Altcoin News
Harga XRP Stagnan di $2,2, Ternyata Ada Permainan Besar di Balik Layar
Pasar kripto sedang ramai membicarakan XRP. Meski harganya bertahan di kisaran $2,2, minat institusional justru terus melonjak seiring masuknya dana baru ke Spot XRP ETF dari berbagai penerbit. Namun, di balik ramainya arus modal ini, pergerakan harga XRP justru terlihat tidak biasa, terlalu tenang.
Seorang analis komunitas XRP, Pumpius, mencoba mengurai kejanggalan tersebut melalui sebuah thread panjang di X. Menurutnya, apa yang terlihat di grafik saat ini belum mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
ETF Tak Bisa Beli XRP Langsung, Pasar Terpaksa Jadi Ajang Rebutan
Pumpius menyoroti satu aturan yang jarang dibahas: manajer ETF dilarang membeli XRP langsung dari Ripple atau escrow yang menyimpan cadangan besar token tersebut.
Dengan kata lain, semua ETF wajib membeli XRP langsung dari pasar terbuka—bersaing dengan trader ritel, investor besar, dan spekulan.
Konsekuensinya, likuiditas di pasar menjadi rebutan.
Data terbaru menunjukkan pasokan XRP di bursa mulai menurun. CryptoQuant melaporkan cadangan XRP di Binance turun ke level terendah dalam beberapa bulan, yakni hanya 2,7 miliar token minggu ini.
Artinya, tekanan pada likuiditas bukan teori, melainkan sudah terjadi saat ini.

Sinyal Supply Squeeze: Ripple Menahan Pasokan
Di saat ETF menyerap XRP dari pasar terbuka, Ripple justru memperketat suplai.
Setiap bulan memang dibuka 1 miliar XRP dari escrow, namun Ripple hampir selalu mengembalikan 700–800 juta token kembali ke escrow.
Ripple hanya melepas jumlah yang dianggap perlu untuk menjaga likuiditas. Sejak ETF disetujui, perusahaan ini tidak menambah tekanan jual ke pasar.
Menurut Pumpius, kondisi ini menciptakan pola unik:
- ETF menyerap pasokan beredar
- Ripple menahan suplai baru
- Exchange terus kehilangan stok
Hasil akhirnya adalah pengetatan suplai yang pelan namun stabil, dan efeknya belum terlihat di harga.
Pumpius menyebut fase ini sebagai structural supply shock in progress, sebuah guncangan suplai yang suatu saat dapat memicu lonjakan harga signifikan.
Baca juga: XRP ETF Raup Dana Segar $643 Juta di Bulan Pertama, Permintaan Naik
Ripple Terus Ekspansi di Balik Layar
Dilaporkan Trading View, Ripple juga memperkuat fondasi jangka panjang XRP. Contoh terbaru adalah regulator keuangan Abu Dhabi yang secara resmi mengakui RLUSD sebagai token yang direferensikan fiat. Langkah ini memperluas legitimasi ekosistem Ripple.
Kesimpulan: Pasar Tenang, Mesin XRP Sedang Dipanaskan
Dari aturan ETF yang memaksa pembelian di pasar terbuka, penurunan stok XRP di bursa, hingga konservatifnya pelepasan suplai oleh Ripple, seluruh sinyal mengarah pada pasokan yang makin ketat di tengah permintaan yang meningkat.
Jika benar apa yang disampaikan Pumpius, ketenangan harga XRP saat ini bisa jadi merupakan fase sebelum pergerakan besar terjadi. Waktu yang akan menentukan seberapa besar dampaknya.
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Masuk Konsolidasi, Bitcoin Menguat 1,28%
-
Bitcoin News6 days agoBitcoin Rontok! Tapi Michael Saylor Malah Tambah Beli BTC, Nekat?
-
Academy4 days agoGemini 3 Sekarang Bisa Langsung Gambar Teknikal Analisis, Begini Tutorialnya!
-
Market6 days agoDogecoin Pecahkan Rekor: Grayscale Resmi Luncurkan ETF Pertama

