Market
Pasar Kripto Tetap Kuat Meski Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Pasar kripto tetap relatif stabil pada Minggu, meskipun ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.
Tim Research Tokocrypto melihat ketahanan pasar kripto kali ini menjadi perhatian karena sebelumnya aset digital cenderung lebih sensitif.
Pasar kripto tetap relatif stabil pada Minggu, meskipun ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Bitcoin masih bertahan di dekat level US$64.000 setelah Iran kembali menyatakan penutupan Selat Hormuz dan AS meluncurkan serangan lanjutan terhadap sejumlah target Iran.
Dilaporkan BeInCrypto, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$63.914, turun tipis 0,33% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini menunjukkan respons pasar yang lebih tenang dibanding eskalasi sebelumnya pada Juni, ketika BTC sempat turun sekitar 2% dan bergerak mendekati US$61.000.
AS Lancarkan Serangan Ketiga ke Iran
Ketegangan meningkat setelah Iran menyatakan Selat Hormuz ditutup dan menembaki sebuah kapal komersial. Langkah tersebut bertentangan dengan permintaan AS agar jalur pelayaran penting itu tetap aman untuk kapal sipil dan perdagangan global.
Sebagai respons, US Central Command (CENTCOM) meluncurkan gelombang serangan ketiga terhadap Iran. Serangan tersebut menargetkan sekitar 140 lokasi, termasuk situs rudal dan drone, aset angkatan laut, serta pos pengawasan pesisir.
CENTCOM menyebut dalam tiga malam serangan pekan ini, pihaknya telah menyerang lebih dari 300 target. Tujuannya adalah melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Konflik juga melebar ke kawasan Teluk. Iran mengklaim melakukan serangan terhadap sejumlah wilayah, termasuk Bahrain, Kuwait, Jordan, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Baca juga: Bitcoin dan XRP Rebound Usai Trump Klaim Iran Ingin Berdamai
Bitcoin dan Altcoin Bergerak Terbatas
Meski ketegangan meningkat, aset kripto utama hanya bergerak terbatas. Bitcoin turun 0,33% secara harian, sementara Ethereum diperdagangkan di sekitar US$1.801 dan masih naik 2,18% dalam sepekan.
XRP dan Solana juga mencatat penurunan harian kurang dari 2%. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar belum melakukan aksi jual besar-besaran, meskipun risiko geopolitik kembali meningkat.
Tim Research Tokocrypto melihat ketahanan pasar kripto kali ini menjadi perhatian karena sebelumnya aset digital cenderung lebih sensitif terhadap kabar perang dan gangguan pasokan energi.
“Saat ini, investor tampak lebih menunggu dampak lanjutan terhadap pasar minyak dan kondisi makro global,” ungkapnya.
Pasar minyak sendiri sedang tutup pada akhir pekan, tetapi berpotensi bergerak lebih tinggi saat dibuka pada Senin. Harga Brent terakhir berada di sekitar US$76 per barel pada Jumat. Jika penutupan Selat Hormuz berlangsung lebih lama, tekanan terhadap pasokan energi dapat meningkat dan mendorong harga minyak naik.
Untuk saat ini, pasar kripto menunjukkan ketahanan di tengah eskalasi konflik AS-Iran. Namun, risiko volatilitas tetap terbuka jika gangguan di Selat Hormuz berdampak lebih luas terhadap harga energi, inflasi, dan sentimen aset berisiko global.
Baca juga: Heboh! Profesor Jiang Bongkar Bitcoin Adalah Operasi CIA!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiGoogle News Tokonews untuk updateberita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
