Academy
Digital Assets Treasury: Paradigma Baru Cadangan Strategis Perusahaan
Artikel riset ini disusun oleh Tim Riset Tokocrypto sebagai bagian dari kajian mendalam terhadap transformasi manajemen keuangan korporasi di era aset digital.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan lanskap keuangan, perusahaan mulai mengevaluasi kembali strategi pengelolaan cadangan mereka. Salah satu pendekatan yang kian mendapatkan perhatian adalah Digital Assets Treasury (DAT).
Daftar Isi
Introducing: The Corporate Crypto Shift
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan global semakin meragukan ketergantungan penuh pada kas dan instrumen keuangan tradisional. Inflasi yang masih bertahan, suku bunga tinggi dalam jangka panjang, serta meningkatnya risiko likuiditas dan stabilitas sistem keuangan global mendorong korporasi mencari alternatif penyimpanan nilai. Kondisi ini membuka jalan bagi adopsi aset kripto sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai terhadap risiko makroekonomi. Dari sinilah konsep Digital Assets Treasury mulai berkembang.
Apa Itu Digital Assets Treasury (DAT)?
Digital Assets Treasury (DAT) merupakan strategi pengelolaan cadangan perusahaan dengan memasukkan aset digital ke dalam neraca keuangan. Aset digital ini digunakan baik sebagai penyimpan nilai (store of value) maupun sebagai bagian dari manajemen likuiditas perusahaan.
Menariknya, DAT tidak hanya diadopsi oleh perusahaan yang bergerak di industri kripto. Perusahaan non-kripto seperti Tesla dan Block juga telah mengintegrasikan aset kripto ke dalam strategi treasury mereka sebagai bentuk diversifikasi aset dan perlindungan dari tekanan ekonomi global.
Digital Assets vs Traditional Assets
Dibandingkan aset tradisional, aset digital memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Aset digital beroperasi di pasar berbasis blockchain yang terdesentralisasi, sementara aset tradisional bergantung pada sistem keuangan terpusat seperti bank dan pasar modal.
Dari sisi jenis aset, Digital Assets Treasury mencakup kripto, stablecoin, token DeFi, dan aset digital lain, sedangkan treasury konvensional mengandalkan kas, deposito, obligasi, saham, serta instrumen pasar uang.
Dari aspek regulasi, aset digital masih berada dalam fase pengembangan kerangka hukum yang berbeda di tiap negara, berbeda dengan aset tradisional yang telah memiliki regulasi mapan. Keunggulan aset digital terletak pada likuiditas global 24/7 dan pembayaran instan, meskipun volatilitasnya relatif lebih tinggi.
Sementara itu, aset tradisional cenderung lebih stabil, tetapi proses transaksi dan likuiditasnya lebih lambat. Dari sisi keamanan, aset digital sangat bergantung pada pengelolaan private key, cold storage, dan smart contract, sedangkan aset tradisional mengandalkan sistem perbankan dan kustodian.
Jenis Aset Digital dalam Digital Assets Treasury
Dalam praktiknya, Digital Assets Treasury mencakup beberapa jenis aset utama. Cryptocurrencies dan NFTs digunakan sebagai alat pembayaran, instrumen investasi, hingga bukti kepemilikan aset digital yang unik. Stablecoins dan CBDCs dirancang untuk menjaga stabilitas nilai dengan dipatok pada mata uang resmi, sehingga lebih cocok untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek. Selain itu, terdapat digital bonds dan tokenized assets, yaitu representasi instrumen keuangan atau aset tertentu di blockchain yang memungkinkan akses tanpa perantara.
Insight Singkat
Secara ringkas, Digital Assets Treasury menunjukkan bahwa aset digital kini tidak lagi sekadar instrumen spekulatif, melainkan telah menjadi bagian dari strategi pengelolaan cadangan perusahaan untuk menghadapi tantangan makroekonomi global.
Gambaran Adopsi Global Digital Assets Treasury
Perusahaan dengan strategi Digital Assets Treasury (DATCo) kini tersebar di berbagai negara. Berdasarkan data kepemilikan kripto yang dipublikasikan, tingkat adopsi dapat dikelompokkan menjadi tinggi, menengah, dan rendah.
Negara dengan tingkat adopsi tinggi memiliki cadangan kripto perusahaan yang signifikan, sementara negara dengan adopsi menengah dan rendah masih berada dalam tahap pengembangan atau uji pasar.
Perkembangan Digital Assets Treasury
Sejarah Digital Assets Treasury dapat ditelusuri sejak perusahaan penambangan kripto Hut 8 mulai mengadopsinya pada 2017. Namun, pertumbuhan signifikan terjadi setelah Strategy melakukan investasi besar dalam aset digital sebagai bagian dari treasury mereka. Hingga Oktober 2025, total aset kripto yang dikelola oleh DATCo diperkirakan mencapai sekitar USD 137 miliar, meningkat lebih dari dua kali lipat hanya dalam satu tahun.
Bitcoin menjadi aset utama dalam strategi Digital Assets Treasury. Dari sisi geografis, Amerika Serikat memimpin dalam jumlah perusahaan yang mengadopsi strategi ini, disusul oleh Kanada dan China.
Beyond Bitcoin: Diversifikasi Aset Digital
Meski Bitcoin mendominasi, sejumlah perusahaan mulai melirik aset digital alternatif. Beberapa di antaranya berinvestasi pada altcoin, mulai dari token layer-1 hingga token berbasis emas, sebagai upaya diversifikasi cadangan.
Mayoritas Digital Assets Treasury non-Bitcoin terbentuk melalui skema PIPE (Private Investment in Public Equity), di mana perusahaan menerima aset digital secara langsung dari proyek terkait.
Walaupun skalanya masih lebih kecil dibanding Bitcoin, tren ini mencerminkan semakin luasnya adopsi aset digital dalam manajemen treasury perusahaan.
Outlook: Masa Depan Digital Assets Treasury
Dominasi Bitcoin dalam treasury korporasi menunjukkan bahwa kripto mulai dipandang sebagai cadangan strategis jangka panjang. Masuknya Ethereum dan Solana ke dalam portofolio treasury perusahaan menandai awal diversifikasi Digital Assets Treasury di luar Bitcoin. Ke depan, model treasury berbasis aset digital berpotensi menjadi sumber permintaan baru yang dapat memperkuat adopsi dan stabilitas pasar kripto dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Digital Assets Treasury mencerminkan pergeseran fundamental dalam strategi pengelolaan cadangan perusahaan. Aset digital, terutama Bitcoin, kini semakin dipandang sebagai instrumen lindung nilai dan cadangan strategis di tengah dinamika makroekonomi global yang penuh ketidakpastian. Bagi korporasi, DAT bukan sekadar tren, melainkan evolusi baru dalam manajemen treasury di era ekonomi digital.
Baca juga: Mengenal APRO: Penghubung Data Dunia Nyata ke Blockchain
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.