Connect with us

Altcoin News

CEO Bank of America: Bunga Stablecoin Bisa Bikin $6 miliar Keluar Sistem Perbankan!

Published

on

bank of america

CEO Bank of America, Brian Moynihan, dalam Q4 2025 Bank of America Earnings Conference Call, memperingatkan bahwa jika stablecoin diizinkan membayar bunga (yield/interest) kepada pemegangnya, maka diperkirakan hingga $6 triliun deposito bank di Amerika Serikat berpotensi berpindah keluar dari sistem perbankan konvensional.

Angka ini terbilang sangatlah besar, karena mencapai sekitar 30-35% dari total deposito bank komersial di AS. Dampaknya, jika ini ternjadi bisa mencakup bank yang kehilangan sumber dana murah dari deposit retail yang mengendap, hingga naiknya biaya pinjaman kredit.

$6 miliar Bisa Keluar Sistem Perbankan Gara-Gara Stablecoin

Menurut Moynihan, perkiraan tersebut didasarkan pada studi Departemen Keuangan AS (U.S. Treasury Department) dan menghubungkan potensi pergeseran dengan perdebatan legislatif yang sedang berlangsung mengenai stablecoin berbunga.

Ia menjelaskan bahwa stablecoin yang membayar bunga akan berfungsi mirip seperti money market mutual fund, instrumen investasi yang menawarkan yield lebih tinggi dibandingkan rekening tabungan bank biasa.

Jika stablecoin bisa memberikan yield sekitar 4%, sementara bank hanya memberikan bunga kecil, maka wajar jika masyarakat dan institusi lebih memilih memindahkan dana mereka ke stablecoin.

Dalam surat yang ditulis oleh para pimpinan bank kepada Senat AS mengenai risiko besar jika stablecoin diizinkan membayar bunga atau imbal hasil, menyebutkan bahwa “jika miliaran dana tersingkir dari pinjaman bank komunitas, usaha kecil, para petani, pelajar, dan pembeli rumah di kota-kota seperti milik kita akan menderita.” seraya menambahkan bahwa perusahaan yang terkait dengan stablecoin tidak dapat menggantikan peran bank dalam menciptakan kredit dan tidak menawarkan asuransi FDIC.

Dampak lainnya juga bisa berakibat seperti:

  • Bank kehilangan sumber dana murah (deposito ritel)
  • Bank terpaksa mencari dana dari sumber lain yang lebih mahal (wholesale funding)
  • Kapasitas kredit/lending bank menurun
  • Biaya pinjaman (suku bunga kredit) secara keseluruhan bisa naik

Namun, banyak yang menganggap hal di atas hanyalah alasan belaka, untuk melindungi kepentingan dan margin keuntungan bank besar. Karena bank besar ini sebenarnya mampu menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif pada deposito jika terpaksa bersaing secara terbuka.

Gonjang-Ganjing Regulasi Stablecoin di AS

Pernyataan Moynihan muncul di tengah perdebatan sengit di Kongres AS terkait rancangan undang-undang struktur pasar kripto terbaru (termasuk yang disebut sebagai bagian dari GENIUS Act atau draft terbaru dari Senator Tim Scott pada 9 Januari 2026).

Draft tersebut secara eksplisit melarang penerbit stablecoin membayar bunga atau yield hanya karena pemegang memegang token tersebut (passive holding). Namun, reward masih diperbolehkan jika terkait aktivitas seperti staking, liquidity provision, atau penggunaan aktif lainnya.

Bank-bank besar, termasuk Bank of America dan kelompok lobi perbankan sangat mendukung larangan ini, karena mereka ingin menutup celah agar stablecoin tidak menjadi pesaing langsung deposito bank.

Di sisi lain, pelaku industri kripto seperti CEO Coinbase, Brian Armstrong dengan tegas menolak draft tersebut, menyebutnya sebagai upaya bank untuk membunuh reward pada stablecoin dan membatasi kompetisi.

Amstrong beranggapan bahwa dengan stablecoin yang bisa memberikan yield berarti bunga dari yeild bisa masuk ke kantong keluarga Amerika. Menurutnya ini malah bagus, karena rakyat biasa dapat untung lebih banyak daripada simpan di bank yang bunganya rendah.

Baca juga: Mendulang Cuan Tambahan dari Staking ETF Ethereum

Membandingkan Rata-Rata Bunga Bank vs Stablecoin

Terlepas dari stablecoin yang mulai dipandang sebagai ancaman baru oleh bank konvensional, mari kita bandingkan rata-rata yield atau bunga bank vs stablecoin.

Di Indonesia, bunga deposito terbagi menjadi dua kategori, yakni Bank Besar dan Bank Digital.

Bank Besar biasanya memberikan bunga rendah karena likuiditas mereka melimpah, sedangkan Bank Digital berani memberikan bunga tinggi untuk menarik nasabah.

Bank Besar (BCA, Mandiri, BNI): Bunga berkisar 2.00% – 3.50% p.a.

Bank Digital (Seabank, Bank Saqu, Krom, Neo): Bunga berkisar 5.00% – 8.75% p.a.

Sedangkan untuk stablecoin, pengguna bisa menggunakan centralized exchange dan decentralized exchange untuk mendapatkan bunga. Bunganya sendiri bervariasi tergantung aktivitasnya, seperti earn, staking, atau landing.

Data DeFiLlama, 20 Januari 2026. Sumber: DeFiLlama.

Dikutip dari data DeFiLlama, rentang bunga stablecoin seperti USDT cukup bervariatif (diurutkan berdasar TVL) mulai dari 0.57% hingga 41.23% p.a dengan rata-rata 2-10% p.a namun bisa melonjak tinggi saat bull market sedang panas, karena banyak orang meminjam stablecoin untuk beli Bitcoin.

Kesimpulan

Bank mau tidak mau harus mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi, seperti kripto dan stablecoin. Jika bank terus melobi untuk membatasi yield stablecoin tanpa berinovasi, mereka berisiko kehilangan relevansi dalam era digital money, terlebih lagi adopsi stablecoin semakin meluas dengan pesat.

Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi

Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Yahoo Finance: Bank of America CEO Warns $6T in Deposits Could Flow into Stablecoins

Stockwits: White House Threatens To Pull Support For Crypto Market Structure Bill

Trending