Altcoin News
Ethereum Siapkan Upgrade Glamsterdam 2026, Fokus Kenaikan Gas Limit
Ethereum Foundation mengonfirmasi upgrade Glamsterdam pada H1 2026 dengan fitur ePBS, BALs, dan rencana kenaikan gas limit hingga 100 juta. Tim Research Tokocrypto menilai Glamsterdam adalah langkah krusial untuk memperkuat kedaulatan dan resistensi sensor Ethereum.
Ethereum Foundation resmi mengonfirmasi bahwa upgrade jaringan bertajuk “Glamsterdam” ditargetkan meluncur pada paruh pertama 2026.
Pembaruan ini disebut-sebut sebagai salah satu langkah paling strategis dalam roadmap Ethereum, dengan fokus pada peningkatan desentralisasi, efisiensi eksekusi node, serta kapasitas throughput jaringan.
Menurut laporan Coincu pada Jumat (20/2), tiga komponen utama dalam upgrade ini adalah implementasi ePBS (Enshrined Proposer-Builder Separation), pengenalan BALs (Block-Level Access Lists), dan rencana kenaikan gas limit hingga 100 juta.
Kombinasi ketiganya diproyeksikan membawa perubahan fundamental pada cara blok diproduksi dan dieksekusi di jaringan Ethereum.
Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?
Daftar Isi
ePBS: Standarisasi Pemisahan Proposer-Builder
Salah satu fitur paling penting dalam Glamsterdam adalah ePBS, atau Enshrined Proposer-Builder Separation.
Konsep ini pada dasarnya memindahkan mekanisme pemisahan antara pembuat blok (builder) dan pengusul blok (proposer) langsung ke dalam protokol inti Ethereum.
Selama ini, skema pemisahan tersebut banyak bergantung pada solusi eksternal seperti relay MEV (Maximal Extractable Value). Ketergantungan ini menimbulkan kekhawatiran soal sentralisasi dan potensi sensor transaksi.
Dengan ePBS, Ethereum berupaya mengintegrasikan mekanisme tersebut secara native di level protokol, sehingga alur distribusi MEV menjadi lebih transparan, terstandarisasi, dan tahan terhadap praktik sensor.
Merespons pengumuman ini, Tim Research Tokocrypto menilai langkah tersebut sebagai tonggak penting bagi masa depan Ethereum.
“Glamsterdam adalah langkah krusial untuk memperkuat kedaulatan dan resistensi sensor Ethereum. Dengan memindahkan pemisahan block-builder langsung ke protokol (ePBS), Ethereum berupaya menstandarisasi aliran MEV dan mengurangi ketergantungan pada relay eksternal, sekaligus meningkatkan kapasitas throughput jaringan secara signifikan,” ujar Tim Research Tokocrypto.
BALs: Optimasi Eksekusi Node
Selain ePBS, upgrade Glamsterdam juga menghadirkan BALs (Block-Level Access Lists).
Fitur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi eksekusi transaksi dengan menyediakan daftar akses yang lebih terstruktur pada level blok.
Secara teknis, BALs memungkinkan node untuk lebih cepat mengidentifikasi data dan state yang relevan dalam suatu blok, sehingga mengurangi beban komputasi dan meningkatkan performa sinkronisasi.
Bagi operator node dan validator, implementasi BALs berpotensi mengurangi latensi eksekusi transaksi, meningkatkan stabilitas jaringan, hingga menekan biaya operasional infrastruktur.
Langkah ini sejalan dengan visi Ethereum untuk menjaga keseimbangan antara skalabilitas dan desentralisasi.
Gas Limit 100 Juta: Dorong Throughput Lebih Tinggi
Poin ketiga yang tak kalah penting adalah rencana kenaikan gas limit hingga 100 juta.
Jika terealisasi, angka ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas transaksi per blok di jaringan Ethereum.
Kenaikan gas limit berarti lebih banyak transaksi atau operasi smart contract yang dapat diproses dalam satu blok.
Dampaknya bisa terasa pada peningkatan throughput jaringan, potensi penurunan kemacetan (congestion), dan biaya transaksi yang lebih stabil dalam kondisi trafik tinggi.
Namun demikian, peningkatan kapasitas ini tetap harus diimbangi dengan optimasi teknis agar tidak membebani node dengan spesifikasi rendah. Di sinilah peran BALs menjadi semakin relevan.
Dampak terhadap Ekosistem dan Harga ETH

Secara fundamental, pengumuman upgrade Glamsterdam memperkuat narasi bahwa Ethereum terus berinovasi untuk mempertahankan posisinya sebagai jaringan smart contract terbesar di dunia.
Bagi investor dan pelaku industri, fokus pada desentralisasi dan resistensi sensor menjadi sinyal positif, terutama di tengah meningkatnya perhatian regulator global terhadap aktivitas blockchain.
Meski dampak harga jangka pendek terhadap ETH masih bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan, roadmap yang jelas menuju H1 2026 dapat meningkatkan kepercayaan jangka panjang terhadap ekosistem Ethereum.
Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?
Menuju Ethereum yang Lebih Tangguh
Upgrade Glamsterdam mencerminkan evolusi berkelanjutan Ethereum: dari sekadar platform smart contract menjadi infrastruktur keuangan terdesentralisasi yang semakin matang secara teknis dan institusional.
Dengan kombinasi ePBS, BALs, dan kenaikan gas limit, Ethereum tidak hanya berupaya meningkatkan performa, tetapi juga memperkuat prinsip dasar desentralisasi dan ketahanan terhadap sensor.
Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, Glamsterdam berpotensi menjadi salah satu upgrade paling transformatif dalam sejarah Ethereum—membentuk fondasi jaringan yang lebih efisien, adil, dan skalabel untuk tahun-tahun mendatang.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event4 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini Naik ke $68.937, Sinyal Rebound Menguat?
-
Bitcoin News5 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?
-
Bitcoin News6 days agoBrasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC

