Connect with us

Academy

Apa Itu Perdagangan Valas?

Published

on

Apa Itu Perdagangan Valas? Sumber: Binance Academy.

Perdagangan valas adalah aktivitas di pasar keuangan yang melibatkan pembelian dan penjualan mata uang serta derivatif valas. Pasar valas adalah pasar terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan likuiditasnya.

Berbagai pelaku seperti pialang, bisnis, pemerintah, dan pelaku ekonomi lainnya menggunakan pasar ini untuk memfasilitasi perdagangan internasional dan juga tujuan spekulasi.

Pasar valas terdiri dari pasangan mata uang fiat dan harga pasar yang terkait. Pasangan mata uang ini diperdagangkan dalam lot, dengan lot standar berisi 100.000 unit mata uang dasar pasangan tersebut. Namun, tersedia juga ukuran lot yang lebih kecil dengan ukuran di bawah 100 unit.

Para pedagang di pasar valas umumnya menggunakan leverage untuk meningkatkan jumlah yang dapat mereka investasikan dengan modal yang tersedia.

Mereka juga dapat mengelola risiko dengan menggunakan instrumen seperti forward dan swap untuk berdagang pasangan mata uang dengan harga yang telah ditentukan di masa mendatang. Dengan menggabungkan instrumen tersebut dengan strategi dan produk perdagangan lainnya, pedagang valas dapat mengeksplorasi beragam peluang investasi.

Pendahuluan

Meskipun Anda mungkin tidak secara langsung terlibat dalam perdagangan valas, pasar mata uang internasional memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun dampak penurunan di pasar saham mungkin tidak selalu terlihat jelas, perubahan nilai mata uang dapat berdampak pada harga barang dan jasa. Ketika Anda melakukan perjalanan ke luar negeri, Anda juga perlu menukar mata uang dan membayar berdasarkan kuotasi dan nilai tukar mata uang saat itu.

Advertisement

Valas merupakan kelas aset yang berbeda dari saham, komoditas, dan obligasi. Memahami perbedaannya akan membantu kita memahami mengapa pasar valas begitu besar dan mengapa ada kebutuhan akan pasar valas yang benar-benar global.

Apa itu Valas?

Perdagangan valas, juga dikenal sebagai perdagangan FX (foreign exchange/valuta asing), adalah proses pembelian dan penjualan mata uang yang berdaulat serta produk valas lainnya. Ketika Anda menukar mata uang di bank atau tempat penukaran uang, nilai tukar yang diberlakukan ditentukan oleh kondisi pasar valas.

Pergerakan nilai tukar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, peristiwa global, suku bunga, politik, dan lainnya. Hal ini membuat valas menjadi pasar yang sangat likuid dan memiliki volume perdagangan terbesar dibandingkan dengan pasar keuangan lainnya.

Pasar valas melibatkan dua aktivitas utama, yaitu transaksi ekonomi untuk memfasilitasi perdagangan internasional, dan perdagangan spekulatif.

Bagi perusahaan dan entitas lain yang beroperasi di pasar internasional, kegiatan pembelian dan penjualan mata uang asing merupakan bagian dari kewajiban mereka. Pasar valas memainkan peran penting dalam memungkinkan mereka mendapatkan kembali dana atau membeli barang di luar negeri.

Para spekulan juga memiliki peran yang signifikan dalam perdagangan valas. Mereka melakukan perdagangan dengan volume tinggi dalam jangka pendek, memanfaatkan fluktuasi kecil dalam harga mata uang.

Pasar valas menyediakan berbagai peluang arbitrase bagi para spekulan, dan inilah salah satu faktor yang menyebabkan volume perdagangan yang besar di pasar ini.

Advertisement

Terdapat juga pedagang yang mencari peluang jangka panjang, seperti perubahan suku bunga. Fluktuasi yang signifikan dalam nilai mata uang dapat disebabkan oleh peristiwa ekonomi dan geopolitik.

Dengan membeli mata uang saat ini dan menyimpannya, pedagang dapat menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Selain itu, mereka juga dapat menggunakan kontrak futures untuk mengunci nilai tukar di masa depan, memperkirakan pergerakan pasar, dan melakukan spekulasi.

