Altcoin News
ETH Menghilang dari Exchange! Mengapa Harga Belum Gerak?
Pasar kripto kembali menghadirkan fenomena menarik setelah cadangan Ethereum (ETH) di exchange anjlok drastis.
Tim Research Tokocrypto menganalisa ini struktur suplai yang makin ketat dan secara teoritis konstruktif, karena semakin sedikit ETH.
Pasar kripto kembali menghadirkan fenomena menarik setelah cadangan Ethereum (ETH) di exchange anjlok drastis ke level terendah sepanjang sejarah. Meski secara teori kondisi ini seharusnya menjadi sinyal positif, pergerakan harga justru belum menunjukkan respons signifikan.
Cadangan ETH di Exchange Sentuh Rekor Terendah
Data terbaru menunjukkan bahwa nilai cadangan Ethereum di seluruh exchange kini hanya sekitar 31,8 miliar dolar AS, menjadi titik terendah sejak pencatatan dimulai pada pertengahan 2021.
Dilaporkan CryptoQuant, penurunan ini terjadi akibat dua faktor utama yang berjalan bersamaan, yaitu turunnya harga ETH dan berkurangnya jumlah ETH yang tersimpan di exchange. Pada puncaknya di tahun 2021, nilai cadangan ETH sempat mencapai sekitar 140 miliar dolar AS.
Artinya, dalam beberapa tahun terakhir, nilai cadangan ini telah turun sekitar 77 persen, jauh lebih dalam dibandingkan penurunan harga ETH yang berada di kisaran 50 persen dari level tertingginya.
Baca juga: Ethereum Foundation Kunci Rp1,5 Triliun ETH: Sinyal Bullish Dimulai?
Pasokan Menyusut Lebih Cepat dari Penurunan Harga

Fenomena ini menunjukkan bahwa jumlah ETH yang tersedia untuk dijual di exchange menyusut lebih cepat dibandingkan penurunan harga itu sendiri.
Secara sederhana, ini mengindikasikan adanya arus keluar (outflow) ETH dari exchange, bukan sekadar efek dari penurunan harga. Investor tampaknya memindahkan aset mereka ke luar exchange, yang umumnya diartikan sebagai indikasi kecenderungan untuk menyimpan aset dalam jangka lebih panjang.
Menariknya, tren penurunan ini semakin cepat sejak akhir 2025, menandakan bahwa laju keluarnya ETH dari exchange justru meningkat, bukan melambat.
Tim Research Tokocrypto menganalisa ini struktur suplai yang makin ketat dan secara teoritis konstruktif, karena semakin sedikit ETH yang siap dijual di exchange.
“Tapi ada satu masalah besar: harga masih tertahan dekat US$2.100 meski reserve mencetak rekor rendah, jadi demand belum benar-benar muncul dan bullish setup ini masih tidur, belum bangun,” jelasnya.
Supply Ketat, Tapi Permintaan Masih Lemah
Di satu sisi, berkurangnya pasokan di exchange menciptakan kondisi supply yang semakin ketat, yang secara teori dapat mendorong kenaikan harga. Namun di sisi lain, harga ETH masih bertahan di sekitar level 2.100 dolar AS tanpa lonjakan berarti.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun supply menurun, permintaan dari pembeli belum cukup kuat untuk mendorong harga naik.
Ke depan, arah pergerakan ETH akan sangat bergantung pada apakah permintaan mampu menyusul kondisi supply yang semakin terbatas. Tanpa adanya peningkatan minat beli, kondisi ini bisa saja belum cukup untuk mendorong perubahan tren harga dalam waktu dekat.
Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event2 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Bitcoin News5 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah $66.672, Sinyal Konsolidasi
-
Bitcoin News6 days agoPasar Kripto Hari Ini 2 April 2026: Tunjukan Tren Pemulihan
-
Academy5 days agoRiset Kripto 30 Mar- 3 Apr 2026: Bitcoin Turun, Krisis Energi Naik

