Market
Hyperliquid hingga Pump.fun Bagikan US$96 Juta ke Holder
Tim Research Tokocrypto melihat pergeseran dari model emisi token inflasionis menuju pembagian ‘Real Revenue’ menandai era baru keberlanjutan di sektor DeFi.
Tiga aplikasi DeFi muda, yaitu Hyperliquid, Pump.fun, dan edgeX, membagikan total US$96,3 juta kepada holder token dalam 30 hari terakhir. Angka ini menjadi salah satu payout terbesar dari kelompok protokol DeFi yang tercatat sepanjang 2026.
Ketiga protokol tersebut menggunakan mekanisme berbeda untuk mengembalikan nilai kepada holder. Hyperliquid membayar penuh dari trading fees, Pump.fun membagi pendapatan antara operasional dan buyback, sementara edgeX membayar jauh lebih besar dibandingkan pendapatan protokolnya.
Daftar Isi
DeFi Mulai Bergeser dari Emisi ke Revenue
Pada siklus sebelumnya, banyak protokol DeFi memberi insentif kepada pengguna melalui pencetakan token baru. Model ini sering kali meningkatkan suplai lebih cepat daripada permintaan, sehingga holder harus menanggung tekanan dilusi.
Kini, Hyperliquid, Pump.fun, dan edgeX menunjukkan pendekatan berbeda. Ketiganya menghasilkan fee dari produk yang aktif digunakan, lalu mengembalikan sebagian nilai tersebut kepada holder melalui buyback atau burn.
Perubahan ini menandai pergeseran penting dalam DeFi. Token supply tidak lagi sekadar diperluas untuk mendorong pertumbuhan, tetapi mulai diperlakukan sebagai aset yang perlu dipertahankan nilainya.
Hyperliquid Jadi Pemimpin Holder Revenue
Menurut BeInCrypto, Hyperliquid menjadi protokol dengan payout terbesar dalam kelompok ini. Dalam 30 hari, platform perpetual exchange tersebut mencatat protocol revenue sebesar US$50,95 juta dan menyalurkan seluruhnya kepada holder HYPE.
Yang membuat Hyperliquid menonjol adalah tidak adanya pengeluaran untuk user incentives dalam periode tersebut. Artinya, payout kepada holder sepenuhnya berasal dari aktivitas trading organik, bukan subsidi atau emisi tambahan.
Mekanisme ini dijalankan melalui Assistance Fund yang diluncurkan pada Januari 2025. Fund tersebut menangkap 97% trading fees dan menggunakannya untuk membeli kembali HYPE di pasar terbuka melalui eksekusi otomatis di Layer 1.
Baca juga: HYPE Melonjak, Hyperliquid Strategies Cetak Laba US$152,5 Juta
Proposal Burn Bisa Perketat Suplai HYPE
Selain buyback, ada juga proposal validator pada Desember 2025 yang mengusulkan sekitar US$920 juta HYPE yang dipegang fund untuk dianggap sebagai token yang pensiun permanen.
Jika proposal tersebut disetujui, burn ini dapat memperketat suplai HYPE secara struktural. Hal tersebut berpotensi memperkuat narasi value accrual HYPE, terutama jika volume perdagangan Hyperliquid tetap tinggi.
Namun, model Hyperliquid tetap memiliki risiko konsentrasi. Sebagian besar revenue masih berasal dari satu lini produk utama, yaitu perpetual trading.
Pump.fun Bagikan US$22 Juta ke Holder
Pump.fun mengembalikan US$22,09 juta kepada holder PUMP dari total protocol revenue sebesar US$38,81 juta. Launchpad token Solana ini sebelumnya menjalankan kebijakan buyback 100% selama sembilan bulan.
Namun, pada 28 April 2026, Pump.fun mengubah kebijakan tersebut menjadi skema 50/50. Separuh net fees kini dialokasikan untuk automated buy-and-burn melalui smart contract yang tidak dapat dibatalkan, sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan lain.