Perdagangan valas mungkin lebih menantang bagi individu dengan modal yang lebih kecil. Tanpa meminjam uang atau memiliki modal awal yang besar, sulit untuk terlibat dalam arbitrase dan perdagangan jangka pendek. Oleh karena itu, sebagian besar volume perdagangan di pasar valuta asing dilakukan oleh bank dan lembaga keuangan internasional.

Apa itu pasangan valas?

Pasar valas merupakan tempat di mana pasangan mata uang diperdagangkan untuk menentukan harga relatif antara keduanya. Jika Anda telah berpengalaman dalam perdagangan aset kripto, konsep pasar valas akan terasa cukup familiar.

Dalam sebuah pasangan valas, mata uang pertama yang tercantum adalah mata uang dasar, sementara mata uang kedua adalah mata uang kuotasi, yang sering disebut sebagai mata uang lawan. Mata uang kuotasi dinyatakan sebagai nilai yang berkaitan dengan satu unit mata uang dasar.

Sebagai contoh, GBP/USD menunjukkan harga £1 yang dikuotasi dalam USD. Angka tersebut, seperti 1,3809, mengindikasikan bahwa £1 memiliki nilai $1,3809. GBP/USD adalah salah satu pasangan yang sering diperdagangkan dan dikenal sebagai “kabel”. Nama ini berasal dari kabel transatlantik pada abad ke-19 yang digunakan untuk mengirimkan tarif ini antara bursa di London dan New York.

Ada banyak pasangan mata uang yang likuid dalam perdagangan valas. Beberapa pasangan dengan volume perdagangan tertinggi termasuk USD/JPY, GBP/USD, USD/CHF, dan EUR/USD. Pasangan-pasangan ini dikenal sebagai pasangan utama dan terdiri dari dolar AS, yen Jepang, poundsterling Inggris, franc Swiss, dan euro.

Mengapa orang berdagang valas?

Perdagangan valas bukan hanya tentang spekulasi semata. Bank, bisnis, dan pihak lain yang memerlukan akses ke mata uang asing terlibat dalam perdagangan valas untuk memfasilitasi transaksi internasional.

Advertisement

Perusahaan juga menggunakan perdagangan valas sebagai bentuk lindung nilai (hedging) untuk menetapkan biaya pertukaran mata uang di masa depan. Pemerintah juga menggunakan pasar valas untuk membangun cadangan devisa dan mencapai tujuan ekonomi, termasuk pengaturan nilai tukar atau peningkatan impor/ekspor.

Ini alasan pasar valas menarik bagi para pedagang:

1. Leverage memungkinkan pedagang dengan modal kecil untuk berinvestasi dengan jumlah yang lebih besar daripada modal yang mereka miliki secara langsung.

2. Biaya masuk yang rendah, karena Anda dapat membeli mata uang dalam jumlah kecil. Dalam perdagangan saham, Anda mungkin harus mengeluarkan ribuan dolar untuk memulai, sementara dalam pasar valas, Anda bisa memulai dengan investasi sekitar $100.

3. Anda dapat melakukan perdagangan hampir setiap saat, karena pasar valas beroperasi sepanjang waktu. Pasar hanya tutup pada akhir pekan, tetapi masih ada peluang perdagangan setelah jam kerja di platform-platform tertentu.

4. Likuiditas yang tinggi dalam pasar valas, dengan spread bid-ask yang rendah.

5. Terdapat produk standar seperti opsi (options) dan kontrak berjangka (futures). Pedagang juga dapat melakukan penjualan jangka pendek (shorting) pasar valas, bukan hanya membeli dan menjual di harga spot saat ini.

Advertisement

Di mana orang berdagang valas?

Berbeda dengan saham yang diperdagangkan di bursa saham pusat seperti NYSE atau NASDAQ, perdagangan valas terjadi di seluruh dunia.

Peserta pasar dapat berhubungan langsung satu sama lain melalui perdagangan di luar bursa (over-the-counter/OTC) atau melalui jaringan bank dan pialang di pasar antarbank.

Mengawasi perdagangan mata uang internasional dapat menjadi sulit karena peraturan yang berbeda di setiap negara. Meskipun banyak yurisdiksi memiliki lembaga pengawas untuk perdagangan di pasar domestik mereka, jangkauan pasar valas yang global membatasi kekuasaan lembaga tersebut.

Meskipun Anda mungkin perlu memperoleh lisensi atau menggunakan jasa pialang yang diatur untuk berdagang valas, ini tidak menghalangi pedagang untuk menggunakan pasar lain yang lebih tidak teregulasi.

