Academy
Mengenal Hyperliquid (HYPE): Perp DEX dengan Volume Onchain Tembus US$5,4 Triliun
Hyperliquid menjadi salah satu nama yang semakin menonjol dalam perkembangan decentralized finance (DeFi).
Hyperliquid berkembang dari decentralized exchange untuk perpetual futures menjadi salah satu infrastruktur trading onchain terbesar. Volume perdagangan perpetual kumulatifnya telah menembus US$5,4 triliun, sementara ekspansi HyperEVM dan HIP-3 mulai membawa saham, indeks, komoditas hingga forex ke dalam ekosistemnya.
Hyperliquid menjadi salah satu nama yang semakin menonjol dalam perkembangan decentralized finance (DeFi).
Per 29 September 2026, data DefiLlama mencatat cumulative perpetual trading volume Hyperliquid telah mencapai sekitar US$5,40 triliun, dengan volume 30 hari terakhir sekitar US$204,1 miliar.
Open interest berada di kisaran US$8,46 miliar, sementara total value locked (TVL) ekosistem Hyperliquid mencapai sekitar US$7,5 miliar.
Skala tersebut menunjukkan Hyperliquid telah berkembang jauh melampaui sekadar decentralized exchange (DEX).
Platform ini kini memiliki spot trading, perpetual futures, smart contract melalui HyperEVM, liquidity vault, hingga infrastruktur permissionless yang memungkinkan developer membuat pasar derivatif sendiri.
Pertumbuhan tersebut juga ikut mengangkat token native-nya, HYPE, yang mencetak all-time high sekitar US$97,96 pada 23 September 2026.
Lantas, apa sebenarnya Hyperliquid dan bagaimana sebuah platform onchain bisa menangani aktivitas trading dalam skala tersebut?
Daftar Isi
Apa Itu Hyperliquid?
Hyperliquid adalah blockchain Layer-1 yang dibangun khusus untuk menciptakan sistem finansial onchain dengan performa tinggi.
Salah satu produk utamanya adalah perpetual futures atau kontrak derivatif tanpa tanggal kedaluwarsa yang memungkinkan trader mengambil posisi long maupun short dengan leverage.
Berbeda dari banyak DEX yang menggunakan automated market maker (AMM), Hyperliquid menggunakan fully onchain order book yang lebih menyerupai sistem perdagangan di centralized exchange (CEX).
Dilaporkan CoinDesk, arsitekturnya terbagi menjadi dua komponen utama, yakni HyperCore dan HyperEVM.
HyperCore menangani aktivitas inti seperti order book, perpetual futures, spot trading, margin, matching hingga liquidation.
Sementara HyperEVM menyediakan lingkungan smart contract yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine, sehingga developer dapat membangun aplikasi DeFi menggunakan likuiditas dan infrastruktur Hyperliquid.
Keduanya berada pada blockchain yang sama dan diamankan menggunakan konsensus HyperBFT.
Bagaimana Hyperliquid Bisa Mendekati Kecepatan CEX?
Salah satu pembeda utama Hyperliquid adalah seluruh order book tetap berada onchain.
HyperCore tidak memindahkan proses matching ke server offchain. Order, pembatalan, transaksi hingga liquidation diproses sebagai bagian dari state blockchain dan mendapatkan finalitas melalui HyperBFT.
Meski demikian, performanya dirancang menyerupai platform trading berkecepatan tinggi.
Dokumentasi Hyperliquid menyebut mainnet saat ini mampu mendukung sekitar 200.000 order per detik.
Untuk client yang berada secara geografis dekat atau co-located, median end-to-end latency tercatat sekitar 0,2 detik, sementara percentile ke-99 berada di sekitar 0,9 detik. Angka tersebut merupakan kondisi tertentu dan bukan berarti seluruh pengguna di berbagai lokasi akan selalu mendapatkan latency 0,2 detik.
Arsitektur ini memungkinkan Hyperliquid menawarkan pengalaman order-book trading yang mendekati CEX tanpa harus menyimpan order book utama secara offchain.
HyperEVM kemudian menambahkan lapisan kedua.
Aplikasi seperti lending, yield, trading terminal atau protokol lain yang dibangun di HyperEVM dapat berinteraksi dengan state HyperCore. Dengan begitu, developer dapat menggabungkan programmability ala Ethereum dengan likuiditas order book Hyperliquid dalam satu ekosistem.
Mengenal HLP, Mesin Likuiditas Hyperliquid
Di balik aktivitas trading Hyperliquid terdapat Hyperliquidity Provider (HLP).
HLP merupakan protocol vault milik komunitas yang menjalankan beberapa strategi market making untuk menyediakan likuiditas di Hyperliquid.
Vault ini juga membantu proses liquidation, menyuplai USDC ke fitur Earn dan memperoleh sebagian trading fee.
