Crypto

Ethereum Rebound ke Atas US$1.900, CPI AS Perkuat Sentimen Aset Kripto

Tim Research Tokocrypto mengatakan data CPI AS Juli menunjukkan inflasi tahunan turun menjadi 3,4% dari 3,5% pada Juni, sementara core CPI melambat ke 2,5%.

Published

on

Harga Ethereum (ETH) kembali menguat pada 12 Agustus 2026 setelah data inflasi Amerika Serikat dirilis sesuai ekspektasi pasar. ETH naik sekitar 3% dari area US$1.850 dan kembali diperdagangkan di atas level psikologis US$1.900.

Pada saat penulisan, Ethereum berada di sekitar US$1.916 setelah bergerak dalam rentang intraday antara US$1.880 hingga US$1.918. Rebound ini terjadi setelah pembeli kembali masuk ketika ETH sempat menguji area US$1.850 pada 11 Agustus.

Tim Research Tokocrypto mengatakan data CPI AS Juli menunjukkan inflasi tahunan turun menjadi 3,4% dari 3,5% pada Juni, sementara core CPI melambat ke 2,5%.

“Angka ini sesuai ekspektasi pasar dan membantu menjaga minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto,” jelasnya.

ETH Kembali Tembus US$1.900

Kenaikan Ethereum membawa harga kembali melewati US$1.900, level yang sebelumnya beberapa kali menjadi penghambat upaya pemulihan dalam sepekan terakhir. Pergerakan ini menunjukkan pembeli mulai kembali aktif di area support penting.

Namun, meski rebound terlihat positif, ETH belum sepenuhnya mengonfirmasi breakout. Harga masih perlu ditutup secara meyakinkan di atas zona resistance US$1.925 hingga US$1.950.

Area tersebut menjadi penting karena beririsan dengan resistance teknikal jangka pendek dan cluster likuidasi leverage. Jika ETH mampu menembus zona ini, peluang kenaikan menuju US$2.000 akan semakin terbuka.

Sebaliknya, jika harga kembali tertolak di area US$1.925 hingga US$1.950, ETH berisiko kembali turun ke support terdekat di sekitar US$1.890 hingga US$1.850.

Baca juga: Bitcoin Tertahan di US$64.000, CLARITY Act hingga Arus ETF Jadi Penentu Arah

CPI dan Spot Demand Dukung Pemulihan

Dilaporkan Crypto News, data inflasi AS yang lebih terkendali memberi dorongan terhadap sentimen pasar. Inflasi tahunan Juli berada di 3,4%, sementara core inflation turun dari 2,6% menjadi 2,5%. Data ini membantu mengurangi kekhawatiran bahwa The Fed perlu menaikkan suku bunga secara agresif dalam waktu dekat.

Bagi Ethereum, ekspektasi kebijakan moneter yang tidak terlalu ketat dapat menjadi katalis positif. ETH termasuk aset yang sensitif terhadap perubahan likuiditas, sehingga prospek suku bunga yang lebih stabil dapat meningkatkan minat investor.

Selain faktor makro, permintaan spot juga ikut mendukung rebound. Dalam data yang tersedia, holder besar dilaporkan menarik sekitar 30.000 ETH dari centralized exchange. Penarikan dari exchange dapat mengurangi suplai yang tersedia untuk dijual dalam jangka pendek, meskipun tidak selalu berarti holder akan mempertahankan token tersebut dalam jangka panjang.

Volume perdagangan saat breakout juga dilaporkan naik 35% di atas rata-rata 20 hari. Kenaikan volume memberi dukungan lebih kuat dibanding upaya sebelumnya untuk menembus US$1.900, tetapi follow-through di atas US$1.925 tetap dibutuhkan.

Resistance US$1.925 dan US$1.950 Jadi Penentu

Secara teknikal, Ethereum kini kembali diperdagangkan di atas simple moving average 20 hari di sekitar US$1.894 dan 100 hari di sekitar US$1.891. Kedua level ini kini menjadi area support langsung di sekitar US$1.890.

ETH juga masih berada di atas moving average 50 hari dekat US$1.815. Kondisi ini menunjukkan pemulihan dari low Juni di sekitar US$1.520 masih belum rusak.

Namun, Ethereum masih diperdagangkan di bawah moving average 200 hari yang menurun di sekitar US$2.035. Selama harga belum mampu merebut area ini, tren besar ETH masih belum sepenuhnya berbalik bullish.

Awesome Oscillator masih positif di 24,13, menunjukkan momentum bullish belum hilang. Namun, histogram terbaru mulai mengecil, menandakan momentum perlu kembali menguat agar ETH mampu mempertahankan breakout.

Pada grafik empat jam, Supertrend masih menunjukkan resistance di sekitar US$1.925,49. Level bawahnya di sekitar US$1.887,64 menjadi support pertama. Chaikin Money Flow naik ke 0,08, menunjukkan adanya tekanan beli bersih, meski masih tergolong moderat.

Likuidasi Mengarah ke US$1.950

Data liquidation heatmap satu pekan dari CoinGlass menunjukkan konsentrasi posisi leverage terbesar berada di sekitar US$1.950. Zona ini menjadi target potensial jika ETH mampu menembus resistance US$1.925.

Jika ETH berhasil bergerak melewati US$1.950, short liquidation dapat mempercepat kenaikan menuju US$2.000. Setelah itu, moving average 200 hari di sekitar US$2.035 akan menjadi ujian teknikal besar berikutnya.

Di sisi bawah, likuiditas masih terkonsentrasi di sekitar US$1.890, US$1.850, dan US$1.840. Jika ETH tertolak dari US$1.925 hingga US$1.950 dan kehilangan support US$1.887, harga berisiko kembali menguji area bawah tersebut.

Support US$1.850 tetap menjadi level invalidasi jangka pendek. Jika ETH ditutup di bawah level tersebut, harga dapat turun menuju moving average 50 hari di sekitar US$1.815. Pelemahan lebih dalam dapat membuka risiko ke area US$1.700.

Target US$2.000 Masih Terbuka

Sejumlah analis melihat peluang ETH menuju US$2.000 jika mampu mempertahankan area US$1.900 hingga US$1.920. Crypto analyst Ted Pillows menilai Ethereum sudah memantul dari US$1.850, tetapi masih perlu merebut kembali area US$1.900 hingga US$1.920 untuk membuka ruang kenaikan.

Michaël van de Poppe juga menilai Ethereum sedang bergerak dalam konsolidasi dengan higher lows dan volatilitas rendah. Menurutnya, kondisi volatilitas yang rendah dapat memicu breakout besar ketika harga keluar dari range.

Namun, secara teknikal, jalur menuju target lebih tinggi masih perlu bertahap. ETH lebih dulu harus menembus US$1.925, melewati cluster likuidasi US$1.950, lalu merebut kembali US$2.000 sebelum target yang lebih tinggi seperti US$2.300 menjadi relevan.

Untuk saat ini, pemulihan Ethereum masih terjaga. CPI AS yang sesuai ekspektasi, kenaikan volume, dan dukungan spot demand memberi dasar positif bagi ETH.

Namun, konfirmasi breakout belum terjadi. Level US$1.925 hingga US$1.950 menjadi area penentu arah berikutnya. Jika ditembus, ETH berpeluang menuju US$2.000. Sebaliknya, jika harga gagal bertahan di atas US$1.890, tekanan jual dapat kembali membawa ETH ke US$1.850.

Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version