Empat zona utama, yaitu New York, London, Tokyo, dan Sydney, menghasilkan sebagian besar volume perdagangan valas. Karena pasar valas tidak memiliki lokasi fisik sentral, Anda dapat menemukan pialang yang dapat membantu Anda berdagang valas di seluruh dunia.

Ada berbagai pilihan platform pialang online yang tersedia, dan sebagian besar dari mereka menawarkan layanan secara gratis.

Anda tidak akan dikenai komisi langsung, tetapi pialang valas akan mengambil perbedaan antara harga yang mereka tawarkan dan harga pasar yang sebenarnya.

Advertisement

Jika Anda baru memulai, pilihlah pialang yang memungkinkan Anda berdagang dengan lot mikro. Ini adalah cara yang lebih mudah diakses untuk memulai berdagang valas.

Apa yang membuat perdagangan valas unik?

Perdagangan valas memiliki beberapa aspek yang membuatnya unik dari pasar keuangan lainnya, yaitu:

  1. Jangkauan geografis yang luas. Terdapat 180 mata uang asing yang diakui di seluruh dunia, menciptakan pasar valas di hampir setiap negara.
  2. Tingkat likuiditas yang tinggi dan volume perdagangan yang besar.
  3. Harga pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk politik, kondisi ekonomi, spekulasi, arus dana, dan lainnya.
  4. Buka hampir 24 jam sehari, 5 hari seminggu. Karena pasar valas tidak sepenuhnya terpusat, terdapat hampir selalu sesi perdagangan yang tersedia. Pasar hanya tutup pada akhir pekan, tetapi masih ada perdagangan yang berlangsung di luar jam kerja pada beberapa platform.
  5. Margin laba dapat rendah, terutama dalam perdagangan dengan volume besar. Perbedaan kecil dalam nilai tukar mata uang dapat menghasilkan laba yang signifikan melalui perdagangan yang cukup besar.

Bagaimana cara orang berdagang valas?

Terdapat beberapa pilihan bagi pedagang individu dalam berdagang valas. Cara yang paling sederhana adalah dengan membeli pasangan mata uang di pasar spot dan menyimpannya.

Misalnya, Anda membeli pasangan USD/EUR. Jika mata uang lawannya mengalami apresiasi, Anda dapat menjualnya kembali dan mengambil keuntungan dari perbedaan nilai.

Anda juga dapat memanfaatkan modal Anda dengan menggunakan leverage. Dalam hal ini, Anda dapat melakukan perdagangan dengan dana pinjaman selama Anda dapat menanggung risiko kerugian.

Ada juga opsi valas yang memungkinkan Anda untuk membeli atau menjual pasangan mata uang pada harga yang telah ditetapkan pada tanggal tertentu.

Kontrak berjangka juga merupakan pilihan populer, yang mengharuskan Anda untuk melakukan perdagangan pada harga yang disepakati di masa mendatang.

Salah satu aspek menarik dalam perdagangan valas adalah peluang untuk menghasilkan laba melalui perbedaan suku bunga. Bank sentral di berbagai negara menetapkan suku bunga yang berbeda, yang memberikan kesempatan bagi pedagang valas untuk mendapatkan keuntungan.

Advertisement

Dengan menempatkan dana Anda dalam mata uang tertentu dan menyetornya di bank asing, Anda dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi daripada meninggalkan dana tersebut di negara asal.

Namun, perlu diingat bahwa ada biaya tambahan yang perlu dipertimbangkan, seperti biaya remitansi, biaya perbankan, dan perbedaan rezim pajak. Anda harus memperhatikan semua biaya ini agar strategi perdagangan Anda dapat berjalan dengan baik.

Terkadang, peluang arbitrase dan keuntungan yang diharapkan terbatas, sehingga marginnya menjadi sempit. Biaya tak terduga dapat menghapus semua keuntungan yang diharapkan.

Apa itu pip?

Pip (percentage in point/persentase dalam poin) adalah satuan terkecil pergerakan harga dalam sebuah pasangan mata uang. Untuk pasangan mata uang seperti GBP/USD, pergerakan sebesar 0,0001 akan menjadi satu pip. Namun, tidak semua mata uang memiliki empat desimal dalam penulisan harga. Jika mata uang kuotasi adalah yen Jepang, maka satu pip akan setara dengan pergerakan 0,01 karena mata uang tersebut tidak menggunakan desimal.

