Altcoin News
Bitmine Boncos Rp100 Triliun, Masih Nekat Borong Ethereum Lagi
BitMine Immersion Technologies kembali mengejutkan pasar setelah membeli lebih dari 100.000 ETH.
Tim Research Tokocrypto melihat strategi BitMine sebagai pendekatan high conviction.
Perusahaan treasury kripto, BitMine Immersion Technologies kembali mengejutkan pasar setelah membeli lebih dari 100.000 ETH, meskipun saat ini menanggung kerugian belum terealisasi (unrealized loss) hingga lebih dari $6,5 miliar.
Langkah agresif ini memicu perdebatan: apakah ini strategi jangka panjang yang visioner, atau justru langkah berisiko tinggi di tengah volatilitas pasar?
BitMine Tambah Kepemilikan ETH Secara Agresif
Dalam laporan terbarunya, BitMine mengungkapkan telah membeli tambahan 101.901 ETH dalam satu minggu terakhir. Dengan pembelian ini, total kepemilikan mereka kini mencapai sekitar 5,08 juta ETH, dengan total aset kripto dan kas senilai $13,3 miliar.
Pembelian ini melanjutkan aksi akumulasi sebelumnya, di mana perusahaan juga membeli lebih dari 101.000 ETH dalam pekan sebelumnya. Ini menjadi salah satu aksi akumulasi terbesar sejak Desember dan menunjukkan keyakinan kuat terhadap Ethereum di tengah kondisi pasar yang belum stabil.
Tim Research Tokocrypto melihat strategi BitMine sebagai pendekatan high conviction yang biasanya hanya dilakukan oleh institusi dengan horizon investasi jangka panjang. Mereka melihat bahwa akumulasi besar di tengah tekanan harga mencerminkan keyakinan terhadap fundamental Ethereum, khususnya dari sisi ekosistem dan utilitas jaringan.
“Mereka juga menekankan bahwa strategi seperti ini memiliki risiko tinggi, terutama karena eksposur besar terhadap volatilitas harga. Dalam jangka pendek, fluktuasi harga dapat berdampak signifikan terhadap neraca perusahaan, bahkan jika prospek jangka panjang tetap positif,” jelasnya.
Baca juga: Borong ETH Gila-Gilaan! Bitmine Diam-Diam Mau Kuasai Ethereum?
Kerugian Besar Jadi Risiko Nyata
Meski terus menambah aset, BitMine saat ini mencatat kerugian belum terealisasi lebih dari $6,5 miliar dari total investasi sekitar $17,6 miliar. Hal ini menunjukkan dampak signifikan dari penurunan harga Ethereum dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi ini juga tercermin pada saham perusahaan (BMNR) yang tercatat turun lebih dari 20% sepanjang tahun berjalan. Ini menjadi bukti bahwa strategi akumulasi besar tidak selalu sejalan dengan performa jangka pendek di pasar.
Strategi Staking Jadi Penopang
Untuk mengimbangi risiko, BitMine mengalokasikan sekitar 3,7 juta ETH untuk staking. Dengan cara ini, perusahaan tetap memperoleh pendapatan pasif dari reward validasi jaringan Ethereum.
Meskipun staking memberikan arus kas tambahan, pendapatan ini relatif kecil dibandingkan potensi kerugian akibat fluktuasi harga. Artinya, strategi ini lebih berfungsi sebagai penopang, bukan solusi utama terhadap risiko penurunan nilai aset.
Pasar Mulai Stabil, Tapi Risiko Masih Tinggi
Langkah BitMine terjadi di tengah tanda-tanda stabilisasi pasar kripto. Harga Ethereum sempat pulih ke atas $2.400 setelah sebelumnya turun ke sekitar $1.800 di awal tahun.
Namun, secara keseluruhan ETH masih mencatat penurunan sekitar 23% sepanjang tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan, volatilitas masih menjadi tantangan utama bagi investor institusional.
Baca juga: Chairman BitMine Sebut Ethereum Masuki Supercycle Bitcoin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
