Ethereum News
Harga Ethereum Turun ke $2.068, Tertekan Profit Taking
Meski masih bertahan sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, pergerakan Ethereum (ETH) saat ini menunjukkan pasar altcoin masih berada dalam tekanan kuat.
Harga Ethereum (ETH) mengalami tekanan cukup besar pada perdagangan terbaru.
Di Tokocrypto, harga Ethereum hari ini turun sekitar 3,27% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan di level $2.068 per koin.
Koreksi tersebut membuat kapitalisasi pasar Ethereum turun menjadi sekitar $249,58 miliar.
Meski masih bertahan sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, pergerakan ETH saat ini menunjukkan pasar altcoin masih berada dalam tekanan kuat.
Penurunan harga Ethereum terjadi di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan, meningkatnya aksi profit taking, serta tekanan teknikal setelah ETH gagal mempertahankan area psikologis $2.100.
Baca Juga: Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak
Daftar Isi
Tekanan Pasar Kripto Picu Koreksi ETH
Salah satu faktor utama yang menyebabkan harga Ethereum turun hari ini adalah melemahnya sentimen pasar kripto global.
Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan pasar keuangan global.
Kondisi ini membuat banyak trader memilih melakukan aksi ambil untung, terutama setelah Ethereum sebelumnya sempat mencatat pemulihan harga dalam beberapa bulan terakhir.
Meski dalam 90 hari ETH masih mencatat kenaikan sekitar 4,81%, performa jangka pendeknya terlihat melemah cukup signifikan.
Dalam 30 hari terakhir, Ethereum sudah terkoreksi lebih dari 11%, sementara dalam sepekan terakhir turun sekitar 7%.
Penurunan tersebut menunjukkan bahwa tekanan bearish masih cukup dominan di pasar altcoin.
Ethereum Gagal Bertahan di Atas $2.100
Secara teknikal, Ethereum terlihat kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance penting $2.100.
Dalam perdagangan 24 jam terakhir, ETH sempat menyentuh level tertinggi di $2.135 sebelum akhirnya berbalik turun tajam hingga menyentuh level terendah di $2.052.
Kegagalan mempertahankan area resistance tersebut memicu peningkatan tekanan jual dari trader jangka pendek.
Banyak pelaku pasar melihat level $2.100 sebagai batas penting untuk menjaga momentum kenaikan ETH.
Ketika level tersebut gagal dipertahankan, tekanan jual langsung meningkat dan mendorong harga turun lebih dalam.
Volume Perdagangan Masih Tinggi
Di tengah koreksi harga, aktivitas perdagangan Ethereum masih tergolong tinggi. Volume transaksi ETH dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai sekitar $13,84 miliar.
Tingginya volume perdagangan menunjukkan bahwa pasar Ethereum masih sangat aktif meski berada dalam fase pelemahan.
Lonjakan volume saat harga turun biasanya menandakan dominasi aksi jual jangka pendek. Namun kondisi tersebut juga dapat menjadi indikasi bahwa pasar sedang memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah baru.
Investor saat ini terlihat masih aktif memantau pergerakan ETH mengingat Ethereum tetap menjadi aset utama dalam sektor decentralized finance (DeFi), NFT, dan smart contract blockchain.
Faktor Makro dan Bitcoin Ikut Menekan ETH
Selain faktor teknikal, pelemahan Ethereum juga dipengaruhi kondisi makroekonomi global.
Investor masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian terkait suku bunga, inflasi, serta prospek pertumbuhan ekonomi dunia.
Ketika sentimen pasar berubah menjadi risk-off, aset kripto biasanya mengalami tekanan karena dianggap sebagai instrumen investasi berisiko tinggi.
Pergerakan Bitcoin yang juga melemah dalam 24 jam terakhir turut memberikan tekanan tambahan terhadap Ethereum dan pasar altcoin secara keseluruhan.
Dalam banyak kasus, ketika Bitcoin terkoreksi tajam, altcoin seperti ETH biasanya mengalami penurunan yang lebih besar akibat tingginya volatilitas.
Area Support ETH yang Perlu Diperhatikan
Saat ini, level $2.050 menjadi area support penting bagi Ethereum dalam jangka pendek. Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound menuju $2.100 masih terbuka.
Namun apabila tekanan jual terus meningkat dan ETH turun di bawah support tersebut, maka potensi koreksi lanjutan menuju area $2.000 dapat terjadi.
Sementara itu, untuk membangun momentum bullish baru, Ethereum perlu kembali menembus resistance di kisaran $2.100 hingga $2.150 dengan dukungan volume beli yang kuat.
Baca Juga: Ethereum Lagi Diskon? Harga ETH Tergelincir ke $2.270
Prospek Jangka Panjang
Meski mengalami tekanan jangka pendek, banyak analis menilai fundamental Ethereum masih cukup kuat untuk jangka panjang.
Ethereum tetap menjadi blockchain terbesar dalam ekosistem smart contract dan aplikasi terdesentralisasi.
Aktivitas jaringan yang tinggi, dominasi sektor DeFi, serta perkembangan teknologi blockchain Ethereum masih menjadi faktor utama yang mendukung prospek aset ini.
Walaupun harga ETH saat ini masih jauh dari rekor tertingginya di $4.953, banyak investor percaya Ethereum masih memiliki potensi pertumbuhan besar apabila kondisi pasar kripto kembali membaik.
Dengan kapitalisasi pasar yang besar dan ekosistem yang terus berkembang, Ethereum diperkirakan tetap menjadi salah satu aset digital paling penting di industri kripto global.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
