Connect with us

Ask

Published

on

Nilai beli mata uang (koin) tertentu.

Continue Reading

Altcoin News

Prediksi Harga Terra Luna Classic (LUNC), Inilah Hal Harus Diperhatikan

Published

on

Ilustrasi aset kripto,Terra Luna Classic (LUNC).

Harga Terra Luna Classic (LUNC) telah turun sebesar 2,04% dalam 24 jam terakhir, jatuh ke US$ 0,0001816 menyusul kerugian untuk keseluruhan pasar kripto akhir pekan ini. Harganya saat ini mewakili keuntungan 5% dalam seminggu dan kenaikan 18% dalam 30 hari terakhir, dengan altcoin diuntungkan dari sejumlah proposal dari komunitas Terra Luna Classic untuk menaikkan harganya.

Dilaporkan Crypto News, dengan perdagangan 24 jam LUNC tetap tinggi di lebih dari US$ 150 juta, masih ada cukup likuiditas untuk token menyaksikan kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat. Tentu saja, mungkin perlu koreksi ke bawah sedikit lebih jauh sebelum kembali naik.

Indikator LUNC menunjukkan bahwa token mungkin harus turun sedikit sebelum naik kembali. Dilihat dari relative strength index (ungu) telah berada di sekitar angka 50, setelah turun hampir 30 selama akhir pekan, menunjukkan bahwa ia telah memasuki fase penjualan.

Gerak LUNC

Grafik harga harian LUNC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian LUNC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: 82% Jutawan Dunia Pertimbangkan Investasi Aset Kripto Karena Cuan

Secara paralel, rata-rata pergerakan 30 hari LUNC (merah) telah mulai turun menuju 200 hari (biru). Penurunan ini mungkin tidak akan berakhir hingga menyentuh atau jatuh di bawah rata-rata jangka panjang, di mana investor dapat mulai mengharapkan kenaikan lebih lanjut.

Dalam hal level resistance dan support, tampaknya US$ 0,00018 mungkin menjadi level support utama saat ini. Jika LUNC turun di bawah harga ini, kemungkinan kerugian tambahan meningkat, meskipun penurunan ke level ini juga bisa menjadi pendahulu pemulihan.

Sebaliknya, US$ 0,00019 adalah level resistensi LUNC sekarang, menyiratkan bahwa penembusan melalui level ini dapat menandakan kenaikan lebih lanjut. Melihat gambaran yang lebih besar, pemegang LUNC memiliki berbagai alasan untuk optimis dalam jangka panjang.

Sentimen LUNC

Ada beberapa yang bisa menjadi sentimen gerak LUNC. Mulai dari komunitas Terra Luna Classic yang terus bekerja untuk mengurangi pasokan LUNC dan meningkatkan nilainya. Proposal baru-baru ini untuk mematok ulang stablecoin USTC menjadi US$ 1 kini telah disetujui, sesuatu yang kemungkinan akan berdampak positif pada harga LUNC dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.
Ilustrasi aset kripto, Terra Luna Classic (LUNC).

Baca juga: BI Bakal Terbitkan Proof of Concept Rupiah Digital pada Juli 2023, Apa Itu?

Mengenai masalah pembakaran LUNC, beberapa minggu terakhir ini juga melihat pembaruan pada protokol Terra Luna Classic yang menyediakan whitelist sehubungan dengan pembakaran pajak on-chain aslinya. Daftar putih semacam itu dapat membebaskan pihak-pihak tertentu dari pembakaran on-chain, sebuah perubahan yang dicari Binance untuk melanjutkan pembakaran biaya perdagangan regulernya sendiri.

Perselisihan yang sedang berlangsung dalam komunitas Terra Luna Classic dapat menghambat upaya untuk mencapai target pengembalian ke level US$ 0,001 dan US$ 0,01 (atau lebih), seperti proposal saat ini untuk mengakhiri pembayaran kepada pengembang Jacob Gadikian yang diduga karena “menyerang dan memfitnah validator di Luna Classic Blockchain.”

Meskipun kehilangan satu pengembang mungkin tidak berakibat fatal bagi jaringan Terra Luna Classic, hal itu berpotensi menunda pengembang lain untuk berkontribusi. Hal ini juga menimbulkan kemungkinan masyarakat tidak menyepakati rencana pelaksanaan usulan re-peg tersebut di atas, yang berlalu tanpa roadmap yang pasti dan tetap.

Meskipun demikian, LUNC jelas merupakan salah satu yang harus diperhatikan di tahun yang akan datang, dan bisa menjadi salah satu pemenang besar tahun 2023.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Business

BI Bakal Terbitkan Proof of Concept Rupiah Digital pada Juli 2023, Apa Itu?