Pengguna dapat menyetor modal ke HLP dan mendapatkan eksposur terhadap performa keseluruhan strategi tersebut.
Namun, HLP bukan produk dengan yield tetap.
Pengguna memperoleh bagian dari profit maupun loss sesuai dengan porsi modalnya. Dengan kata lain, apabila strategi HLP mengalami kerugian, nilai deposit pengguna juga dapat berkurang.
Deposit HLP memiliki periode lock-up selama empat hari sejak deposit terakhir, sebelum pengguna dapat melakukan withdrawal.
Model tersebut membuat aktivitas seperti market making dan liquidation—yang pada exchange lain sering kali didominasi market maker profesional—dapat memperoleh modal langsung dari komunitas.
HYPE Jadi Aset Inti Ekosistem
Jika HLP berfungsi sebagai salah satu sumber likuiditas, HYPE menjadi native asset yang menghubungkan berbagai bagian dari jaringan Hyperliquid.
HYPE digunakan untuk staking kepada validator, menjadi native gas token di HyperEVM, memberikan trading fee discount berdasarkan jumlah staking, serta digunakan sebagai stake untuk sejumlah aktivitas permissionless seperti deployment market HIP-3.
HYPE diluncurkan melalui Genesis Event pada 29 November 2024 dengan maximum supply sebesar 1 miliar token.
Sebanyak 31 persen atau 310 juta HYPE dialokasikan kepada pengguna melalui genesis distribution.
Distribusi awal Hyperliquid juga memiliki karakter yang tidak biasa dibanding banyak token crypto lain. Proyek menyatakan tidak memiliki alokasi token untuk private investors, centralized exchanges maupun market makers.
Selain genesis distribution, sekitar 38,8 persen supply dialokasikan untuk future emissions dan community rewards, sementara sekitar 23,8 persen dialokasikan kepada current dan future core contributors.
Struktur tersebut menjadi salah satu alasan tokenomics HYPE mendapatkan perhatian besar sejak peluncuran.
Hyperliquid Catat Volume US$5,4 Triliun
Skala aktivitas Hyperliquid kini terlihat dari data perdagangan dan pendapatannya.
Per 29 September, DefiLlama mencatat:
- Cumulative perpetual volume: sekitar US$5,40 triliun
- Perpetual volume 30 hari: sekitar US$204,1 miliar
- Open interest: sekitar US$8,46 miliar
- TVL: sekitar US$7,5 miliar
- Fees 30 hari: sekitar US$71 juta
- Protocol revenue 30 hari: sekitar US$55 juta
- Cumulative protocol revenue: sekitar US$1,28 miliar
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan Hyperliquid tidak hanya berasal dari naiknya volume perdagangan.
Aktivitas pengguna juga menghasilkan arus pendapatan protokol dalam skala puluhan juta dollar AS setiap bulan.
Dalam model Hyperliquid, trading fee tidak sepenuhnya menjadi pendapatan perusahaan seperti pada exchange tradisional. Fee diarahkan kembali ke berbagai komponen ekosistem, termasuk HLP, Assistance Fund dan market deployer.
Ke Mana Revenue Hyperliquid Mengalir?
Salah satu mekanisme yang paling banyak diperhatikan adalah Assistance Fund.
Sebagian besar protocol fee diarahkan ke fund tersebut untuk membeli HYPE secara otomatis melalui mekanisme protokol.
Dokumentasi Hyperliquid saat ini menyebut HYPE yang berada di Assistance Fund sebagai burned, sehingga token tersebut diklasifikasikan keluar dari supply yang dapat digunakan.
Data onchain pada akhir September menunjukkan balance Assistance Fund telah berada di kisaran 47,5 juta HYPE, setara sekitar 4,75 persen dari maximum supply 1 miliar HYPE.
Namun, metrik burn perlu dibaca berdasarkan metodologi yang digunakan.
Sebagian tracker onchain membedakan antara HYPE yang berada di Assistance Fund dan token yang dihancurkan langsung pada level protokol. Karena itu, angka 47,5 juta lebih aman dipahami sebagai HYPE yang telah dibeli dan diklasifikasikan protokol sebagai burned, bukan disamakan begitu saja dengan seluruh jenis burn pada network.
Selain Assistance Fund, HyperEVM juga memiliki mekanisme burn tersendiri. Base fee dan priority fee yang dibayarkan menggunakan HYPE dibakar melalui mekanisme EVM.
Skema ini menciptakan hubungan langsung antara meningkatnya aktivitas jaringan dengan permintaan dan supply HYPE.
HIP-3 Bawa Saham hingga Komoditas ke Hyperliquid
Ekspansi berikutnya datang melalui HIP-3 atau Builder-Deployed Perpetuals.
HIP-3 memungkinkan builder membuat perpetual market sendiri di atas infrastruktur HyperCore.
