Bitcoin News
Bhutan Bantah Jual Bitcoin US$1 Miliar, Soroti Pergerakan Wallet
Cadangan Bitcoin milik Bhutan kembali menjadi perhatian pasar setelah muncul indikasi transfer besar dari wallet.
Tim Research Tokocrypto melihat Arkham sebelumnya mengklaim Bhutan telah menambang Bitcoin setidaknya sejak 2019.
Cadangan Bitcoin milik Bhutan kembali menjadi perhatian pasar setelah muncul indikasi transfer besar dari wallet yang dikaitkan dengan Druk Holding and Investments (DHI), sovereign wealth fund milik pemerintah Bhutan.
Dilaporkan Coingape, firma analitik blockchain Arkham Intelligence sebelumnya menyoroti bahwa wallet terkait Bhutan diduga telah memindahkan Bitcoin dalam jumlah besar sejak 2025. Nilai total pergerakan tersebut disebut mendekati US$1 miliar.
Namun, pejabat Bhutan membantah klaim bahwa pemerintah telah menjual Bitcoin dalam jumlah besar.
Daftar Isi
DHI Bantah Jual Bitcoin
Chief Executive DHI, Ujjwal Deep Dahal, mengatakan dirinya tidak mengingat kapan terakhir kali Bhutan menjual BTC. Pernyataan itu disampaikan untuk merespons laporan terkait dugaan penjualan Bitcoin oleh entitas yang dikaitkan dengan pemerintah Bhutan.
Saat dimintai tanggapan lebih lanjut mengenai aktivitas wallet yang dipantau on-chain, DHI disebut hanya menyatakan bahwa pernyataan sebelumnya tetap berlaku dan tidak ada tambahan komentar.
Meski membantah penjualan, DHI tidak memberikan penjelasan rinci mengenai transfer wallet tersebut. Pihaknya juga tidak secara spesifik membantah label wallet dari Arkham maupun angka terbaru terkait cadangan Bitcoin Bhutan.
Baca juga: Bhutan Obral Bitcoin: Cadangan Anjlok, Proyek Kota Terancam?
Arkham Klaim Cadangan BTC Bhutan Menurun
Menurut Arkham, wallet yang dikaitkan dengan DHI sempat memiliki hampir 13.000 BTC pada Oktober 2024. Namun, jumlah tersebut disebut turun menjadi sekitar 3.100 BTC, dengan nilai sekitar US$252 juta berdasarkan harga Bitcoin pada Jumat.
Data Arkham juga menunjukkan bahwa pada 2026 saja, sekitar US$207 juta Bitcoin telah keluar dari wallet terkait Bhutan. Jika laju transfer terus berlanjut, Arkham memperkirakan cadangan BTC Bhutan dapat habis pada Oktober.
Namun, penting dicatat bahwa data blockchain hanya dapat menunjukkan perpindahan aset dari satu alamat ke alamat lain. Data tersebut tidak selalu dapat membuktikan secara pasti bahwa aset benar-benar telah dijual.
Dana Diduga Mengalir ke OKX dan Galaxy Digital
Arkham menyebut sebagian outflow Bitcoin Bhutan mengarah ke alamat yang diketahui terkait dengan Galaxy Digital dan OKX. Menurut analis Arkham, ketika sebuah entitas mengirim aset ke exchange atau perusahaan OTC trading, biasanya tujuan transfer adalah untuk menukar aset tersebut.
Deposito ke centralized exchange umumnya sering dibaca sebagai indikasi potensi penjualan. Namun, Arkham juga mengakui bahwa blockchain tidak bisa sepenuhnya memverifikasi apakah Bitcoin tersebut benar-benar telah dijual setelah masuk ke exchange atau OTC desk.
Dengan kata lain, transfer ke platform perdagangan dapat menjadi sinyal, tetapi bukan bukti final penjualan.
Bhutan Dikenal Menambang Bitcoin dengan Hidropower
Tim Research Tokocrypto melihat Arkham sebelumnya mengklaim Bhutan telah menambang Bitcoin setidaknya sejak 2019 dengan memanfaatkan infrastruktur mining pemerintah dan tenaga hidroelektrik.
“Bhutan memang dikenal memiliki sumber daya listrik berbasis tenaga air yang besar. Hal ini membuat aktivitas mining Bitcoin menjadi salah satu strategi yang dinilai cocok dengan keunggulan energi negara tersebut,” jelasnya.
Dahal juga menegaskan bahwa aktivitas mining Bhutan masih berlanjut. Ia menyebut curah hujan membantu pembangkit hidro tetap berjalan kuat dan menjaga operasi mining tetap aktif.
Rencana Gelephu Mindfulness City Tambah Pertanyaan
Pada Desember, Bhutan mengumumkan rencana untuk menginvestasikan hingga 10.000 BTC dalam pengembangan kawasan ekonomi baru di Bhutan selatan bernama Gelephu Mindfulness City.
Rencana ini kembali memunculkan pertanyaan tentang seberapa besar cadangan Bitcoin Bhutan yang sebenarnya masih tersedia. Jika data Arkham benar bahwa cadangan BTC telah turun signifikan, pasar akan mencermati bagaimana Bhutan mendanai komitmen tersebut.
Namun, tanpa konfirmasi resmi yang lebih detail dari DHI, angka cadangan dan status transfer Bitcoin Bhutan masih menjadi perdebatan.
Pasar Tunggu Transparansi Lebih Lanjut
Perbedaan antara bantahan pejabat Bhutan dan data on-chain Arkham membuat isu ini belum sepenuhnya jelas. Di satu sisi, Arkham melihat adanya outflow besar yang biasanya dapat mengarah pada aktivitas penjualan. Di sisi lain, DHI membantah telah menjual Bitcoin dan tidak memberikan rincian tambahan.
Untuk saat ini, investor dan analis akan terus memantau wallet yang dikaitkan dengan Bhutan. Jika transfer ke exchange atau OTC desk berlanjut, spekulasi soal penjualan cadangan BTC dapat semakin kuat.
Namun, sampai ada pernyataan resmi yang lebih terbuka atau bukti transaksi penjualan yang dapat diverifikasi, klaim bahwa Bhutan benar-benar menjual US$1 miliar Bitcoin masih perlu dibaca dengan hati-hati.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