Pipette

Beberapa pialang dan bursa mengadopsi penulisan harga yang melibatkan lebih dari empat angka desimal. Sebagai contoh, pasangan mata uang GBP/USD mungkin memiliki lima angka desimal. USD/JPY biasanya memiliki dua angka desimal, tetapi dapat mencapai tiga angka desimal. Angka desimal tambahan ini dikenal sebagai pipette.

Apa itu lot dalam perdagangan valas?

Dalam perdagangan valas, mata uang diperdagangkan dalam jumlah tertentu yang disebut lot. Berbeda dengan pasar saham di mana saham diperdagangkan dalam jumlah yang bervariasi, dalam perdagangan valas, lot mata uang diperdagangkan dalam ukuran standar.

Lot standar biasanya berukuran 100.000 unit mata uang dasar dalam sebuah pasangan. Namun, ada juga lot mini, mikro, dan nano yang memiliki ukuran yang lebih kecil.

Advertisement

Ketika berdagang dengan lot, keuntungan dan kerugian dapat dihitung dengan menggunakan perubahan pip. Misalnya, dalam pasangan mata uang USD/CHF, jika Anda membeli satu lot standar EUR/USD, Anda sebenarnya membeli €100.000 dengan harga $119.380.

Jika harga pasangan mata uang tersebut naik satu pip dan Anda menjual lot tersebut, ini berarti Anda telah mendapatkan keuntungan sebesar 10 unit mata uang kuotasi.

Dalam hal ini, Anda akan menjual €100.000 dengan harga $119.390 dan memperoleh keuntungan sebesar $10. Jika harga naik sepuluh pip, keuntungannya akan menjadi $100.

Seiring dengan digitalisasi perdagangan, ukuran lot standar telah menjadi kurang populer dan digantikan oleh opsi yang lebih fleksibel.

Namun, di sisi lain, bank-bank besar bahkan telah meningkatkan ukuran lot standar mereka hingga 1 juta untuk mengakomodasi volume perdagangan yang besar.

Bagaimana leverage bekerja dalam perdagangan valas?

Salah satu karakteristik unik dari pasar valas adalah adanya leverage yang memungkinkan para pedagang untuk bertransaksi dengan margin kecil.

Dengan leverage, Anda dapat meningkatkan daya beli Anda dan melakukan transaksi dengan volume yang lebih besar daripada modal yang Anda miliki.

Bank-bank memiliki akses mudah ke leverage, namun individu mungkin tidak memiliki modal yang cukup. Oleh karena itu, leverage memungkinkan individu untuk meminjam modal dari pialang dengan jaminan margin yang relatif kecil.

Leverage ditunjukkan sebagai rasio antara modal yang diberikan dengan modal yang sebenarnya. Misalnya, dengan leverage 10x atau 20x, Anda dapat mengambil posisi perdagangan yang 10 atau 20 kali lebih besar dari modal yang Anda miliki.

Advertisement

Jadi, jika Anda memiliki $10.000 dan menggunakan leverage 10x, Anda dapat melakukan transaksi dengan jumlah total $100.000.

Untuk menggunakan leverage, pedagang harus menjaga sejumlah margin yang digunakan oleh pialang untuk menutupi kemungkinan kerugian. Margin 10% setara dengan leverage 10x, margin 5% setara dengan leverage 20x, dan margin 1% setara dengan leverage 100x. Melalui leverage, Anda dapat mengalami keuntungan atau kerugian penuh dari investasi Anda berdasarkan jumlah total yang Anda gunakan dalam leverage. Dengan kata lain, leverage dapat memperbesar keuntungan dan kerugian Anda.

Misalnya, jika Anda ingin membeli satu lot dari pasangan mata uang EUR/USD (€100.000) dan membutuhkan sekitar $120.000 dalam nilai saat ini, tetapi Anda tidak memiliki dana yang cukup, Anda dapat menggunakan leverage 50x dengan margin 2%.

Dalam hal ini, Anda hanya perlu menyediakan $2.400 untuk mengakses pasar mata uang senilai $120.000.

Namun, perlu diingat bahwa ketika menggunakan leverage, bahkan pergerakan harga kecil dapat mengakibatkan perubahan yang signifikan dalam keuntungan atau kerugian Anda.

