Market
Deal AS-Iran Dekat: Minyak Anjlok, Kripto Menguat
Tim Research Tokocrypto melihat perkembangan geopolitik, khususnya potensi kesepakatan antara AS dan Iran, memiliki dampak signifikan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran “terlihat sangat baik” menjelang lanjutan negosiasi yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini. Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik yang terus berlanjut sebelum masa gencatan senjata saat ini berakhir.
Dilaporkan BeInCrypto, seiring dengan meningkatnya optimisme terhadap penyelesaian konflik, harga minyak global mengalami penurunan. Minyak mentah WTI tercatat turun sekitar 1,51% ke level $93,26, sementara Brent melemah 1,12% ke $98,28. Penurunan ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap stabilitas pasokan energi global jika kesepakatan berhasil dicapai.
Baca juga: Peluang Damai AS-Iran Tiba-Tiba Naik ke 33%, Pasar Mulai Optimistis?
Pasar Saham dan Kripto Respon Positif
Selain minyak, pasar keuangan global menunjukkan respons positif. Indeks saham utama Amerika Serikat seperti S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan rekor tertinggi baru, masing-masing naik sekitar 0,26% dan 0,36%. Dow Jones juga menguat sekitar 0,25%.
Di sisi lain, pasar kripto turut mengalami kenaikan moderat. Kapitalisasi pasar kripto meningkat sekitar 1% dalam 24 jam terakhir, dengan Bitcoin (BTC) bertahan di kisaran $74.650. Aset kripto berkapitalisasi besar lainnya juga mencatatkan pergerakan positif seiring membaiknya sentimen global.
Tim Research Tokocrypto melihat perkembangan geopolitik, khususnya potensi kesepakatan antara AS dan Iran, memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan pasar global, termasuk aset kripto. Penurunan harga minyak dan penguatan pasar saham menunjukkan adanya pergeseran sentimen menuju kondisi yang lebih stabil, yang biasanya mendorong minat terhadap aset berisiko seperti kripto.
“Pasar saat ini masih berada dalam fase “cautious optimism,” di mana pelaku pasar merespons positif namun tetap mempertimbangkan potensi risiko jika negosiasi tidak berjalan sesuai harapan. Ketidakpastian terkait durasi pembicaraan dan isu strategis seperti Selat Hormuz dapat memicu volatilitas dalam jangka pendek,” jelasnya.
Ketidakpastian Masih Membayangi Proses Negosiasi
Meski menunjukkan progres, kesepakatan final antara AS dan Iran diperkirakan masih membutuhkan waktu. Sejumlah pihak, termasuk negara-negara Teluk dan Eropa, menilai proses negosiasi bisa berlangsung hingga enam bulan ke depan.
Isu penting seperti pembukaan kembali Selat Hormuz juga menjadi perhatian utama, mengingat jalur tersebut berperan penting dalam distribusi energi global. Jika tidak segera dibuka, risiko terhadap pasokan energi dan bahkan potensi krisis pangan global dapat meningkat.
Dengan tenggat waktu gencatan senjata yang semakin dekat, hasil pembicaraan akhir pekan ini akan menjadi penentu arah stabilitas geopolitik dan pasar global dalam waktu dekat.
Baca Juga: Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
