Market

Meta Siap Comeback Stablecoin, Zuckerberg Bidik Peluncuran di 2026

Meta yang dipimpin Mark Zuckerberg, dilaporkan tengah merencanakan kembali masuk ke pasar stablecoin.
Tim Research Tokocrypto melihat kembalinya Meta ke ekosistem stablecoin menunjukkan kedewasaan strategi perusahaan dalam menghadapi regulasi AS yang baru

Published

on

Meta, perusahaan induk Facebook, WhatsApp, dan Instagram yang dipimpin Mark Zuckerberg, dilaporkan tengah merencanakan kembali masuk ke pasar stablecoin pada paruh kedua tahun ini. Langkah ini menandai upaya kedua raksasa teknologi tersebut setelah proyek Libra/Diem gagal diluncurkan beberapa tahun lalu akibat tekanan regulator.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut, Meta telah mengirimkan request for product (RFP) kepada beberapa perusahaan pihak ketiga untuk membantu mengelola pembayaran berbasis stablecoin serta mengimplementasikan dompet digital baru.

Gandeng Pihak Ketiga, Stripe Disebut Kandidat Kuat

Dilaporkan Coindesk, salah satu sumber menyebut Stripe sebagai kandidat potensial untuk menguji coba integrasi stablecoin Meta. Stripe diketahui mengakuisisi perusahaan stablecoin Bridge tahun lalu dan memiliki hubungan lama dengan Meta. CEO Stripe, Patrick Collison, juga telah bergabung dengan dewan direksi Meta sejak April 2025.

Model yang dipertimbangkan Meta kali ini melibatkan vendor eksternal untuk mengelola pembayaran berbasis stablecoin yang dipatok ke dolar AS. Pendekatan ini berbeda dengan upaya sebelumnya, di mana Meta mencoba mengembangkan dan menerbitkan stablecoin sendiri.

Sumber menyebut Meta ingin menjalankan proyek ini “at arm’s length” atau menjaga jarak secara operasional, guna meminimalkan risiko regulasi dan reputasi.

Baca juga: Tim Trump Bahas Stablecoin Dolar untuk Gaza, Solusi Ekonomi?

Buka Jalur Pembayaran untuk 3 Miliar Pengguna

Jika terealisasi, integrasi stablecoin akan membuka jalur pembayaran digital langsung bagi lebih dari 3 miliar pengguna platform Meta. Skema ini berpotensi memangkas biaya transaksi perbankan tradisional dan memperkuat posisi Meta dalam sektor social commerce dan remitansi lintas negara.

Langkah ini juga akan menempatkan Meta dalam persaingan langsung dengan platform seperti X milik Elon Musk dan Telegram, yang sama-sama mengembangkan fitur pembayaran internal untuk menjadi “super app”.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kembalinya Meta ke ekosistem stablecoin dengan pendekatan ‘arm’s length’ (menggunakan pihak ketiga) menunjukkan kedewasaan strategi perusahaan dalam menghadapi regulasi AS yang baru (GENIUS Act).

“Dengan memanfaatkan infrastruktur pembayaran Stripe, Meta dapat secara instan mengubah WhatsApp dan Instagram menjadi raksasa perdagangan sosial global. Ini adalah ancaman serius bagi dominasi super-app lain, karena Meta memiliki basis pengguna terbesar untuk memicu adopsi massal pembayaran berbasis blockchain secara global,” jelasnya.

Regulasi Lebih Ramah Dibanding Era Libra

Pada 2019, Meta meluncurkan proyek Libra yang kemudian berganti nama menjadi Diem. Namun proyek tersebut menghadapi penolakan keras dari regulator AS dan akhirnya dibubarkan pada awal 2022.

Kini, lanskap regulasi di AS dinilai lebih terbuka terhadap stablecoin. Pemerintahan Presiden Donald Trump melalui GENIUS Act telah membentuk dasar hukum bagi penerbit stablecoin di AS, meskipun aturan teknisnya masih dalam tahap penyusunan.

Perubahan iklim regulasi ini dinilai membuka peluang baru bagi Meta untuk kembali mencoba, kali ini dengan pendekatan yang lebih hati-hati dan melibatkan mitra eksternal.

Hingga saat ini, Meta, Stripe, dan Bridge belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. Jika integrasi berjalan sesuai rencana, Meta berpotensi kembali menjadi pemain besar dalam infrastruktur pembayaran digital global, setelah kegagalan ambisi stablecoin sebelumnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version