Bitcoin News
Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 2,19% ke US$61.464, Perkuat Momentum!
Berdasarkan analisa harga BTC hari ini, kenaikan harga Bitcoin sebesar 2,19% dalam 24 jam terakhir memperlihatkan bahwa momentum bullish masih berlanjut.
Analisa harga BTC hari ini kembali menunjukkan performa positif raja kripto pada perdagangan 24 jam terakhir.
Berdasarkan data pasar terkini, harga Bitcoin hari ini berada di level US$61.464,69 atau naik sekitar 2,19% dibandingkan sehari sebelumnya.
Penguatan ini memperlihatkan bahwa minat beli terhadap aset kripto terbesar di dunia masih terjaga di tengah upaya pasar melanjutkan pemulihan.
Kenaikan harga tersebut turut mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi sekitar US$1,232 triliun, sementara volume perdagangan dalam 24 jam mencapai US$38,09 miliar.
Tingginya likuiditas dan aktivitas transaksi menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi aset utama yang menjadi perhatian investor global.
Momentum positif ini juga memperkuat performa mingguan BTC. Setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lebih konsisten, meski masih berada jauh dari rekor harga tertingginya.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke US$65.828
Daftar Isi
Bitcoin Bertahan di Atas Level Psikologis US$61.000
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran US$60.038,26 hingga US$62.117,87 menurut laporan Tokocrypto pada Jumat (3/7).
Harga saat ini mampu bertahan di atas level psikologis US$61.000, yang menjadi salah satu area penting bagi pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.
Meski dalam satu jam terakhir BTC terkoreksi tipis sekitar 0,04%, tekanan jual tersebut belum mengubah tren positif yang terbentuk sepanjang hari.
Jika dibandingkan dengan all-time high (ATH) di US$126.198,07, harga Bitcoin saat ini masih berada sekitar 51% di bawah puncaknya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ruang pemulihan masih cukup besar apabila sentimen pasar kripto terus membaik dalam beberapa bulan ke depan.
Kinerja Mingguan Menguat, Namun Koreksi Bulanan Masih Terlihat
Performa Bitcoin dalam jangka pendek mulai menunjukkan perbaikan. Dalam tujuh hari terakhir, BTC berhasil mencatat kenaikan sekitar 5,22%, menandakan momentum bullish mulai kembali terbentuk.
Namun, jika dilihat dalam periode yang lebih panjang, Bitcoin masih mencatatkan pelemahan. Selama 30 hari terakhir, harga BTC turun sekitar 7,77%.
Dalam 60 hari, koreksinya mencapai 23,02%, sedangkan dalam 90 hari terakhir masih melemah sekitar 8,01%.
Data tersebut mengindikasikan bahwa reli yang terjadi saat ini mulai mengurangi tekanan yang sebelumnya mendominasi pasar, meski belum sepenuhnya menghapus koreksi jangka menengah.
Bagi investor, kondisi ini menjadi sinyal bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase transisi. Jika momentum beli terus berlanjut, peluang memasuki tren naik yang lebih kuat akan semakin terbuka.
Volume Perdagangan Tetap Tinggi
Selain kenaikan harga, aktivitas perdagangan Bitcoin juga tetap menunjukkan kekuatan.
Volume transaksi harian mencapai sekitar US$38,09 miliar, mencerminkan tingginya partisipasi investor di pasar.
Dalam analisis pasar, kenaikan harga yang didukung volume perdagangan besar biasanya dianggap lebih sehat karena menunjukkan bahwa reli tidak hanya dipicu oleh transaksi dalam jumlah kecil, tetapi juga mendapat dukungan dari investor yang lebih luas.
Kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai US$1,232 triliun, sedangkan Fully Diluted Valuation (FDV) berada di kisaran US$1,291 triliun.
Sementara itu, jumlah Bitcoin yang telah beredar mencapai sekitar 20,05 juta BTC, atau sekitar 95,48% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.
Karakteristik suplai yang terbatas ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat Bitcoin sering dipandang sebagai aset penyimpan nilai (store of value) dalam jangka panjang.
Sentimen Investor Mulai Membaik
Penguatan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir mencerminkan membaiknya sentimen investor terhadap aset digital.
Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, pergerakan BTC biasanya menjadi indikator utama arah pasar secara keseluruhan.
Ketika Bitcoin bergerak naik, altcoin seperti Ethereum, Solana, hingga XRP sering kali ikut memperoleh dorongan positif.
Oleh karena itu, stabilnya harga BTC di atas US$61.000 menjadi perkembangan yang cukup diperhatikan oleh pelaku pasar.
Meski demikian, volatilitas masih menjadi karakter utama pasar kripto. Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga bank sentral, kondisi ekonomi global, hingga arus dana ke produk investasi berbasis Bitcoin tetap berpotensi memengaruhi arah harga dalam jangka pendek.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke US$65.828
Prospek Harga Bitcoin
Secara teknikal, area US$62.000 menjadi level resistensi terdekat yang sedang diuji Bitcoin.
Apabila BTC mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang melanjutkan penguatan menuju area yang lebih tinggi akan semakin terbuka.
Sebaliknya, jika terjadi aksi ambil untung, area US$60.000 diperkirakan menjadi support psikologis yang penting.
Selama harga tetap bertahan di atas zona tersebut, struktur pemulihan jangka pendek dinilai masih terjaga.
Berdasarkan analisa harga BTC hari ini, kenaikan harga Bitcoin sebesar 2,19% dalam 24 jam terakhir memperlihatkan bahwa momentum bullish masih berlanjut.
Didukung volume perdagangan yang tinggi, kapitalisasi pasar yang kembali menguat, serta performa positif dalam sepekan terakhir, Bitcoin kini memiliki peluang untuk memperpanjang reli apabila sentimen positif di pasar kripto terus bertahan.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
