Bitcoin News

Bitcoin Dekati Zona Likuidasi US$64.600, Trader Pantau Arah BTC Berikutnya

Tim Research Tokocrypto mengatakan zona terdekat yang kini menjadi perhatian berada di sekitar US$64.600.

Published

on

Bitcoin (BTC) kembali mendekati area likuiditas penting di tengah dominasi aktivitas derivatif dalam pergerakan harga jangka pendek. Data liquidation heatmap terbaru menunjukkan adanya klaster likuidasi besar di sisi atas dan bawah pasar, membuat trader mencermati apakah BTC akan bergerak naik untuk memicu likuidasi short atau justru turun menuju posisi long yang berleverage.

Tim Research Tokocrypto mengatakan zona terdekat yang kini menjadi perhatian berada di sekitar US$64.600.

“Jika momentum Bitcoin berlanjut ke area tersebut, sejumlah posisi short berpotensi terpaksa ditutup, sehingga dapat menambah tekanan beli jangka pendek,” ujarnya.

Namun, liquidation heatmap tidak menunjukkan arah harga secara pasti. Data tersebut hanya memperlihatkan area harga tempat posisi leverage besar terkonsentrasi dan dapat memperkuat pergerakan jika level tersebut tersentuh.

US$64.600 Jadi Area Likuiditas Utama

Dilaporkan Coinpedia, area US$64.600 menjadi zona likuiditas terdekat di sisi atas. Jika Bitcoin bergerak menuju level ini, trader yang membuka posisi short dapat dipaksa menutup posisi dengan membeli kembali BTC.

Proses short liquidation tersebut berpotensi menambah dorongan harga. Jika tekanan beli cukup kuat, BTC dapat bergerak lebih jauh menuju area US$65.500 hingga US$66.000.

Zona US$65.500–US$66.000 menjadi area berikutnya karena terdapat kumpulan likuiditas yang lebih besar. Jika Bitcoin berhasil menembus US$64.600 dan likuidasi short meningkat, level tersebut dapat menjadi target lanjutan.

Meski demikian, menyentuh zona likuidasi tidak selalu berarti breakout akan berlanjut. Jika setelah mengambil likuiditas tidak ada permintaan spot yang cukup kuat, harga bisa kembali melemah dan masuk lagi ke rentang konsolidasi.

Baca juga: Saham SanDisk Melonjak 14% Usai Catat Backlog US$93,9 Miliar dari Demand AI

Risiko Turun ke US$62.500 Masih Terbuka

Di sisi bawah, data juga menunjukkan adanya klaster likuidasi di area US$62.000 hingga US$62.500. Zona ini menjadi perhatian jika Bitcoin gagal mempertahankan level support jangka pendek.

Jika BTC turun di bawah US$62.500 secara berkelanjutan, posisi long berleverage dapat mulai tertekan. Likuidasi long dapat mempercepat penurunan karena posisi yang dipaksa tutup biasanya menghasilkan tekanan jual tambahan.

Sebelum mencapai area tersebut, level US$63.700 dan US$63.200 menjadi batas bawah yang perlu dipantau. Kehilangan kedua level ini dapat membuka jalan menuju klaster likuidasi yang lebih rendah.

Dengan kondisi tersebut, Bitcoin saat ini berada dalam fase yang sangat dipengaruhi oleh posisi leverage. Pergerakan kecil dapat berubah menjadi lebih besar jika memicu likuidasi berantai di salah satu sisi pasar.

Futures Masih Dominasi Pergerakan

Pasar derivatif masih menjadi faktor utama dalam setup Bitcoin saat ini. Meskipun partisipasi spot mulai meningkat, volume spot masih relatif rendah dibanding aktivitas futures.

Dalam data yang tersedia, spot volume diperkirakan hanya sekitar 5,96% dari volume futures. Angka ini masih berada di bawah rata-rata 30 hari sekitar 6,2% dan juga di bawah level 7% yang dinilai lebih mendukung pergerakan harga yang kuat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin masih banyak ditopang oleh posisi leverage, bukan permintaan spot yang solid. Ketika pasar terlalu bergantung pada futures, risiko pembalikan tajam biasanya meningkat.

Jika BTC naik karena short liquidation tetapi tidak diikuti pembelian spot, reli dapat cepat kehilangan tenaga. Sebaliknya, jika harga turun dan memicu long liquidation, tekanan jual juga dapat meningkat cepat dalam waktu singkat.

Tiga Skenario Pergerakan BTC

Dalam jangka pendek, ada tiga skenario utama yang perlu dipantau. Skenario pertama adalah breakout di atas US$64.600. Jika level ini ditembus dengan volume yang kuat, Bitcoin berpeluang bergerak menuju US$65.500 hingga US$66.000.

Skenario kedua adalah kegagalan menembus zona atas. Jika BTC mengambil likuiditas di sekitar US$64.600 tetapi tidak mampu melanjutkan kenaikan, harga berpotensi kembali bergerak dalam rentang sekitar US$63.200 hingga US$66.200.

Skenario ketiga adalah breakdown di bawah support. Jika Bitcoin kehilangan US$63.700 dan kemudian US$63.200, pasar dapat mengarah ke klaster likuidasi bawah di sekitar US$62.000 hingga US$62.500.

Arah akhir akan sangat bergantung pada keseimbangan antara tekanan likuidasi futures dan permintaan spot. Jika spot demand meningkat, pergerakan ke atas dapat lebih berkelanjutan. Namun, jika pasar tetap didominasi leverage, volatilitas tajam masih sulit dihindari.

Bitcoin Masih Menghadapi Ujian Likuiditas

Secara keseluruhan, Bitcoin sedang menghadapi ujian likuiditas penting. Area US$64.600 menjadi level kunci di sisi atas, sementara US$62.000 hingga US$62.500 menjadi zona risiko di sisi bawah.

Jika BTC mampu menembus US$64.600 dan mempertahankan momentum, target berikutnya berada di US$65.500 hingga US$66.000. Namun, jika breakout gagal dan permintaan spot tetap lemah, harga berisiko kembali masuk ke rentang konsolidasi.

Sebaliknya, kehilangan US$63.200 dapat memperbesar risiko penurunan menuju klaster likuidasi bawah. Dalam kondisi ini, posisi long berleverage dapat menjadi sumber tekanan jual tambahan.

Untuk saat ini, trader perlu mencermati bukan hanya level harga, tetapi juga komposisi volume spot dan futures. Selama futures masih mendominasi, pergerakan Bitcoin berpotensi tetap cepat, tajam, dan rentan berbalik setelah likuiditas utama tersentuh.

Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version