Jika pergerakan pasar berlawanan dengan posisi Anda, dan kerugian mencapai jumlah margin yang Anda pertahankan, posisi Anda akan ditutup dan akun Anda akan dilikuidasi. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan manajemen risiko dan menggunakan leverage dengan bijak.

Bagaimana hedging dilakukan dalam perdagangan valas?

Dalam perdagangan mata uang yang dapat berfluktuasi, selalu ada risiko perubahan nilai tukar. Sementara beberapa spekulan mencari keuntungan dari volatilitas tersebut, orang lain mungkin lebih tertarik pada stabilitas nilai tukar.

Advertisement

Misalnya, perusahaan yang berencana melakukan ekspansi internasional mungkin ingin melindungi diri dari fluktuasi nilai tukar agar dapat merencanakan pengeluaran dengan lebih baik. Ini dapat dilakukan melalui hedging.

Bahkan spekulan pun mungkin menggunakan hedging untuk melindungi diri dari ketidakpastian ekonomi atau krisis keuangan.

Ada berbagai instrumen keuangan yang dapat digunakan untuk melakukan hedging terhadap nilai tukar mata uang. Salah satu metode yang umum adalah dengan menggunakan kontrak berjangka (futures) atau opsi (options).

Dalam kontrak berjangka, investor atau pedagang memiliki kewajiban untuk melakukan transaksi dengan nilai dan jumlah tertentu pada tanggal tertentu di masa depan.

Kontrak futures

Misalnya, Anda dapat menggunakan kontrak berjangka untuk membeli satu lot USD/EUR pada harga 0,8400 (seharga €84.000) dalam waktu satu tahun.

Jika Anda berencana untuk memulangkan laba Anda dalam mata uang zona Euro dan ingin melindungi diri dari kemungkinan apresiasi dolar AS terhadap euro, kontrak berjangka dapat membantu Anda mengurangi risiko tersebut. 

Jika dalam satu tahun, dolar AS mengalami apresiasi sehingga USD/EUR mencapai 1,0000, nilai spot Anda akan menjadi $100.000 seharga €100.000 tanpa kontrak berjangka.

Advertisement

Namun, dengan kontrak berjangka sebelumnya yang disepakati pada harga 0,8400 ($100.000 seharga €84.000), Anda akan dapat menghemat €16.000 per lot tanpa mempertimbangkan biaya lainnya.

Option

Opsi (options) adalah instrumen lain yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari fluktuasi nilai tukar.

Namun, berbeda dengan kontrak berjangka, options memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual aset pada harga yang telah ditentukan pada atau sebelum tanggal tertentu.

Dengan membeli opsi beli (call option), Anda dapat melindungi diri dari apresiasi atau depresiasi yang tidak diinginkan dalam sebuah pasangan mata uang.

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan Inggris menjual barang dan jasa di AS, perusahaan tersebut dapat membeli opsi beli (call option) GBP/USD. Dengan instrumen ini, perusahaan dapat membeli GBP/USD di masa mendatang dengan harga yang telah ditentukan. 

Jika poundsterling mengalami apresiasi atau tetap stabil saat pembayaran dengan dolar AS dilakukan, perusahaan hanya akan kehilangan premi yang dibayarkan untuk opsi tersebut.

Namun, jika poundsterling mengalami depresiasi terhadap dolar AS, perusahaan akan mendapatkan harga yang lebih baik daripada yang tersedia di pasar.

Advertisement

Dalam perdagangan valas, hedging dapat digunakan sebagai strategi untuk melindungi diri dari risiko perubahan nilai tukar mata uang. Ini memberikan perlindungan terhadap fluktuasi pasar yang tidak diinginkan dan membantu dalam perencanaan keuangan yang lebih baik.

Arbitrase suku bunga yang terlindungi

Dalam dunia yang dipenuhi dengan suku bunga yang bervariasi di berbagai negara, para pedagang valas mencari peluang untuk melakukan arbitrase dengan mengimbangi risiko pergerakan nilai tukar.

Salah satu strategi yang umum digunakan adalah arbitrase suku bunga yang terlindungi.

Strategi ini dilakukan dengan cara melakukan hedging terhadap pergerakan harga di masa mendatang dari pasangan mata uang untuk mengurangi risiko.