Published

on

Ilustrasi CBDC Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.

Bank Indonesia (BI) terus memberikan update terkait perkembangan proyek Rupiah Digital. Kabarnya BI akan melakukan perilisan proof of concept Rupiah Digital pada Juli 2023 dan akan menjadi momen yang ditunggu oleh masyarakat.

BI sendiri telah menerbitkan Consultative Paper (CP) mengenai rencana pengembangan Rupiah Digital. CP ini merupakan tindak lanjut dari penerbitan White Paper Proyek Garuda: Menavigasi Arsitektur Rupiah Digital yang dirilis untuk publik pada November 2022 lalu.

Penerbitan CP ini juga merupakan upaya untuk membuka ruang diskusi publik mengenai desain Rupiah Digital. CP ini menguraikan overview desain pengembangan Rupiah Digital tahap pertama (immediate state), yaitu wholesale Rupiah Digital cash ledger yang mencakup pengenalan teknologi dan fungsi dasar yang meliputi penerbitan, pemusnahan, dan transfer dana.

Desain pengembangan Rupiah Digital dimaksud telah mempertimbangkan hasil dari benchmarking terhadap praktik terbaik dari beberapa negara yang telah melakukan pengkajian dan eksperimen wholesale central bank digital currency (CBDC).

Proof of Concept Rupiah Digital

Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.

Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Pemimpin Pasar Aset Kripto di Dunia

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan proof of concept Rupiah Digital di pertengahan tahun 2023 dan telah bertemu dengan pemain-pemain potensial untuk menjadi wholesaler mata uang digital ini. Langkah ini untuk mendukung kebijakan sistem pembayaran untuk akselerasi digital.

“Insya Allah nanti sekitar Juli kami akan keluarkan proof of concept untuk Digital Rupiah mempersiapkan Indonesia sebagai negara Indonesia maju dengan digital, digitalisasi pembayaran dan juga digitalisasi rupiah,” kata Perry dikutip Antara pada Rabu (6/2).

Perry menjelaskan Rupiah Digital akan diterbitkan dalam dua jenis, yakni Digital Rupiah wholesale (w-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbatas dan hanya didistribusikan untuk melayani transaksi wholesale, dan Digital Rupiah ritel (r-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbuka untuk publik dan didistribusikan untuk transaksi ritel.

“Kami sudah ketemu dengan pemain-pemain besar yang kami pandang punya kemampuan untuk menjadi wholesaler,” ujar Perry.

Tahap Penerbitan

Roadmap Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.
Roadmap Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.

Baca juga: CEO Ark Invest Cathie Wood Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp 7,4 Miliar

Pengembangan Rupiah Digital terdiri dari tiga tahap. Pada tahap pertama, pengembangan akan dimulai dengan w-Digital Rupiah untuk use case penerbitan, pemusnahan, dan transfer dana antar pihak. Pada tahapan berikutnya, use case w-Digital Rupiah akan diperluas dengan use case tambahan yang mendukung transaksi di pasar keuangan.

Pada tahap akhir, konsep integrated end-to-end w-Digital Rupiah to r-Digital Rupiah akan diujicobakan. Pendekatan itu memungkinkan eksplorasi berbagai alternatif desain Digital Rupiah guna memastikan nilai tambah yang paling optimal.

Rupiah Digital akan dibangun dalam fitur desain yang tangguh dan memungkinkan pengembangan model bisnis baru yang inovatif, inklusif, dan mendorong efisiensi. Mata uang digital ini akan dilengkapi dengan berbagai fitur yang memastikan resiliensi, baik dalam konteks keamanan maupun ketersediaan, misalnya, offline functionality, yang juga memastikan perluasan inklusi keuangan di daerah tertinggal.

CBDC punya Bank indonesia ini juga akan dilengkapi fitur programmability yang memungkinkan pengembangan inovasi dan efisiensi keuangan, misalnya smart contract. Tokenisasi surat berharga juga akan dikembangkan untuk membuka peluang-peluang baru bagi pendalaman pasar keuangan.

Continue Reading

Policy & Regulations

BLK 2023: Kilas Balik Pencapaian Industri Aset Kripto di Indonesia

Published

on

Ilustrasi aset kripto di Indonesia.

Industri aset kripto di Indonesia terus mengalami perkembangan. Perjalanannya tidak mudah dan terus menghadapi pasang surut yang sejalan dengan gejolak market kripto global.

Perlu diketahui pertumbuhan investasi aset kripto di Indonesia masih terus menunjukan angka yang positif. Berdasarkan data Bappebti, jumlah investor di Tanah Air bertambah 5,46 juta orang sepanjang tahun 2022 hingga total mencapai 16,7 juta. Dibandingkan pertumbuhan tahun 2021 jumlah investor kripto itu lebih rendah sebanyak 11,2 juta orang.

