Altcoin News

Grayscale Sebut 4 Altcoin Ini Bisa Diuntungkan dari CLARITY Act

Tim Research Tokocrypto mengatakan Grayscale menilai kejelasan regulasi akan menguntungkan jaringan yang sudah memimpin narasi tokenisasi.

Published

on

Grayscale menyebut empat blockchain yang dinilai paling siap menerima aliran modal institusional jika CLARITY Act resmi disahkan. Empat jaringan tersebut adalah Ethereum (ETH), Solana (SOL), BNB Chain (BNB), dan Canton Network (CC).

Menurut Grayscale, regulasi yang lebih jelas akan menjadi katalis besar bagi aset digital secara luas. Namun, dampak terbesar kemungkinan akan dirasakan oleh jaringan yang sudah memiliki aktivitas on-chain kuat, terutama di sektor tokenized assets, stablecoin, dan DeFi.

CLARITY Act Maju ke Senate Floor

Digital Asset Market Clarity Act telah lolos dari Senate Banking Committee melalui voting 15 banding 9 pada 14 Mei. RUU ini bertujuan membagi pengawasan aset kripto antara SEC dan CFTC.

Jika disahkan, CLARITY Act dapat memberikan kerangka hukum yang lebih jelas untuk aset digital di AS. Bagi institusi, kejelasan ini penting karena dapat mengurangi risiko kepatuhan saat masuk ke sektor kripto.

Tahap berikutnya adalah voting penuh di Senat. Untuk lolos, RUU ini membutuhkan 60 suara, sehingga dukungan bipartisan tetap menjadi faktor kunci.

Ethereum Tetap Jadi Pemimpin On-Chain Finance

Dilaporkan BeInCrypto, Ethereum disebut Grayscale sebagai jaringan utama untuk aset dengan fungsi on-chain penuh. Posisi Ethereum masih kuat karena menjadi pusat aktivitas DeFi, tokenisasi, stablecoin, dan smart contract.

Dengan ekosistem yang matang dan likuiditas besar, Ethereum berpotensi menjadi penerima utama arus modal institusional ketika regulasi semakin jelas.

Jika CLARITY Act mengurangi ketidakpastian hukum, institusi dapat lebih percaya diri membangun produk dan layanan di atas Ethereum.

Solana Diuntungkan dari Skalabilitas dan Aktivitas Tinggi

Solana juga masuk daftar utama karena memiliki aktivitas jaringan tinggi dan biaya transaksi rendah. Dalam beberapa tahun terakhir, Solana menjadi salah satu ekosistem paling aktif untuk aplikasi ritel, DeFi, stablecoin, dan tokenisasi.

Bagi institusi, Solana menawarkan kombinasi throughput tinggi dan biaya murah. Jika regulasi AS semakin jelas, jaringan seperti Solana dapat menarik lebih banyak eksperimen produk keuangan on-chain.

Namun, Solana tetap perlu membuktikan stabilitas jaringan dan keberlanjutan aktivitasnya agar mampu menarik modal institusional jangka panjang.

Baca juga: Grayscale Ajukan Revisi ETF BNB ke SEC, Peluang Makin Terbuka?

BNB Chain Punya Basis Stablecoin dan DeFi Kuat

BNB Chain disebut sebagai salah satu jaringan yang berpotensi diuntungkan karena memiliki basis pengguna besar, aktivitas DeFi kuat, dan suplai stablecoin yang signifikan.

Dalam konteks CLARITY Act, jaringan dengan ekosistem stablecoin dan DeFi yang aktif dapat menjadi target awal bagi modal institusional. Alasannya, stablecoin dan DeFi merupakan dua area yang paling membutuhkan kepastian hukum.

Jika aturan baru memberi jalur yang lebih jelas untuk aktivitas on-chain finance, BNB Chain dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu jaringan utama di sektor tersebut.

Canton Network Ambil Jalur Institusional

Berbeda dari Ethereum, Solana, dan BNB Chain, Canton Network memiliki posisi yang lebih spesifik. Jaringan ini dibangun untuk kebutuhan institusi teregulasi dan menekankan privasi dalam transaksi on-chain.

Canton disebut telah menjadi rumah bagi pilot tokenized U.S. Treasury dari DTCC. Beberapa institusi besar seperti J.P. Morgan, HSBC, dan Visa juga disebut terlibat sebagai validator.

Menurut Canton, sekitar US$350 miliar transaksi diselesaikan setiap hari di jaringannya, dengan lebih dari US$6 triliun aset dunia nyata yang ditokenisasi dalam ekosistemnya.

Tokenisasi Jadi Narasi Utama

Tim Research Tokocrypto mengatakan Grayscale menilai kejelasan regulasi akan menguntungkan jaringan yang sudah memimpin narasi tokenisasi. Tokenized assets, stablecoin, dan DeFi menjadi tiga area utama yang dinilai paling siap menyerap modal institusional.

“Dalam konteks ini, Ethereum, Solana, BNB Chain, dan Canton memiliki posisi kuat karena sudah memiliki infrastruktur dan aktivitas nyata,” ujarnya.

Grayscale juga sebelumnya memasukkan empat jaringan ini dalam daftar pilihan megatren tokenisasi, menunjukkan bahwa perusahaan melihat tokenisasi sebagai salah satu tema besar berikutnya di pasar kripto.

Altcoin Lain Juga Bisa Mendapat Manfaat

Selain empat aset utama tersebut, Grayscale juga menyoroti Avalanche, Base, Arbitrum, Hyperliquid, dan Tron sebagai jaringan lain yang berpotensi mendapat keuntungan dari kerangka regulasi baru.

Jaringan-jaringan ini memiliki kekuatan masing-masing, mulai dari DeFi, Layer-2 scaling, stablecoin, hingga aktivitas trading on-chain.

Jika CLARITY Act benar-benar disahkan, dampaknya kemungkinan tidak hanya terbatas pada satu atau dua token, tetapi dapat mengangkat sektor infrastruktur blockchain secara lebih luas.

Institusi Akan Pilih Jaringan yang Sudah Terbukti

Pesan utama Grayscale adalah bahwa modal institusional kemungkinan tidak akan masuk secara acak. Dana besar akan cenderung memilih jaringan yang sudah terbukti memiliki likuiditas, aktivitas pengguna, keamanan, dan integrasi dengan infrastruktur keuangan tradisional.

Karena itu, jaringan yang sudah memimpin di sektor tokenized assets, stablecoin, dan DeFi punya peluang lebih besar menjadi penerima awal arus modal.

CLARITY Act Bisa Jadi Katalis Altcoin Infrastruktur

Jika CLARITY Act lolos, pasar kripto dapat memasuki fase baru yang lebih ramah bagi institusi. Ethereum, Solana, BNB Chain, dan Canton dinilai Grayscale sebagai aset yang paling siap memanfaatkan momentum tersebut.

Namun, pengesahan RUU ini belum pasti. Pasar masih menunggu voting penuh di Senat dan dukungan politik yang cukup. Jika proses berjalan lancar, keempat jaringan tersebut dapat menjadi pusat perhatian investor yang mencari eksposur ke tokenisasi, stablecoin, dan keuangan on-chain.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version