Market

Anomali USDC: Aktivitas Meledak, Tapi Saldo di Bursa Anjlok!

Pergerakan USDC di jaringan Ethereum menunjukkan dinamika yang cukup uni.
Tim Research Tokocrypto melihat kondisi ini mencerminkan pergeseran fungsi USDC di pasar saat ini.

Published

on

Pergerakan USDC di jaringan Ethereum menunjukkan dinamika yang cukup unik. Di satu sisi, aktivitas pengguna meningkat tajam dalam setahun terakhir. Namun di sisi lain, supply dan likuiditas di exchange justru terus menurun, menciptakan sinyal yang berbeda bagi pasar.

Aktivitas Jaringan Meningkat Tajam

Dilaporkan CryptoQuant, data menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif USDC (ERC20) melonjak dari sekitar 78.800 menjadi 210.300 sejak April 2025, atau naik sekitar 167%. Selain itu, jumlah transaksi juga meningkat dari 283.600 menjadi 633.000, mencerminkan pertumbuhan sekitar 123%.

Kondisi ini menandakan bahwa penggunaan USDC di jaringan tetap tinggi, baik untuk transaksi, pembayaran, maupun aktivitas dalam ekosistem DeFi.

Namun, meskipun aktivitas meningkat, volume transfer dalam 30 hari terakhir justru mengalami penurunan sekitar 2,6% dan berada di bawah rata-rata 30 harinya. Artinya, aktivitas masih ada, tetapi tidak sedang dalam fase ekspansi yang agresif.

Baca juga: Sinyal Bullish? Cadangan USDC Kembali Sentuh $7 Miliar!

Supply Menyusut, Likuiditas Exchange Menurun

Dari sisi supply, jumlah USDC yang beredar turun dari sekitar 40,7 miliar menjadi 35,3 miliar dalam setahun terakhir, atau berkurang sekitar 13,2%. Bahkan, angka ini masih sekitar 32,2% di bawah puncak siklus sebelumnya di level 52 miliar.

Lebih penting lagi, indikator Exchange Supply Ratio kini berada di sekitar 0,0948, turun 12,6% dalam 30 hari terakhir dan berada di bawah rata-rata pergerakan 30 hari.

Data netflow juga mengonfirmasi tren ini, dengan arus keluar bersih dari exchange mencapai sekitar 824 juta USDC dalam 30 hari terakhir. Ini menunjukkan bahwa lebih banyak USDC yang ditarik keluar dibandingkan yang masuk ke exchange.

Penurunan Supply

Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi ini mencerminkan pergeseran fungsi USDC di pasar saat ini. “Aktivitas yang tinggi menunjukkan USDC masih digunakan, tetapi penurunan supply di exchange mengindikasikan bahwa dana lebih banyak digunakan di luar spot market, seperti DeFi, pembayaran, atau penyimpanan di wallet pribadi,” jelas tim tersebut.

Mereka menambahkan bahwa ini bukan sinyal akumulasi di exchange, melainkan redistribusi likuiditas. “Pasar tidak sedang mengumpulkan USDC untuk trading dalam jumlah besar, tetapi lebih ke arah penggunaan utilitas. Ini berbeda dengan fase di mana stablecoin masuk ke exchange sebagai ‘dry powder’ untuk membeli aset kripto,” tambahnya.

Tim Research Tokocrypto juga menilai bahwa kondisi ini mencerminkan fase pasar yang cenderung wait and see. “Likuiditas masih ada, aktivitas tetap berjalan, tetapi belum ada dorongan kuat untuk masuk ke market secara agresif. Ini menunjukkan pelaku pasar masih menunggu konfirmasi arah berikutnya,” tutupnya.

Baca juga: Solana dalam Sorotan: Sentimen Terendah dan Tantangan di Depan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version