Crypto
Harga Ethereum Turun Hampir 2%, Masih Bertahan di Atas Level US$1.750
Selama harga Ethereum tetap berada di atas level tersebut, peluang untuk melakukan pemantulan masih terbuka
Harga Ethereum (ETH) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data pasar terbaru, harga Ethereum diperdagangkan di level US$1.777,02, atau melemah 1,98% dalam 24 jam terakhir.
Koreksi tersebut membuat Ethereum kehilangan sekitar US$35,92 dibandingkan harga sehari sebelumnya, meski aset kripto terbesar kedua di dunia itu masih mampu bertahan di atas level psikologis US$1.750.
Dalam 24 jam terakhir, Ethereum bergerak di kisaran US$1.749,35 hingga US$1.812,94. Rentang pergerakan tersebut menunjukkan bahwa volatilitas masih cukup tinggi, sementara investor terus mencermati arah pasar kripto yang belum menemukan momentum untuk kembali menguat secara konsisten.
Baca Juga: Sentimen Fear Melanda, Harga Pi Network Anjlok 6%
Tekanan Jual Masih Membayangi Pergerakan Ethereum
Pelemahan hampir 2% dalam sehari menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi perdagangan Ethereum.
Bahkan dalam satu jam terakhir, harga ETH kembali terkoreksi sekitar 0,33%, menandakan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan harga.
Meski begitu, jika dibandingkan dengan satu bulan lalu, Ethereum sebenarnya masih mencatatkan kenaikan sekitar 5,61%.
Hal ini menunjukkan bahwa koreksi hari ini lebih merupakan bagian dari volatilitas jangka pendek dibandingkan perubahan tren secara keseluruhan.
Namun, jika melihat periode yang lebih panjang, tekanan terhadap Ethereum masih cukup besar.
Dalam 60 hari terakhir, harga ETH telah terkoreksi sekitar 21,57%, sedangkan dalam 90 hari terakhir penurunannya mencapai 23,42%.
Data ini menunjukkan bahwa Ethereum masih berada dalam fase pemulihan setelah mengalami tekanan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Aktivitas Perdagangan Menurun Dibandingkan Bitcoin
Volume perdagangan Ethereum selama 24 jam terakhir tercatat sekitar US$9,95 miliar.
Nilai tersebut masih mencerminkan aktivitas transaksi yang tinggi, namun jauh lebih rendah dibandingkan volume perdagangan Bitcoin pada periode yang sama.
Penurunan volume perdagangan sering kali menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar memilih menunggu arah pergerakan yang lebih jelas sebelum kembali melakukan akumulasi maupun distribusi aset.
Dengan kata lain, investor masih cenderung bersikap hati-hati di tengah kondisi pasar yang belum stabil.
Meski demikian, Ethereum tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$214,46 miliar berdasarkan pantauan via Tokocrypto pada Selasa (14/7).
Fundamental Ethereum Tetap Solid
Di balik tekanan harga jangka pendek, fundamental Ethereum masih tergolong kuat.
Jumlah ETH yang beredar saat ini mencapai sekitar 120,68 juta koin, sementara jaringan Ethereum terus menjadi ekosistem blockchain terbesar untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps), keuangan terdesentralisasi (DeFi), NFT, hingga tokenisasi aset digital.
Tidak seperti Bitcoin yang memiliki batas maksimal suplai, Ethereum tidak menetapkan jumlah pasokan maksimum.
Namun, mekanisme pembakaran token (burn mechanism) yang diperkenalkan melalui pembaruan jaringan membuat sebagian biaya transaksi dihapus dari peredaran.
Dalam kondisi aktivitas jaringan yang tinggi, mekanisme ini dapat membantu mengurangi laju pertumbuhan suplai ETH dan memberikan dukungan terhadap valuasi aset dalam jangka panjang.
Prospek Harga ETH dalam Waktu Dekat
Berdasaea, area US$1.750 menjadi level support penting yang saat ini sedang dipertahankan oleh Ethereum.
Selama harga Ethereum tetap berada di atas level tersebut, peluang untuk melakukan pemantulan masih terbuka apabila sentimen pasar mulai membaik.
Sebaliknya, apabila tekanan jual terus meningkat hingga harga menembus level support tersebut, Ethereum berpotensi melanjutkan koreksi ke area yang lebih rendah.
Di sisi atas, kisaran US$1.810 hingga US$1.850 menjadi zona resistance awal yang perlu ditembus agar momentum bullish kembali terbentuk.
Melihat kondisi saat ini, Ethereum masih berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang cukup tinggi.
Investor diperkirakan akan terus memantau perkembangan sentimen pasar global, pergerakan Bitcoin sebagai aset acuan, serta aktivitas jaringan Ethereum yang dapat menjadi katalis bagi arah pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
