

Baca juga: Saat Dunia Memanas, Michael Saylor Justru Siap Borong Bitcoin Lagi?

Model Keuangan yang Bergantung pada BTC

Menariknya, Strategy mengungkap bahwa harga Bitcoin hanya perlu naik sekitar 2,05% per tahun agar perusahaan dapat menutup kewajiban dividen tanpa perlu menerbitkan saham baru. Saat ini, perusahaan memiliki cadangan yang diperkirakan mampu menopang pembayaran dividen hingga hampir 49 tahun.

Pendanaan untuk pembelian Bitcoin sebagian besar berasal dari instrumen keuangan seperti preferred stock (STRC), yang menawarkan imbal hasil sekitar 11,5% per tahun. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli BTC tambahan.

Di balik agresivitasnya, Strategy juga menghadapi tekanan. Perusahaan melaporkan kerugian belum terealisasi sebesar 14,5 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2026 akibat penurunan harga Bitcoin sekitar 20%.

Meski demikian, perusahaan tetap mencatat BTC Yield sebesar 5,6% sepanjang tahun berjalan, yang digunakan sebagai indikator performa strategi mereka.

Masih Rugi, Tapi Tetap Tambah Posisi

Dalam satu bulan saja, Strategy membeli sekitar 46.000 BTC, jauh melampaui produksi miner global yang hanya sekitar 16.200 BTC pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan menyerap suplai Bitcoin jauh lebih cepat dibandingkan penciptaan koin baru.

Kapasitas pendanaan yang masih besar, lebih dari 57 miliar dolar AS, Strategy dinilai masih memiliki ruang untuk terus melanjutkan akumulasi.

Tren saat ini, sejumlah analis memperkirakan Strategy berpotensi mencapai kepemilikan 1 juta BTC pada akhir 2026. Namun, pencapaian tersebut tetap bergantung pada akses perusahaan terhadap pendanaan dan kondisi pasar.

Untuk saat ini, pendekatan Saylor tetap konsisten: terus mengakumulasi Bitcoin, terlepas dari kondisi pasar jangka pendek.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version