Academy
Base Siapkan Metode KYC Airdrop untuk Lawan Airdrop Farmers: Base Verify Onchain
Jaringan Layer-2 Ethereum, Base memperkenalkan Base Verify Onchain, sebuah sistem verifikasi identitas yang memungkinkan aplikasi di ekosistem Base membuktikan data kepemilikan alamat wallet terverifikasi.
Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi praktik airdrop farming, yaitu memanfaatkan banyak wallet oleh satu orang untuk mengklaim hadiah berkali-kali.
Pembaruan ini ditujukan untuk membantu pengembang membuat aturan seperti “satu orang, satu kali klaim airdrop” langsung di dalam smart contract. Dengan demikian, distribusi insentif airdrop dapat lebih tepat sasaran kepada pengguna asli dibandingkan bot atau pelaku sybil attack.
Apa Itu Base Verify Onchain?
Base Verify Onchain merupakan layanan identitas berbasis blockchain yang menghubungkan hasil verifikasi identitas pengguna ke wallet mereka dalam bentuk kredensial onchain.
Pengembang aplikasi dapat memanfaatkan kredensial tersebut tanpa harus mengakses data pribadi pengguna secara langsung.
Aplikasi dapat memverifikasi bahwa suatu wallet dimiliki oleh satu individu yang telah diverifikasi, sekaligus tetap menjaga privasi pengguna.
Menurut Base, sistem ini telah digunakan lebih dari 300.000 kali dan mulai diadopsi oleh sejumlah aplikasi di ekosistemnya, seperti Base App, Cody, Scratch, dan Bracket.
Bagi kamu yang ingin mulai berpartisipasi dalam ekosistem Base maupun berburu peluang di berbagai jaringan blockchain, pastikan menggunakan exchange resmi yang terdaftar dan diawasi OJK seperti Tokocrypto.
Melalui Tokocrypto, kamu dapat membeli berbagai aset, termasuk token di ekosistem Ethereum dan Base, mulai dari Rp10.000, kemudian mengirimkannya ke wallet pribadi untuk digunakan di berbagai aplikasi Web3. [Ekpor token ekosistem Base di sini!]
Baca juga: Mengenal Aerodrome Finance, Mesin Likuiditas di Jaringan Base
Bagaimana Base Verify Onchain Bekerja?
Base Verify memberikan setiap pengguna identitas digital untuk digunakan oleh smart contract. Pengembang kemudian dapat menentukan aturan yang ingin diterapkan, seperti satu klaim untuk setiap orang, batas klaim per individu, atau satu suara per orang dalam voting. Begini cara kerjanya:
- Base Verify memeriksa identitas di balik wallet sesuai aturan yang ditetapkan oleh proyek, misalnya memiliki aktivitas yang aktif atau akun X yang telah terverifikasi dengan lebih dari 1.000 pengikut.
- Jika memenuhi syarat, sistem akan menghasilkan deterministic identity hash dan tanda tangan digital (signature) yang mewakili identitas pengguna.
- Smart contract akan memverifikasi tanda tangan tersebut, menyimpan identity hash, dan menolak klaim berikutnya jika hash yang sama muncul kembali.
Dikutip dari penjelasan Base, sistem identity hash menjadi komponen utama yang membuat satu orang akan selalu menghasilkan hash yang sama, meskipun menggunakan banyak wallet.
Dengan begitu, pengguna yang memiliki ratusan hingga ribuan wallet tetap hanya dihitung sebagai satu identitas.
Di sisi lain, hash tersebut tidak dapat ditelusuri kembali ke nama atau akun pengguna, sehingga proyek dapat menerapkan aturan “satu orang, satu kali klaim” airdrop tanpa harus mengakses data pribadi pengguna.
Kenapa Base Menyiapkan Sistem Ini?
Selama beberapa tahun terakhir, airdrop menjadi salah satu strategi utama proyek kripto untuk menarik pengguna baru. Namun, mekanisme tersebut juga memunculkan fenomena airdrop farmers, yaitu pengguna yang membuat puluhan hingga ribuan wallet untuk memaksimalkan peluang memperoleh hadiah airdop token.
Akibatnya, sebagian besar insentif justru dinikmati oleh bot atau pelaku sybil attack, sementara pengguna yang benar-benar aktif menggunakan aplikasi mendapatkan porsi yang lebih kecil.
Praktik ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam desain program airdrop, bahkan ada jurnal yang menyebutkan jika membagikan insentif melalui airdrop tidak segampang yang dibayangkan.
Menurut Base, hingga saat ini belum ada solusi yang benar-benar efektif untuk membedakan pengguna asli dengan pelaku sybil attack. Setiap pendekatan yang digunakan memiliki keterbatasan, di seperti:
- Heuristik onchain: seperti umur wallet, saldo, atau riwayat transaksi relatif mudah dimanipulasi. Pelaku dapat dengan mudah mengirimkan aset ke ribuan wallet dan membuatnya seolah-olah aktif hingga masing-masing terlihat seperti pengguna asli.
- Know Your Customer (KYC): memang dapat memverifikasi identitas pengguna, tetapi proses pengumpulan dokumen identitas sering kali menurunkan tingkat partisipasi pengguna karena menyangkut data pribadi, sekaligus menambah beban compliance bagi pengembang.
Maka dari itu, Base menawarkan solusi melalui Verify Onchain, sehingga proyek dapat menerapkan aturan seperti:
- Satu identitas hanya dapat mengklaim airdrop satu kali.
- Voting tata kelola (governance) dapat dibatasi berdasarkan identitas, bukan jumlah wallet.
- Program insentif memiliki batas klaim per pengguna.
Dengan pendekatan tersebut, Base berharap distribusi token menjadi lebih adil dan lebih sulit dimanipulasi oleh pelaku airdrop farming.
Baca juga: Kesulitan Dapat Pinjaman, Petani Brasil Tokenisasi Sapi sebagai Jaminan
Bagi Pengguna, Airdrop Berpotensi Lebih Adil
Bagi pengguna yang benar-benar aktif menggunakan aplikasi di jaringan Base, sistem ini berpotensi meningkatkan peluang memperoleh insentif.
Pasalnya, kompetisi tidak lagi hanya bergantung pada jumlah wallet yang dimiliki, tetapi lebih menekankan partisipasi dari pengguna riil yang aktif.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.