Crypto
Bitcoin ke US$150.000, Ethereum Bisa Ikut Terbang ke US$6.000?
Tim Research Tokocrypto mengatakan Lee bahkan menyebut target itu relatif konservatif.
Ethereum (ETH) berpotensi melonjak hingga US$6.000 pada akhir 2026 apabila Bitcoin berhasil mencapai US$150.000 dan Ethereum kembali memperkuat performanya terhadap BTC, menurut proyeksi Co-Founder Fundstrat sekaligus Chairman BitMine Immersion Technologies, Tom Lee.
Dalam wawancara di Milk Road Show, Lee memperkirakan rasio ETH/BTC yang saat ini berada di sekitar 0,03 dapat meningkat menjadi 0,04. Jika pada saat yang sama Bitcoin mencapai US$150.000, perhitungan tersebut akan menempatkan harga Ethereum di sekitar US$6.000.
Tim Research Tokocrypto mengatakan Lee bahkan menyebut target itu relatif konservatif.
“Pada siklus bullish 2021, rasio ETH/BTC sempat mendekati 0,08, atau sekitar dua kali asumsi yang digunakan dalam proyeksi US$6.000,” ungkapnya
Namun, Ethereum masih memiliki perjalanan panjang. Pada 31 Agustus 2026, ETH bergerak di kisaran US$2.400-US$2.450 dan masih menghadapi resistance kuat di sekitar US$2.500.
Daftar Isi
ETH Mulai Mengungguli Bitcoin
Optimisme Lee muncul setelah Ethereum menunjukkan performa relatif lebih kuat dibandingkan Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir.
ETH sebelumnya bangkit dari sekitar US$1.900 menuju US$2.500. Lee menilai kenaikan tersebut bukan sekadar short squeeze, melainkan mulai mencerminkan perubahan fundamental di pasar kripto.
Salah satu indikator yang menjadi fokus adalah rasio ETH/BTC.
Dilaporkan Coingape, rasio tersebut menggambarkan berapa banyak Bitcoin yang dibutuhkan untuk membeli satu Ethereum. Jika ETH naik lebih cepat daripada BTC, rasio akan meningkat dan menunjukkan Ethereum sedang mengungguli Bitcoin.
Lee memperkirakan rasio tersebut dapat mencapai sekitar 0,04 pada akhir 2026.
Dalam skenario sederhana, jika BTC mencapai US$150.000:
US$150.000 × 0,04 = US$6.000 per ETH.
Target itu masih hanya setengah dari rasio sekitar 0,08 yang pernah terlihat pada siklus 2021. Karena itu, Lee menilai US$6.000 bukan skenario yang terlalu agresif apabila rotasi modal menuju Ethereum terus terjadi.
Baca juga: Benjamin Cowen: Ethereum Kemungkinan Sudah Lewati Fase Bottoming
Tokenisasi dan AI Jadi Alasan Lee Bullish
Pandangan bullish terhadap Ethereum tidak hanya didasarkan pada pergerakan harga.
Lee melihat tokenisasi aset dan agentic AI sebagai dua narasi yang berpotensi menjadi pendorong besar industri kripto dalam beberapa tahun mendatang.
Ethereum dinilai berada pada posisi strategis karena telah menjadi salah satu infrastruktur utama bagi stablecoin, tokenized assets, DeFi, dan berbagai aplikasi berbasis smart contract.
Menurut Lee, siklus sebelumnya lebih banyak dipengaruhi NFT dan memecoin. Kali ini, permintaan berpotensi berasal dari penggunaan blockchain oleh lembaga keuangan tradisional serta AI agent yang membutuhkan infrastruktur pembayaran dan settlement digital.
Jika aktivitas tersebut berkembang, permintaan penggunaan jaringan Ethereum berpotensi memperoleh basis fundamental yang berbeda dari siklus sebelumnya.
CLARITY Act Bisa Jadi Katalis September
Katalis berikutnya datang dari regulasi Amerika Serikat.
Lee menempatkan Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act sebagai salah satu katalis jangka pendek utama bagi Ethereum karena regulasi yang lebih jelas dapat mempermudah institusi keuangan tradisional masuk ke industri aset digital.
