Blockchain

NFT Jadi Ruang Ekspresi Seniman Perempuan Maksimalkan Karyanya

Published

on

Dunia non-fungible token (NFT) tidak hanya sekadar dikuasai oleh laki-laki. Perempuan juga membuat gelombang pertumbuhan secara signifikan di dunia aset digital tersebut.

Banyak kreator, kolektor, dan inovator teknologi perempuan yang menjadikan NFT dapat diakses dan inklusif untuk semua. Misalnya, Devita Krisanti, seorang seniman perempuan yang juga NFT creator, sangat bersemangat memasuki dunia NFT dan berhasil menciptakan karya yang memukau dan cukup mencuri perhatian.

“Dunia NFT itu walau didominasi oleh kreator laki-laki, tetapi mereka welcome with us (perempuan). Satu yang membedakan perempuan itu buat something (karya) consider-nya berbeda-beda. Perempuan buat yang mereka suka dan put feeling. Itu malah yang jadi sesuatu yang unik, part of us, itu yang buat kita berbeda dan menarik. Jadi keep doing it,” kata Devita dalam Instagram Live bersama Tokocrypto, Senin (7/3).

Berkarya di NFT Tak Sekadar Cuan

Lebih lanjut, Devita mengungkap bahwa NFT sebenarnya bisa menjadi ruang untuk seniman perempuan berekspresi dengan bebas, sekaligus mendapatkan keuntungan secara bersamaan. Ia sendiri pun mengakui belajar memulai NFT dari sekadar menonton video tutorial di YouTube dan mulai serius untuk mendalaminya.

Advertisement

“Jadi sebenarnya ini kaya platform kita itu mengekspresikan diri juga sih. Jadi enggak secara langsung looking for cuan-cuan, no. kita ingin tahu seberapa kita bisa push karya seni kita di luar sana melalui NFT. Ketemu NFT, jadi something yang aku relate dan paham bisa dijadikan investasi,” ujar perempuan yang aktif bikin komik di platform Webtoon.

Senada dengan Devita, Thelvia Vennieta, Head of TokoMall, juga menjelaskan NFT bisa menjadi tempat berkarya, namun secara bersamaan juga sebagai investasi. Terlebih di era digital, perkembangan NFT akan semakin tumbuh subur dan tidak hanya sekadar tren yang akan pudar.

Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

TokoMall Bantu Kreator Lokal Bikin NFT

Thelvia menjelaskan saat ini pertumbuhan NFT, terlebih di Indonesia masih dalam tahap early stage. Para penggiat NFT masih memberikan awareness ke masyarakat tentang konsep dan keuntungan dari aset digital tersebut.

“Saat ini masih pada tahap awareness atau belajar, masih awal dan perlu strategis untuk mencari peluang. Selama ada faktor exclusivity, community, ada faktor value dari karya seni, nantinya bukan sekadar tren lagi, tapi adoption untuk kebutuhan sehari-hari ke depannya,” ungkap Thelvia.

Advertisement

Ilustrasi pameran karya NFT. Foto: Bloomberg.

Berangkat dari proses pembelajaran, TokoMall, pelopor NFT marketplace di Indonesia punya visi untuk memajukan industri dengan menggandengn kreator-kreator lokal. Tak sekadar marketplace, TokoMall juga melakukan empower dari sisi edukasi dan men-support kreator lokal untuk memaksimalkan karya mereka.

“Dunia NFT masih baru, teruslah belajar. Terus “haus” akan hal-hal baru, apalagi yang bisa kita bikin kamu gunakan dalam berkarya. Kalian yang tekun dan terus berkarya, saya yakin akan menemukan jalan yang diharapkan,” pungkas Thelvia.

Baca juga: Perempuan Semakin Tertarik Investasi Kripto, tapi Minim Ilmu

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular

Exit mobile version