Crypto

Ethereum Bisa Tembus US$2.650 Bulan Ini?

Tim Research Tokocrypto mengungkap optimisme tersebut muncul setelah Ether mencatat reli sekitar 20% dalam sepekan dan kembali mendekati resistance psikologis US$2.500.

Published

on

Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah trader di prediction market Kalshi memperkirakan harga aset kripto terbesar kedua dunia itu berpotensi mencapai US$2.650 sebelum Agustus 2026 berakhir.

Tim Research Tokocrypto mengungkap optimisme tersebut muncul setelah Ether mencatat reli sekitar 20% dalam sepekan dan kembali mendekati resistance psikologis US$2.500.

“Per 27 Agustus 2026, harga ETH bergerak di sekitar US$2.490, setelah sempat menyentuh area US$2.510,” katanya.

Kenaikan ETH turut memperoleh dukungan dari arus dana institusional. Spot Ethereum ETF di Amerika Serikat mencatat net inflow US$179,8 juta pada 25 Agustus, dengan BlackRock menjadi kontributor terbesar.

Meski demikian, ETH masih harus menembus US$2.500 secara meyakinkan sebelum peluang menuju US$2.600–US$2.650 semakin terbuka.

Trader Kalshi Pasang Target ETH US$2.650

Ekspektasi pasar terhadap Ethereum semakin optimistis setelah proyeksi di Kalshi menunjukkan potensi harga tertinggi ETH pada Agustus berada di sekitar US$2.650.

Prediction market bekerja dengan mengumpulkan ekspektasi trader melalui kontrak berbasis hasil suatu peristiwa. Karena itu, angka US$2.650 bukan jaminan harga Ethereum akan mencapai level tersebut, melainkan mencerminkan ekspektasi pasar berdasarkan posisi yang diambil para trader.

Data prediction market yang dirangkum sejumlah sumber menunjukkan sentimen terhadap Ethereum masih cenderung bullish menjelang akhir Agustus, meskipun peluang mencapai level yang lebih tinggi secara bertahap semakin kecil.

Momentum ini datang setelah Ethereum berhasil bangkit dari tekanan harga dan menembus US$2.400. Kini, US$2.500 menjadi level yang paling diperhatikan pasar.

Baca juga: ASTER Berpeluang Ikut Diuntungkan Jika Aturan Perp DEX AS Dibuka Lebih Luas

ETF Ethereum Kebanjiran Dana US$179,8 Juta

Sentimen positif ETH juga diperkuat masuknya modal ke produk investasi institusional.

Dilaporkan Coingape, ETF Ethereum di AS membukukan US$179,8 juta net inflow pada 25 Agustus, memperpanjang tren arus masuk menjadi tujuh sesi perdagangan berturut-turut.

ETF BlackRock iShares Ethereum Trust (ETHA) memimpin dengan arus masuk sekitar US$146,4 juta. Fidelity Ethereum Fund (FETH) menyusul dengan sekitar US$25,8 juta, sementara produk ETHB memperoleh sekitar US$7,6 juta.

Besarnya kontribusi BlackRock menunjukkan permintaan institusional tetap menjadi salah satu faktor penting di balik penguatan Ethereum.

Arus dana ETF menjadi indikator yang diperhatikan investor karena pembelian melalui produk tersebut berpotensi menciptakan permintaan tambahan terhadap ETH di pasar spot.

US$2.500 Jadi Tembok Penting Ethereum

Dari sisi teknikal, Ethereum kini berada di area yang menentukan.

Setelah reli besar dalam beberapa hari terakhir, ETH berulang kali berhadapan dengan resistance sekitar US$2.500. Data perdagangan 27 Agustus menunjukkan harga sempat bergerak hingga sekitar US$2.510 sebelum kembali berkonsolidasi di sekitar US$2.490.

Apabila ETH mampu mencatat penutupan kuat di atas US$2.500, ruang kenaikan menuju US$2.600 hingga US$2.650 berpotensi semakin terbuka.

Level berikutnya yang dapat menjadi target pasar berada di sekitar US$2.800 apabila momentum bullish terus menguat.

Namun, indikator teknikal jangka pendek juga menunjukkan momentum tidak sekuat saat awal reli. RSI empat jam sebelumnya telah turun dari kondisi overbought menuju area netral, sementara MACD menunjukkan tekanan momentum mulai berkurang.

Artinya, Ethereum masih membutuhkan tekanan beli baru untuk mengonfirmasi breakout di atas US$2.500.

Gagal Breakout, ETH Bisa Kembali ke US$2.350

Skenario bullish bukan satu-satunya kemungkinan.

Area US$2.350 menjadi support penting apabila ETH kembali mendapatkan tekanan jual. Level tersebut sebelumnya menjadi area yang mampu menahan koreksi Ethereum sebelum harga kembali naik.

Jika ETH kembali ditolak di US$2.500 dan turun menembus US$2.350, tekanan jual berpotensi membawa harga kembali mendekati US$2.000.

Dalam skenario bearish yang lebih dalam, area US$1.800 juga dapat kembali menjadi perhatian.

Karena itu, kemampuan ETH mempertahankan struktur harga di atas US$2.350 akan menjadi salah satu indikator penting untuk menentukan apakah reli saat ini masih memiliki tenaga.

Ethereum Siap Rally Lagi?

Untuk jangka pendek, sentimen Ethereum masih relatif konstruktif.

Kombinasi reli harga, derasnya inflow ETF, meningkatnya permintaan institusional, dan optimisme trader di prediction market memberikan sejumlah katalis positif bagi ETH.

Namun, US$2.500 masih menjadi gerbang utama.

Jika level tersebut berhasil ditembus dan berubah menjadi support, peluang Ethereum menuju US$2.600 hingga target prediction market US$2.650 menjadi lebih terbuka.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum di sekitar US$2.500 berpotensi memicu profit taking setelah kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Volatilitas pasar kripto yang tinggi, target US$2.650 tetap perlu dipandang sebagai proyeksi pasar, bukan kepastian harga. Pergerakan Ethereum selanjutnya akan sangat bergantung pada kelanjutan arus dana ETF, kondisi Bitcoin, serta kemampuan pembeli mempertahankan momentum di atas area resistance saat ini.

Baca juga: SEC Siapkan Regulasi Baru untuk Crypto, Apa yang Bakal Berubah?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version