Bitcoin News

Emas Menguat Usai CPI Juli, Bitcoin Masih Tertahan: Ada Apa?

Tim Research Tokocrypto, mengatakan data CPI Juli menunjukkan inflasi tahunan AS turun ke 3,4% dari 3,5% pada Juni, sementara core inflation melambat ke 2,5%

Published

on

Harga emas menguat setelah data inflasi Amerika Serikat Juli 2026 menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Namun, Bitcoin belum menunjukkan reli yang sama kuat karena pasar masih menunggu konfirmasi bahwa fase bottom benar-benar terbentuk.

Tim Research Tokocrypto, mengatakan data CPI Juli menunjukkan inflasi tahunan AS turun ke 3,4% dari 3,5% pada Juni, sementara core inflation melambat ke 2,5% dari 2,6%. Data tersebut sesuai ekspektasi pasar dan ikut menurunkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September.

“Emas naik sekitar 0,5% setelah rilis data tersebut, sementara Bitcoin masih bergerak terbatas di sekitar US$64.000,” ujarnya.

Perbedaan respons ini menunjukkan investor lebih cepat masuk ke aset safe haven seperti emas, sementara BTC masih dibayangi sinyal on-chain yang belum sepenuhnya mengonfirmasi akhir tekanan jual.

Peluang The Fed Tahan Suku Bunga Meningkat

Data inflasi Juli langsung mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve. Menurut MarketWatch, peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan September turun ke sekitar 36,1%, dari 55% sepekan sebelumnya.

Penurunan peluang kenaikan suku bunga terjadi karena inflasi mulai melambat, meskipun masih berada di atas target The Fed sebesar 2%. Data CPI utama tercatat naik 0,1% secara bulanan, sementara inflasi tahunan berada di 3,4%.

Kondisi ini memberi ruang bagi The Fed untuk mempertimbangkan menahan suku bunga pada September. Laporan CPI yang lebih tenang juga datang setelah data tenaga kerja sebelumnya melemah, sehingga pasar melihat alasan bagi bank sentral untuk lebih berhati-hati.

Namun, inflasi belum sepenuhnya selesai. Sebagian ekonom memperingatkan bahwa penurunan harga energi pada data Juli bisa saja bersifat sementara. Jika harga minyak dan bensin kembali naik, data CPI berikutnya berpotensi kurang bersahabat bagi pasar.

Baca Juga: Bitcoin Catat Sinyal Oversold Ekstrem terhadap Emas, Peluang Reli Besar Terbuka?

Emas Lebih Cepat Merespons

Dilaporkan BeInCrypto, emas langsung mendapat dorongan dari turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga. Ketika peluang suku bunga lebih tinggi menurun, daya tarik emas biasanya meningkat karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil ikut berkurang.

Selain itu, emas juga diuntungkan oleh ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Setelah laporan tenaga kerja AS yang melemah, investor cenderung mencari aset pelindung nilai, terutama ketika inflasi masih berada di atas target tetapi pertumbuhan mulai melambat.

Bitcoin juga sempat mendapat dukungan dari narasi yang sama, tetapi pergerakannya belum sekuat emas. BTC masih harus menghadapi tekanan dari arus dana institusional, sentimen derivatif, dan kondisi on-chain yang belum menunjukkan capitulation penuh.

Dengan kata lain, emas bergerak sebagai aset safe haven tradisional, sementara Bitcoin masih diperlakukan sebagai aset berisiko yang sangat sensitif terhadap likuiditas dan ekspektasi kebijakan moneter.

Sinyal Bottom Bitcoin Mulai Muncul

Menurut analisis CryptoQuant, Bitcoin mulai menunjukkan kondisi yang sering terlihat pada fase pembentukan macro bottom. Salah satu indikator yang dipantau adalah adjusted Net Unrealized Profit/Loss atau aNUPL, yang mengukur posisi keuntungan dan kerugian belum terealisasi dari holder.

CryptoQuant menilai investor Bitcoin jangka panjang kini berada dalam tekanan yang lebih besar dibanding pasar secara keseluruhan. Pola seperti ini pernah muncul pada beberapa dasar pasar besar sebelumnya, termasuk Desember 2018 dan November 2022.

Namun, CryptoQuant juga menekankan bahwa kondisi saat ini belum sama dengan capitulation penuh. Pada siklus sebelumnya, bottom besar biasanya ditandai oleh kepanikan jual yang lebih dalam dan kerugian holder yang masuk ke fase ekstrem. Laporan The Block sebelumnya juga mencatat bahwa CryptoQuant masih melihat realized losses belum mencapai level capitulation historis.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan sekitar 50% di bawah puncak siklusnya. Angka tersebut masih lebih ringan dibanding koreksi 77% yang terjadi saat bottom November 2022.

Capitulation Masih Jadi Bagian yang Hilang

Alasan Bitcoin belum bergerak sekuat emas adalah karena pasar belum melihat sinyal capitulation yang jelas. Dalam siklus sebelumnya, bottom biasanya terjadi setelah tekanan jual ekstrem memaksa holder lemah keluar dari pasar.

Saat ini, kondisi tersebut belum sepenuhnya terjadi. Bitcoin memang menunjukkan tanda-tanda mendekati fase bottom, tetapi belum ada kepanikan jual yang cukup besar untuk menandai akhir siklus penurunan secara meyakinkan.

CryptoQuant sebelumnya memperkirakan Bitcoin dapat menemukan area bottom di sekitar US$53.600 jika permintaan tetap lemah. Namun, analis juga menilai pemulihan yang berkelanjutan membutuhkan perbaikan demand, arus ETF yang lebih kuat, dan realisasi kerugian yang lebih jelas.

Di sisi lain, hadirnya ETF spot Bitcoin sejak Januari 2024 membuat siklus kali ini berbeda. Produk ETF memberi jalur bagi institusi untuk menyerap suplai dari penjual panik, sehingga capitulation mungkin tidak harus sedalam siklus sebelumnya.

Bitcoin Menunggu Data Berikutnya

Satu lagi laporan CPI akan dirilis sebelum keputusan The Fed pada 16 September. Data tersebut dapat menjadi penentu apakah pasar semakin yakin The Fed akan menahan suku bunga atau kembali memperhitungkan risiko kenaikan.

Jika inflasi tetap melambat dan pasar tenaga kerja terus melemah, Bitcoin berpeluang mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar. Dalam skenario ini, BTC dapat mencoba kembali menguji resistance di area US$65.000 hingga US$70.000.

Namun, jika inflasi kembali naik, peluang kenaikan suku bunga dapat meningkat lagi dan menekan aset berisiko. Bitcoin berisiko kembali melemah, terutama jika data on-chain tetap menunjukkan demand yang belum cukup kuat.

Untuk saat ini, emas lebih dulu mendapat manfaat dari data CPI yang lebih tenang karena statusnya sebagai safe haven. Bitcoin juga menunjukkan tanda awal pembentukan bottom, tetapi belum memiliki sinyal capitulation yang cukup jelas.

Dengan kondisi tersebut, BTC masih berada di fase menunggu konfirmasi. Jika aNUPL mulai membaik dan harga mampu membentuk higher low, pasar dapat membaca bahwa tekanan terburuk sudah lewat. Namun, jika terjadi penurunan lebih dalam disertai kepanikan jual, Bitcoin bisa memasuki fase final flush sebelum bottom yang lebih kuat terbentuk.

Baca Juga: ‘Hack’ USD 79juta Altcoin Ditransfer dari Akun Upbit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version