Market

Bull Market Crypto 2026 Sudah Selesai? Ini Jawabannya

Bitcoin turun di bawah US$70.000 pada 2 Juni 2026 dan sempat diperdagangkan di sekitar US$69.200.
Tim Research Tokocrypto mengungkap untuk menentukan apakah ini bear market penuh atau koreksi besar, ada empat indikator utama yang perlu dipantau.

Published

on

Bitcoin turun di bawah US$70.000 pada 2 Juni 2026 dan sempat diperdagangkan di sekitar US$69.200. Level ini sekitar 45% lebih rendah dari cycle high US$126.296 yang dicapai pada 6 Oktober 2025.

Penurunan ini cukup dalam, tetapi masih lebih kecil dibanding bear market penuh dalam siklus sebelumnya. Pada siklus 2021, Bitcoin turun sekitar 78% dari US$69.000 ke US$15.476. Dalam siklus lebih lama, penurunan 80% atau lebih sering terjadi sebelum market benar-benar menemukan bottom.

Karena itu, penurunan 45% saat ini belum otomatis membuktikan bahwa bull market sudah selesai.

Sentimen Pasar Masuk Extreme Fear

Meski belum separah bear market historis, kondisi pasar saat ini memang lemah. Bitcoin mencatat tiga monthly candle merah berturut-turut, Bitcoin dominance turun di bawah 60%, dan Fear & Greed Index berada di zona extreme fear sekitar 23–26.

Search interest untuk “Bitcoin bear market” juga melonjak ke level tertinggi dalam lima tahun. Ini menunjukkan ketakutan pasar sudah sangat kuat.

Selain itu, spot ETF Bitcoin mencatat outflow mingguan terbesar tahun ini, sehingga tekanan dari sisi institusi mulai menjadi perhatian utama.

Bear Case: Siklus 4 Tahun Bilang Market Sudah Masuk Reset

Dilaporkan Crypto.News, argumen bearish terbesar datang dari pola siklus empat tahun Bitcoin. Secara historis, Bitcoin sering bergerak mengikuti siklus halving, dengan fase bullish sekitar 12–18 bulan setelah halving, lalu masuk periode koreksi panjang.

Halving April 2024 menempatkan window bullish utama di akhir 2025 hingga awal 2026. Dengan Bitcoin mencapai puncak pada Oktober 2025, bear case melihat 2026 sebagai tahun reset.

Jika pola lama masih berlaku, pasar saat ini bisa berada dalam fase markdown yang biasanya berlangsung sekitar satu tahun.

On-Chain Valuation Juga Mulai Melemah

Beberapa indikator on-chain mendukung pandangan bearish. MVRV Z-Score, yang membandingkan market value dengan realized value Bitcoin, disebut sudah memberi sinyal late-cycle top.

Moving average jangka panjang juga menjadi perhatian. Jika Bitcoin gagal mempertahankan 50-week dan 100-week moving average, lalu berkali-kali gagal reclaim resistance, itu bisa menjadi sinyal struktur bear market yang lebih jelas.

Beberapa framework on-chain bahkan menempatkan potensi downside Bitcoin di zona US$40.000 hingga US$80.000 sebelum siklus baru dimulai.

Baca Juga: 3 Altcoin yang Perlu Dipantau pada Juni 2026: NEAR, INJ, dan WLD

Risiko Baru: Treasury Company Bisa Menjual BTC

Salah satu risiko yang berbeda dari siklus sebelumnya adalah munculnya banyak digital asset treasury companies. Banyak perusahaan meniru strategi Strategy dengan menimbun Bitcoin di balance sheet.

Jika perusahaan-perusahaan ini mulai menjual BTC karena tekanan margin, kewajiban dividen, atau kebutuhan likuiditas, pasar bisa menghadapi supply shock baru.

Penjualan kecil Strategy baru-baru ini menjadi simbol penting. Jumlahnya memang kecil, tetapi pasar mulai sadar bahwa treasury company tidak selalu hanya membeli.

Bull Case: ETF Masih Jadi Penyangga Utama

Di sisi bullish, spot Bitcoin ETF masih menjadi fondasi penting. ETF Bitcoin mengelola aset lebih dari US$100 miliar.

Meski terjadi outflow besar, total dana yang keluar masih relatif kecil dibanding dana yang masuk sejak awal. Sekitar US$2,97 miliar keluar selama streak outflow terbaru, tetapi angka itu masih kurang dari 8% dari US$36 miliar yang masuk pada tahun pertama kategori ETF tersebut.

Ini berbeda dari siklus 2018 atau 2022, karena sekarang ada modal institusional yang lebih besar dan lebih terstruktur.

Fed Pivot Bisa Jadi Katalis Pemulihan

Bull case juga bergantung pada makro. Jika Federal Reserve mulai memberi sinyal pemangkasan suku bunga pada paruh kedua 2026, likuiditas bisa kembali masuk ke aset berisiko.

Dalam skenario itu, ETF yang saat ini mengalami outflow bisa berubah menjadi jalur masuk modal baru.

Selain itu, regulasi seperti CLARITY Act dan MiCA dapat memberi kepastian hukum yang lebih besar, sehingga institusi lebih nyaman menambah eksposur ke crypto.

Siklus 4 Tahun Mungkin Mulai Tidak Relevan

Argumen bullish paling besar adalah bahwa siklus empat tahun Bitcoin mungkin sudah tidak lagi sekuat dulu.

Dulu, siklus banyak dipengaruhi oleh miner selling dan retail mania. Sekarang, pasar lebih banyak dipengaruhi oleh ETF, institusi, regulasi, likuiditas makro, dan treasury perusahaan.

Jika struktur pasar memang berubah, maka asumsi bahwa 2026 harus menjadi bear year karena pola lama bisa saja tidak lagi akurat.

2026 Mungkin Bukan Bull atau Bear, Tapi Divergence Year

Pandangan paling masuk akal mungkin bukan memilih antara bull market atau bear market, tetapi melihat 2026 sebagai tahun divergence.

Artinya, tidak semua aset crypto bergerak bersama. Bitcoin bisa melemah, sementara beberapa token AI, RWA, prediction market, atau aset dengan revenue model kuat tetap naik.

Kondisi ini sudah mulai terlihat. Bitcoin melemah, tetapi beberapa altcoin berbasis narasi tertentu masih mencatat kenaikan besar. Dominance turun di bawah 60%, tetapi tidak ada rotasi altcoin yang benar-benar bersih.

Ini menunjukkan pasar mulai terfragmentasi.

Empat Sinyal yang Perlu Dipantau

Tim Research Tokocrypto mengungkap untuk menentukan apakah ini bear market penuh atau koreksi besar, ada empat indikator utama yang perlu dipantau.

“Pertama, 50-week dan 100-week moving average. Jika Bitcoin bertahan di atasnya, skenario koreksi dalam bull market masih hidup. Jika breakdown berlanjut, risiko bear market meningkat,” jelasnya.

Kedua, arah ETF flow. Jika ETF kembali mencatat inflow berkelanjutan, institusi masih menyerap penurunan. Jika outflow berlanjut, bear case semakin kuat.

Ketiga, perilaku treasury company. Jika lebih banyak perusahaan mulai menjual Bitcoin, supply shock bisa memperburuk pasar.

Keempat, arah makro, terutama sinyal Fed, tensi geopolitik, dan kondisi saham AI. Crypto saat ini sangat berkorelasi dengan pasar tradisional, sehingga makro menjadi penentu besar.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version