Untuk menjalankan perp DEX di mainnet, deployer saat ini harus mempertahankan stake sebesar 500.000 HYPE. Deployer kemudian bertanggung jawab menentukan market, oracle, contract specification, batas leverage hingga operasional market tersebut.
Model ini membuat listing perpetual tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tim inti Hyperliquid.
Hasilnya mulai terlihat.
Snapshot data Hyperliquid API pada 25 September 2026 menunjukkan terdapat sekitar 150 HIP-3 markets aktif dari 10 builder venues.
Market tersebut menghasilkan sekitar US$2,68 miliar volume perdagangan dalam 24 jam dan hampir US$3,99 miliar open interest.
Menariknya, ekspansi HIP-3 sudah jauh melampaui aset crypto.
Market yang tersedia mencakup saham AS dan internasional, indeks, komoditas, forex, aset pre-IPO hingga berbagai crypto-related baskets.
Beberapa market terbesar bahkan melacak S&P 500, minyak mentah, Meta hingga aset lainnya.
Jika pertumbuhan tersebut berlanjut, Hyperliquid berpotensi berkembang dari crypto derivatives exchange menjadi infrastruktur perdagangan berbagai kelas aset secara onchain.
HIP-3 Juga Membawa Risiko Baru
Permissionless market creation memberikan ruang ekspansi besar, tetapi tidak datang tanpa risiko.
Berbeda dari market utama Hyperliquid, deployer HIP-3 bertanggung jawab terhadap beberapa komponen penting, termasuk oracle price, leverage limit dan settlement.
Hyperliquid sendiri mengingatkan bahwa oracle sebaiknya memiliki underlying ekonomi yang jelas dan sulit dimanipulasi.
Untuk menjaga kualitas market, deployer diwajibkan mempertahankan 500.000 HYPE sebagai stake dan dapat terkena slashing hingga 20 persen apabila memberikan input tidak valid yang menyebabkan masalah pada network atau market.
Dengan demikian, bertambahnya HIP-3 market juga berarti trader perlu memahami siapa deployer-nya, bagaimana oracle bekerja, likuiditas market, serta risiko dari underlying yang diperdagangkan.
Peluang Hyperliquid Berikutnya
Hyperliquid kini memiliki beberapa mesin pertumbuhan sekaligus.
HyperCore menyediakan infrastruktur trading berkecepatan tinggi, HyperEVM membuka ekosistem bagi developer, HLP membantu menyediakan likuiditas, sementara HIP-3 memperluas jenis aset yang dapat diperdagangkan.
Jika volume terus berkembang, protocol fee dan penggunaan HYPE juga berpotensi ikut meningkat.
Namun, pertumbuhan tersebut tetap memiliki sejumlah tantangan.
Dari sisi supply, 23,8 persen HYPE dialokasikan kepada current dan future core contributors, dengan vesting yang berlangsung dalam beberapa tahun. Pelepasan token tersebut dapat menjadi sumber tambahan supply yang perlu diperhatikan pasar.
Persaingan perpetual DEX juga semakin tinggi, sementara ekspansi ke saham, komoditas, forex dan aset tradisional dapat membawa perhatian regulator yang lebih besar.
HIP-3 menambahkan risiko dari kualitas deployer dan oracle. Sementara HyperEVM tetap harus membuktikan apakah ekosistem aplikasinya mampu berkembang sebesar aktivitas trading HyperCore.
Hyperliquid Bukan Lagi Sekadar Perp DEX
Dengan cumulative perp volume yang sudah menembus US$5,4 triliun, open interest lebih dari US$8 miliar, TVL sekitar US$7,5 miliar dan cumulative revenue di atas US$1,2 miliar, Hyperliquid telah berkembang menjadi salah satu infrastruktur finansial onchain dengan skala terbesar saat ini.
Keunggulan utamanya terletak pada kombinasi fully onchain order book, performa HyperCore, programmability HyperEVM, liquidity melalui HLP dan permissionless market deployment lewat HIP-3.
HYPE kemudian menjadi aset yang menghubungkan berbagai komponen tersebut melalui staking, gas, trading fee discount dan requirement untuk builder.
Namun, pertumbuhan cepat bukan tanpa risiko. Token unlock, persaingan, regulasi, kualitas oracle HIP-3 serta kemampuan mempertahankan liquidity dan volume akan menjadi beberapa faktor penting untuk diperhatikan.
Dengan HIP-3 yang kini mulai membawa saham, indeks, komoditas dan forex ke Hyperliquid, pertanyaan selanjutnya bukan lagi sekadar apakah Hyperliquid mampu menjadi perp DEX besar.
Pertanyaan yang lebih besar adalah seberapa jauh infrastrukturnya dapat berkembang untuk membawa pasar finansial lain sepenuhnya onchain.
Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