Nilai transaksi perdagangan aset kripto harus diakui mengalami penurunan selama tahun 2022. Bappebti juga melaporkan, nilai transaksi kripto sebesar Rp 306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 858,76 triliun.

Menurunnya nilai transaksi kripto seiring dengan anjloknya market global dan ketidakstabilan makroekonomi pada tahun lalu. Meski begitu, diproyeksikan aset kripto akan kembali bangkit pada tahun ini, meski tidak terlalu cepat atau secara bertahap. 

Bisnis Aset Kripto

Dari segi bisnis pun masih sangat menjanjikan. Tercatat pada akhir 2022 ada 25 pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti, naik dari 13 pedagang aset kripto di tahun 2021. Adopsi kripto dan blockchain pun terus mengalami perkembangan dengan banyaknya startup dan project token kripto lokal yang bermunculan.

Ilustrasi aset kripto.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

“Hal tersebut tentu positif, dengan munculnya banyak startup blockchain dan project kripto lokal ini, membukti bahwa bisnis aset kripto di Indonesia naik, bisa diakses oleh masyarakat. Developer lokal sudah melek soal pemanfaatan teknologi blockchain dengan meluncurkan project kripto,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

Dari sisi regulasi, sejauh ini sudah cukup mengakomodir keinginan para pelaku usaha dan membuat industri aset kripto lebih legitimate. Kehadiran aturan mengenai jenis token kripto yang boleh dan resmi diperdagangkan turut membuat investor lebih aman. Kemudian, adanya pajak transaksi aset kripto juga membuat industri ini lebih diperhitungkan, karena berkontribusi untuk pendapatan negara.

Pajak Kripto

Ada berbagai pembaruan regulasi aset kripto yang dikeluarkan. PerBa Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto, sekaligus mencabut Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020.

PerBa tersebut dikeluarkan sebagai bentuk peningkatan keamanan investor kripto di Indonesia. Dalam aturan ini terdapat daftar baru 383 jenis aset kripto yang legal di mana 10 adalah token lokal. Nantinya, Bappebti terus melakukan peninjauan terhadap inovasi kripto yang terjadi di pasar.

Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.
Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bappebti Kemendag dan ASPAKRINDO Gelar Bulan Literasi Kripto 2023

Salah satu regulasi yang menjadi momentum bagi perdagangan aset kripto adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto. Regulasi tersebut telah berlaku sejak 1 Mei 2022.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengumumkan sukses mengumpulkan pajak transaksi kripto sebesar Rp 246,45 miliar per Desember 2022. Dari jumlah tersebut, Sri Mulyani merinci perolehan Pajak Penghasilan (PPh) melalui perdagangan sistem elektronik dalam negeri (PMSE DN) dan penyetoran sendiri mencapai Rp 117,44 miliar. Sementara itu, perolehan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pemungutan oleh non Bendaharawan sebesar Rp 129,01 miliiar.

Tantangan dan Peluang

Industri aset kripto masih bisa terus tumbuh di Indonesia. Ada pun tantangan yang harus diperhatikan untuk menjadikan industri kripto ini sehat, yaitu terkait edukasi dan literasi. Saat ini banyak masyarakat belum sepenuhnya memahami investasi aset kripto, seperti cara memulai hingga strategi untuk mendapatkan profit. Di samping itu, sering terjadi penipuan investasi bodong yang berkedok aset kripto, sehingga membuat citra industri ini menjadi negatif.

Perbandingan regulasi aset kripto  dengan negara lain. Sumber: Tokocrypto.
Perbandingan regulasi aset kripto dengan negara lain. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Riset: Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

“Peluang tentu masih besar, dengan total jumlah investor kripto yang mencapai 16,7 juta di akhir 2022, berarti baru 6% penduduk Indonesia dari total 274 juta yang belum investasi kripto. Artinya potensi market masih sangat besar untuk bisa dimaksimalkan,” jelas pria yang akrab disapa Manda.

Terlebih saat ini aset kripto sudah dipercaya oleh banyak investor ritel di Indonesia yang sebelumnya terlebih dahulu masuk ke instrumen saham dan reksadana. Prospek imbal hasil yang tinggi dan kemudahan untuk berinvestasi menjadi daya tarik utama kripto.

Tingginya animo generasi muda dalam berinvestasi aset kripto didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah barrier to entry yang sangat kecil dan kemudahaan akses ke platform investasi kripto. Di sisi lain, adanya kecanggihan teknologi dan keterbukaan informasi, animo masyarakat untuk memilih kripto sebagai salah satu aset atau alternatif atas instrumen investasi konvensional akan semakin tinggi di waktu mendatang.

Continue Reading

Popular