Perubahan ini terjadi bersamaan dengan membaiknya data pengguna Pump.fun. CoinGecko mencatat 73,3% trader Pump.fun membukukan realized gain pada April 2026, naik tajam dari titik terendah 30,1% pada Juni 2025.
Trader Pump.fun Mulai Pulih
Pemulihan trader Pump.fun menjadi faktor penting dalam menilai keberlanjutan payout PUMP. Jumlah active wallets naik ke 3,14 juta dari level terendah Desember 2025 di 1,8 juta.
Namun, mayoritas keuntungan trader masih kecil. Sekitar 65,1% wallet yang profit hanya menghasilkan US$1 hingga US$500 dalam sebulan, sementara hanya 5,4% yang mencetak profit lebih dari US$1.000.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun aktivitas kembali meningkat, ekosistem Pump.fun masih banyak digerakkan oleh trader ritel dengan ukuran transaksi relatif kecil.
edgeX Jadi Paling Berisiko
edgeX menjadi kasus paling berbeda. Perpetual exchange tersebut membayar US$23,26 juta kepada holder EDGE, padahal protocol revenue hanya US$8,26 juta.
Rasio ini menunjukkan bahwa edgeX kemungkinan menggunakan cadangan atau anggaran insentif pra-peluncuran untuk menjaga payout tetap tinggi. Token EDGE sendiri baru diluncurkan pada 31 Maret 2026, sehingga tokenomics proyek ini masih berada pada tahap awal.
Model seperti ini dapat menarik holder pada fase awal, tetapi keberlanjutannya bergantung pada kemampuan protokol meningkatkan fee generation. Jika revenue tidak naik cukup cepat, payout besar berisiko tidak bisa dipertahankan.
Hyperliquid Paling Defensif dari Sisi Model
Dari ketiga protokol, Hyperliquid memiliki model yang paling kuat secara fundamental. Payout HYPE bergerak sejalan dengan trading fees, sehingga jika aktivitas pasar melambat, distribusi kepada holder juga akan turun secara alami tanpa memaksa protokol membayar di luar kemampuan revenue.
Sebaliknya, Pump.fun masih perlu membuktikan bahwa pemulihan trader dapat bertahan lebih lama. Sementara edgeX perlu menunjukkan bahwa payout besar tidak hanya bergantung pada subsidi awal.
Tim Research Tokocrypto melihat pergeseran dari model emisi token inflasionis menuju pembagian ‘Real Revenue’ menandai era baru keberlanjutan di sektor DeFi. Model Hyperliquid dianggap yang paling defensif karena distribusinya berskala langsung dengan fee organik, menjaga fundamental token HYPE tetap sehat.
“Sebaliknya, kesenjangan pendapatan dan pembayaran pada edgeX memberikan sinyal peringatan bahwa subsidi distribusi hanya bisa bertahan selama cadangan kas masih mencukupi sebelum tekanan fundamental benar-benar diuji di paruh kedua 2026,” ungkapnya.
DeFi Mulai Masuk Fase Revenue Nyata
Total payout US$96,3 juta dari Hyperliquid, Pump.fun, dan edgeX menunjukkan perubahan penting dalam model DeFi. Protokol mulai bersaing bukan hanya lewat narasi dan insentif token, tetapi juga lewat kemampuan menghasilkan pendapatan nyata.
Namun, kualitas payout tetap berbeda-beda. Hyperliquid didukung revenue organik, Pump.fun bergantung pada pemulihan aktivitas trader, sementara edgeX masih harus membuktikan keberlanjutan ekonominya.
Jika tren ini berlanjut, investor DeFi kemungkinan akan semakin fokus pada protokol yang mampu menghasilkan fee nyata, melakukan buyback atau burn secara konsisten, dan menjaga tokenomics tetap sehat tanpa bergantung pada emisi berlebihan.
Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