Langkah 1: Mengidentifikasi Peluang Arbitrase

Misalnya, pertimbangkan pasangan mata uang EUR/USD dengan nilai tukar 1,400. Suku bunga untuk setoran di zona Euro adalah 1%, sementara suku bunga di Amerika Serikat adalah 2%. Jika Anda menginvestasikan €100.000 di zona Euro, Anda akan mendapatkan laba sebesar €1.000 setelah satu tahun. 

Namun, jika Anda dapat menginvestasikan lebih banyak uang di Amerika Serikat, Anda bisa mendapatkan laba sebesar €2.000 jika nilai tukarnya tetap stabil. Namun, perhatikan bahwa contoh ini tidak memperhitungkan biaya, beban perbankan, dan faktor lain yang dapat mempengaruhi hasilnya.

Langkah 2: Melakukan Hedging terhadap Nilai Tukar

Dalam strategi ini, Anda dapat menggunakan kontrak berjangka (futures contract) dengan jangka waktu satu tahun untuk pasangan mata uang EUR/USD, dengan nilai forward (forward rate) sebesar 1,4100, yang memungkinkan Anda memanfaatkan suku bunga yang lebih baik di zona Euro sambil menjamin pengembalian yang tetap. Nilai forward adalah nilai tukar yang disepakati dalam kontrak berjangka.

Advertisement

Bank atau pialang menghitung nilai forward dengan menggunakan rumus matematika yang mempertimbangkan suku bunga dan nilai tukar saat ini. Nilai forward dapat mencakup premi atau diskon tergantung pada kondisi pasar.

Dalam contoh arbitrase ini, Anda menggunakan kontrak berjangka untuk menjual (short) satu lot EUR/USD pada nilai tukar 1,41 dalam satu tahun.

Langkah 3: Menyelesaikan Arbitrase

Dalam strategi ini, Anda membeli satu lot EUR/USD pada nilai tukar 1,400 di pasar spot untuk mendapatkan €100.000 seharga $140.000. Setelah mendapatkan dana dari perdagangan spot, Anda menyetorkan dana tersebut di Amerika Serikat dengan suku bunga 2% selama satu tahun. Setelah satu tahun berlalu, Anda akan memiliki total $142.800.

Selanjutnya, Anda mengonversi $142.800 kembali menjadi euro. Dengan kontrak berjangka, Anda menjual kembali (short) $142.800 pada nilai tukar 1,4100 yang sudah disepakati, sehingga Anda mendapatkan sekitar €101.276,60.

Langkah 4: Membandingkan Keuntungan

Sekarang, mari kita bandingkan keuntungan yang dihasilkan dengan dan tanpa melakukan hedging terhadap nilai tukar, dengan asumsi bahwa semua faktor lainnya tetap sama. Setelah melalui strategi arbitrase suku bunga yang terlindungi, Anda akan memiliki €101.276,60.

Jika Anda tidak melakukan hedging, Anda akan memiliki €102.000 seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Jadi, mengapa seseorang melakukan hedging jika keuntungannya lebih kecil?

Salah satu alasan utamanya adalah untuk menghindari risiko fluktuasi nilai tukar. Pasangan mata uang jarang stabil selama satu tahun penuh. Oleh karena itu, meskipun keuntungan yang dihasilkan dari strategi hedging lebih rendah sebesar €723,40, Anda berhasil menjamin setidaknya €1.276,60.

Advertisement

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah asumsi bahwa suku bunga tidak akan berubah selama satu tahun, yang tidak selalu menjadi kenyataan.

Kesimpulan

Bagi mereka yang tertarik dalam ekonomi, perdagangan internasional, dan masalah global, pasar valas menyediakan alternatif unik dibandingkan dengan pasar saham.

Meskipun perdagangan valas mungkin tampak kurang mudah diakses bagi investor kecil dibandingkan dengan perdagangan kripto atau saham, perkembangan pialang online dan persaingan yang meningkat dalam layanan keuangan telah membuat valas menjadi pilihan yang lebih terjangkau. 

Banyak pedagang valas mengandalkan leverage untuk menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Namun, perlu diingat bahwa leverage juga melibatkan risiko likuidasi, jadi pastikan Anda memahami mekanisme dan risikonya sebelum terlibat dalam perdagangan valas.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia

Advertisement

Popular