Academy

Bedah Underlying Asset Tokenized Stocks: Nvidia, Tesla, hingga ETF Nasdaq

Perkembangan tokenized stocks semakin membuka akses investor terhadap saham perusahaan global dan ETF dalam bentuk aset digital.

Published

on

Perkembangan tokenized stocks semakin membuka akses investor terhadap saham perusahaan global dan ETF dalam bentuk aset digital. Namun, memahami tokenized stocks tidak cukup hanya dari sisi aset digitalnya, karena nilai produk tersebut tetap bergantung pada kinerja saham atau ETF yang menjadi underlying asset.

Seiring meningkatnya tren real-world assets (RWA), tokenized stocks ikut menjadi salah satu sektor yang berkembang. Hingga 12 Juli 2026, nilai aset RWA yang telah ditokenisasi mencapai US$34,19 miliar, naik 3,90% dalam 30 hari terakhir. Jumlah pemegang aset juga meningkat 10,55% hingga menembus 1 juta pengguna.

Di dalam sektor tersebut, tokenized stocks mencatat nilai aset sekitar US$1,87 miliar. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset tradisional atau TradFi yang dibawa ke ekosistem blockchain.

Beberapa underlying asset yang kini menjadi perhatian antara lain Lumentum, Meta, Microsoft, Palantir, dan Invesco QQQ Trust. Kelimanya memiliki benang merah yang sama, yaitu eksposur terhadap perkembangan AI, cloud computing, data center, dan transformasi digital.

Tokenized Stocks dan Narasi AI

Lumentum Holdings menjadi salah satu underlying asset yang menarik karena berperan dalam infrastruktur AI dan data center. Perusahaan asal Amerika Serikat ini mengembangkan komponen optik, laser, dan teknologi photonics untuk jaringan telekomunikasi, pusat data, serta aplikasi industri.

Di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi AI, solusi optical networking dari Lumentum menjadi penting untuk mendukung transfer data berkecepatan tinggi di data center modern. Prospeknya ikut ditopang oleh investasi besar pada AI, cloud computing, dan hyperscale data center.

Meta Platforms juga menjadi salah satu underlying asset yang berkaitan erat dengan AI. Perusahaan ini menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Threads. Selain kuat di bisnis media sosial, Meta semakin agresif mengembangkan AI melalui model bahasa terbuka Llama, infrastruktur AI, dan integrasi AI ke berbagai produk.

Fundamental Meta masih ditopang oleh bisnis iklan digital, jumlah pengguna yang besar, serta investasi AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan efisiensi operasional. Kombinasi tersebut membuat Meta tetap menjadi salah satu perusahaan teknologi yang relevan untuk diperhatikan dalam jangka panjang.

Baca juga: Trading Tokenized Stocks Tembus US$54 Miliar, Trader Kripto Mulai Lirik Saham TradFi

Microsoft, Palantir, dan QQQ Jadi Eksposur Teknologi Besar

Microsoft menjadi underlying asset lain yang kuat dalam tema AI dan cloud computing. Perusahaan ini dikenal lewat Windows, Microsoft 365, dan Azure Cloud. Dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft semakin memperkuat posisinya melalui investasi di OpenAI serta integrasi AI Copilot ke dalam berbagai layanan.

Prospek Microsoft didukung oleh pertumbuhan bisnis cloud, peningkatan adopsi AI oleh pelanggan enterprise, serta model bisnis berbasis langganan yang menghasilkan pendapatan berulang.

Palantir juga masuk dalam daftar aset yang menarik karena fokus pada platform analisis data dan AI untuk pemerintah, militer, hingga perusahaan swasta. Melalui Artificial Intelligence Platform atau AIP, Palantir membantu organisasi mengolah data untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Meningkatnya adopsi AI di sektor pemerintahan dan bisnis menjadi salah satu katalis utama bagi Palantir. Posisinya di segmen enterprise AI membuat perusahaan ini memiliki prospek yang cukup kuat dalam tren digitalisasi jangka panjang.

Sementara itu, Invesco QQQ Trust menawarkan pendekatan yang lebih terdiversifikasi. ETF ini melacak kinerja Nasdaq-100, indeks yang berisi 100 perusahaan non-keuangan terbesar di Nasdaq, termasuk Microsoft, Apple, NVIDIA, Amazon, dan Meta.

Sebagai ETF, QQQ memberikan eksposur ke berbagai perusahaan teknologi global dalam satu produk investasi. Hal ini membuatnya menarik bagi investor yang ingin mengikuti pertumbuhan sektor teknologi dan AI tanpa bergantung pada satu saham saja.

Katalis Naik dan Risiko yang Perlu Dipantau

Prospek kenaikan underlying asset tokenized stocks dapat didukung oleh beberapa faktor. Di antaranya meningkatnya adopsi AI, pertumbuhan bisnis cloud, belanja infrastruktur data center, kinerja keuangan perusahaan yang solid, serta minat investor terhadap sektor teknologi.

Arus dana ke ETF teknologi seperti Invesco QQQ Trust juga dapat menjadi katalis positif, terutama bagi saham-saham yang menjadi komponen utama di dalamnya.

Namun, risiko tetap perlu diperhatikan. Perlambatan ekonomi global, penurunan belanja AI dan cloud, persaingan teknologi yang semakin ketat, serta laporan keuangan yang tidak sesuai ekspektasi dapat menekan harga saham underlying asset.

Karena tokenized stocks merepresentasikan aset dasar tersebut, pergerakan harga token juga tetap sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan atau ETF yang menjadi acuannya.

Secara keseluruhan, perkembangan tokenized stocks menunjukkan semakin dekatnya hubungan antara pasar modal tradisional dan blockchain. Namun, sebelum mengambil keputusan investasi, investor tetap perlu memahami fundamental perusahaan, prospek industri, serta faktor-faktor yang dapat memengaruhi harga underlying asset.

Baca juga: Tokenized Stocks: Cara Baru Mengakses Saham Global Lebih Mudah


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version