Bitcoin News
Heboh! Profesor Jiang Bongkar Bitcoin Adalah Oprasi CIA!
Sosok di balik pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, hingga kini masih menjadi salah satu misteri terbesar di dunia kripto. Identitasnya yang tak pernah terungkap memunculkan berbagai teori, dari dugaan individu jenius tunggal hingga kelompok rahasia yang bekerja di balik layar.
Namun baru-baru ini, muncul pernyataan mengejutkan dari Profesor Jiang, seorang akademisi yang dikenal sering melontarkan prediksi kontroversial di bidang teknologi dan geopolitik.
Menurut Jiang, cerita tentang seseorang yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menciptakan teknologi blockchain, lalu membagikannya secara cuma-cuma ke internet, adalah sesuatu yang tidak masuk akal.
Satoshi Nakamoto Dianggap Fiksi Intelijen
“Well, I mean they say that it translates into central intelligence and um the story makes no sense, right? Because why would you spend years, possibly decades in your basement creating a new technology, the blockchain technology and then just give it for free to the world and right that makes no sense.” (Jiang, Jack Neel Podcast, 2026)
Menurut Profesor Jiang, sosok Satoshi Nakamoto kemungkinan besar bukan seorang individu yang bekerja sendirian. Ia meyakini nama tersebut hanyalah identitas palsu yang dirancang untuk menutupi keterlibatan pihak lain.
Dalam wawancaranya, Jiang mempertanyakan logika di balik penciptaan Bitcoin. Ia menyebut tidak masuk akal jika seseorang menghabiskan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, mengembangkan teknologi blockchain lalu merilisnya secara gratis kepada dunia.
Menurutnya, hanya pihak dengan sumber daya dan keahlian luar biasa yang mampu melakukan hal tersebut, seperti lembaga yang pernah menciptakan internet dan GPS, yaitu DARPA, NSA, dan CIA.
Baca juga: Michael Saylor Beri Sinyal Strategy Akan Beli Bitcoin Lagi di Tengah Tekanan Pasar
Blockchain Membantu Pengawasan dan Aliran Dana Operasi Ilegal
“Second of all, you have to ask who would benefit from this blockchain creation… well the CIA because of two things one is surveillance where they’re able to monitor everything right it’s it’s almost like a Trojan horse… second is like the CIA it does a lot of black ops… it needs a mechanism to finance its operations, especially drug trafficking.” (Jiang, Jack Neel Podcast, 2026)
Profesor Jiang berpendapat bahwa teknologi blockchain memberikan keuntungan bagi pihak yang ia sebut sebagai institusi intelijen Amerika. Pertama, sistem ini memungkinkan pengawasan yang luas karena setiap transaksi tercatat secara permanen dan bisa dilihat publik.
Ia menggambarkannya seperti “Trojan horse”, sesuatu yang tampak baik-baik saja dari luar, namum sebenarnya memiliki tujuan lain di dalamnya.
Kedua, blockchain bisa menjadi mekanisme untuk mendanai operasi rahasia. Menurutnya, institusi seperti CIA membutuhkan cara untuk membiayai kegiatan di luar kendali politik, termasuk operasi rahasia.
Blockchain dinilai cocok karena bisa berfungsi sebagai alat untuk menghasilkan dana segar, terutama dalam kegiatan yang sulit dilacak melalui sistem perbankan tradisional.
Baca juga: Tokenized Stocks: Cara Baru Mengakses Saham Global Lebih Mudah
Kerahasiaan Diperlukan Agar Orang Tetap Percaya Bitcoin
“Third question is why would they keep it secret? And the answer is only if people believe that this was transparent, open and uh um beyond authority, beyond political control, what does it have value? Right? So the moment people people recognize that this is a CIA operation, people won’t put their money into blockchain. People won’t put their money into Bitcoin.” (Jiang, Jack Neel, Podcast 2026)
Salah satu poin yang disoroti Profesor Jiang adalah alasan mengapa keterlibatan pihak tertentu harus dirahasiakan. Menurutnya, nilai Bitcoin justru bergantung pada persepsi publik bahwa sistem ini transparan, terbuka, dan berada di luar kendali otoritas politik.
Jika masyarakat mengetahui bahwa Bitcoin sebenarnya merupakan proyek yang didukung institusi intelijen, maka kepercayaan terhadapnya bisa runtuh. Orang-orang tidak lagi mau memasukkan uang mereka ke dalam Bitcoin karena menganggapnya bukan lagi aset yang independen. Kerahasiaan ini, menurut Jiang, menjadi kunci agar Bitcoin tetap memiliki nilai di mata publik.
Baca juga: Apakah Beli Saham di Tokocrypto Dapat Dividen? Ini Jawabannya
Penutup
Pernyataan Profesor Jiang kembali menghidupkan teori konspirasi lama terkait campur tangan pemerintah AS di balik lahirnya mata uang kripto pertama di dunia. Namun, selama tidak ada bukti dokumen internal intelijen yang bocor, klaim bahwa Bitcoin adalah operasi CIA tetap berstatus sebatas teori konspirasi belaka.
Bitcoin tetap berjalan sebagai jaringan terdesentralisasi yang didukung oleh ribuan node di seluruh dunia, dengan kode yang sepenuhnya terbuka dan telah berjalan selama lebih dari satu setengah dekade tanpa ada pihak yang bisa mengendalikannya.
Bagi kamu yang ingin mulai memiliki Bitcoin, pastikan melakukannya melalui platform yang aman, terpercaya, dan sudah berizin OJK seperti Tokocrypto. Cukup deposit mulai dari Rp10.000 saja kamu sudah bisa beli Bitcoin lho!
Dapatkan juga potongan biaya trading 20% selamanya dengan masukkan kode “TEMUTOKO” saat mendaftar di Tokocrypto, yuk daftar sekarang!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.