Crypto
Harga XRP Melemah ke US$1,11, Investor Cenderung Wait and See
Penurunan harga XRP hari ini dipicu oleh aksi ambil untung setelah aset tersebut gagal mempertahankan kenaikan di atas area US$1,13.
Setelah sempat menunjukkan performa yang stabil dalam beberapa hari terakhir, XRP akhirnya kembali berada di bawah tekanan.
Gelombang aksi jual yang melanda pasar kripto membuat aset digital besutan Ripple ini kehilangan momentum kenaikannya, sehingga harga bergerak turun dan menjauhi level tertinggi harian.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga XRP berada di US$1,1116 atau melemah sekitar 2,10% dalam 24 jam terakhir.
Kapitalisasi pasarnya kini berada di kisaran US$69,39 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai sekitar US$1,03 miliar.
Selama 24 jam terakhir, XRP diperdagangkan dalam rentang US$1,1023 hingga US$1,1362.
Baca Juga: Harga XRP Terkoreksi ke US$1,07, Pasar Masih Menunggu Momentum Pemulihan
Tekanan Jual Muncul Setelah XRP Gagal Melanjutkan Reli
Penurunan harga XRP hari ini dipicu oleh aksi ambil untung setelah aset tersebut gagal mempertahankan kenaikan di atas area US$1,13.
Level tersebut menjadi zona resistensi jangka pendek yang memicu banyak trader untuk merealisasikan keuntungan.
Meskipun turun dalam perdagangan harian, performa XRP sebenarnya masih cukup baik dalam jangka pendek.
Data menunjukkan aset ini masih membukukan kenaikan sekitar 0,73% dalam 30 hari terakhir dan 2,38% selama sepekan, sehingga koreksi yang terjadi saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi dibanding perubahan tren secara keseluruhan.
Pelemahan Pasar Kripto Ikut Menekan XRP
Menurut laporan Tokocrypto pada Jumat (24/7), faktor lain yang turut membebani XRP adalah melemahnya sentimen pasar kripto secara umum.
Bitcoin dan Ethereum sama-sama mengalami koreksi dalam 24 jam terakhir, sehingga mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Sebagai salah satu altcoin berkapitalisasi besar, XRP memiliki korelasi yang cukup kuat dengan arah pergerakan pasar secara keseluruhan.
Ketika aset kripto utama bergerak turun, tekanan jual biasanya ikut merambat ke XRP meski tidak ada sentimen negatif yang secara khusus menyasar proyek Ripple.
Volume Perdagangan Menunjukkan Sikap Wait and See
Volume transaksi XRP tercatat sekitar US$1,03 miliar dalam 24 jam terakhir.
Nilai tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan masih berlangsung aktif, tetapi belum mencerminkan masuknya gelombang pembelian baru yang cukup besar untuk membalikkan arah harga.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar masih memilih menunggu kepastian arah pergerakan sebelum kembali melakukan akumulasi.
Baca Juga: Harga XRP Melesat di Atas US$1,12, Reli Terus Berlanjut
Prospek XRP Masih Bergantung pada Area Support
Dari sisi teknikal, area US$1,10 menjadi level support penting yang perlu dipertahankan.
Jika harga mampu bertahan di atas zona tersebut, XRP masih memiliki peluang untuk kembali menguji resistensi di kisaran US$1,13 hingga US$1,15.
Sebaliknya, apabila tekanan jual terus meningkat dan level support tersebut ditembus, XRP berpotensi melanjutkan koreksi menuju area US$1,08 dalam jangka pendek.
Meski mengalami pelemahan harian, struktur pergerakan XRP belum sepenuhnya berubah menjadi bearish.
Selama mampu bertahan di atas area support utama dan sentimen pasar kripto kembali membaik, peluang pemulihan harga masih terbuka.
Investor kini akan mencermati pergerakan Bitcoin, volume perdagangan, serta sentimen makro yang berpotensi menentukan arah XRP pada sesi perdagangan berikutnya.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