RUU tersebut telah lolos dari Senate Banking Committee pada Mei dengan suara 15-9 dan bergerak menuju pembahasan di Senat.
Senat AS telah menjadwalkan proses cloture terkait motion to proceed atas CLARITY Act pada 15 September 2026 pukul 14.15 waktu setempat. Prosedur tersebut menjadi langkah penting untuk menentukan apakah RUU dapat maju ke pembahasan lebih lanjut.
Bagi Ethereum, kejelasan pembagian pengawasan aset digital dan struktur pasar AS berpotensi memberikan kepastian lebih besar kepada bank, manajer investasi, hingga perusahaan yang ingin membangun layanan berbasis blockchain.
Namun, Lee mengatakan prospek Ethereum tidak sepenuhnya bergantung pada lolosnya regulasi tersebut pada September. Ia menilai pengembangan teknologi tetap dapat berlangsung meski proses legislasi membutuhkan waktu lebih panjang.
ETF Ethereum Masih Kebanjiran Dana
Sinyal permintaan institusional juga terlihat dari pasar ETF.
Spot Ethereum ETF di Amerika Serikat mencatat sekitar US$102,1 juta net inflow pada 28 Agustus, sekaligus memperpanjang rangkaian arus dana positif menjadi 10 hari perdagangan berturut-turut.
Total cumulative net inflow produk Ethereum ETF telah mencapai sekitar US$12,9 miliar hingga akhir pekan lalu.
Konsistensi inflow ini menjadi penting karena memberikan sumber permintaan yang dapat diukur secara langsung dari investor melalui produk pasar modal.
Jika tren tersebut berlanjut, ETF berpotensi menjadi salah satu penopang Ethereum ketika investor institusional meningkatkan alokasi ke aset digital.
Tapi ETH Masih Harus Lewati US$2.500
Meski target US$6.000 terdengar sangat bullish, Ethereum masih memiliki resistance jangka pendek yang harus dilewati.
ETH kembali gagal menembus US$2.500 secara meyakinkan pada akhir Agustus. Area tersebut menjadi batas penting setelah reli sekitar 30% membawa harga dengan cepat dari kisaran US$1.900 menuju US$2.400-US$2.500.
Jika US$2.500 berhasil ditembus dan berubah menjadi support, Ethereum dapat memperoleh ruang untuk melanjutkan pemulihan ke level yang lebih tinggi.
Sebaliknya, kegagalan berulang kali melewati US$2.500 dapat memicu konsolidasi atau profit taking, dengan area sekitar US$2.400 menjadi support terdekat.
Dengan demikian, target US$6.000 masih berada jauh dari kondisi pasar saat ini.
Bisakah Ethereum Benar-Benar ke US$6.000?
Target Tom Lee pada dasarnya bergantung pada dua asumsi besar yang harus terjadi bersamaan.
Pertama, Bitcoin harus naik menuju US$150.000. Kedua, Ethereum harus memperkuat posisinya terhadap Bitcoin hingga rasio ETH/BTC mencapai setidaknya 0,04.
Jika hanya Bitcoin yang naik sementara rasio ETH/BTC tetap lemah, target US$6.000 tidak otomatis tercapai.
Sebaliknya, apabila arus ETF terus meningkat, regulasi AS menjadi lebih jelas, serta tokenisasi dan penggunaan Ethereum oleh institusi berkembang, ETH berpotensi mengungguli BTC dan memperbesar peluang tercapainya skenario tersebut.
Untuk jangka pendek, US$2.500 tetap menjadi ujian pertama Ethereum.
Untuk jangka panjang, pasar akan mengamati apakah rasio ETH/BTC benar-benar mulai bergerak kembali menuju 0,04. Jika kedua skenario itu bertemu dengan Bitcoin di US$150.000, barulah proyeksi Ethereum US$6.000 menjadi lebih realistis.
Baca juga: Tiga Sinyal Demand Kripto Mulai Pulih, tapi Reli Belum Terkonfirmasi
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
