Connect with us

Academy

Panduan Menguasai Fibonacci Retracement

Published

on

Panduan Menguasai Fibonacci Retracement. Sumber: Binance Academy.

Dalam artikel ini, kita belajar tentang Fibonacci retracement, sebuah alat analisis teknikal yang digunakan untuk meramalkan pergerakan harga di pasar keuangan. Alat ini didasarkan pada deret Fibonacci, yang menciptakan rasio-rasio penting yang sering terjadi dalam alam. Dengan menggunakan alat Fibonacci retracement, pedagang dapat mengidentifikasi level-level penting seperti support, resistance, dan area masuk atau keluar. Meskipun tidak ada jaminan bahwa harga akan selalu bergerak sesuai dengan level Fibonacci, alat ini tetap berguna sebagai panduan dalam membuat keputusan perdagangan. Kombinasi Fibonacci retracement dengan indikator lain dapat meningkatkan keefektifannya, tetapi pada akhirnya, manajemen risiko dan pemahaman tentang lingkungan pasar tetap kunci dalam perdagangan yang sukses.

Analisis Teknikal

Berbagai alat analisis teknikal (TA) dan indikator tersedia bagi para pedagang untuk meramalkan pergerakan harga di masa depan. Ini mencakup kerangka analisis pasar komprehensif seperti Metode Wyckoff, Teori Gelombang Elliott, dan Teori Dow. Selain itu, terdapat indikator seperti Moving Averages, Relative Strength Index (RSI), RSI Stochastic, Bollinger Bands, Ichimoku Clouds, SAR Parabolic, atau MACD.

Salah satu indikator populer yang digunakan ribuan pedagang di pasar saham, forex, dan kripto adalah alat Fibonacci retracement. Indikator ini menarik karena didasarkan pada deret Fibonacci, yang ditemukan lebih dari 700 tahun yang lalu. Artikel ini akan membahas apa itu Fibonacci retracement dan cara menggunakannya untuk mengidentifikasi level penting dalam grafik.

Apa Itu Fibonacci Retracement?

Fibonacci retracement, atau Fib retracement, adalah alat yang digunakan oleh analis teknikal dan pedagang untuk memprediksi area menarik dalam grafik. Ini dilakukan dengan menggunakan rasio Fibonacci sebagai persentase. Alat Fib retracement berasal dari serangkaian angka yang ditemukan oleh matematikawan Leonardo Fibonacci pada abad ke-13, dikenal sebagai deret Fibonacci. Deret ini menghasilkan beberapa rasio yang kemudian diplot ke grafik. Rasio-rasio tersebut meliputi 0%, 23,6%, 38,2%, 61,8%, 78,6%, dan 100%. Meskipun bukan rasio Fibonacci, level 50% juga dianggap penting karena mewakili titik tengah kisaran harga. Selain itu, rasio Fibonacci di luar kisaran 0-100% juga dapat digunakan, seperti 161,8%, 261,8%, atau 423,6%.

Bagaimana Menggunakan Fibonacci Retracement?

Untuk menghitung Fibonacci retracement, Anda tidak perlu melakukannya secara manual karena persentase ini sama di setiap alat Fibonacci. Namun, cara untuk mendapatkannya adalah dengan memulai dari angka Fibonacci. Deret Fibonacci dihasilkan dengan menambahkan jumlah dua angka sebelumnya untuk mendapatkan angka berikutnya. Level-level Fibonacci dalam alat retracement didasarkan pada hubungan matematika antara angka-angka dalam deret ini.

Advertisement

Deret Fibonacci dan Rasio Emas

Deret Fibonacci juga menciptakan rasio emas atau Golden Ratio (0,618% atau 1,618%), yang merupakan proporsi yang sering terjadi dalam alam. Rasio ini ditemukan dalam berbagai fenomena alam dan digunakan dalam seni, desain, dan arsitektur selama berabad-abad.

Cara Menggunakan Fibonacci Retracement

Fibonacci digunakan dengan menghubungkan dua titik harga signifikan, seperti high dan low. Range ini digunakan untuk memetakan level dalam range serta memberikan wawasan tentang level harga penting di luar range tersebut. Alat ini digunakan sesuai dengan tren yang mendasarinya, seperti dalam uptrend atau downtrend, untuk menunjukkan potensi level support atau resistance.

Biasanya, range ini ditarik sesuai dengan tren yang mendasarinya. Jadi, dalam uptrend, titik rendah adalah 1 (atau 100%), sedangkan titik tinggi adalah 0 (0%). Dengan menarik garis Fib retracement di atas uptrend, pedagang mendapatkan gambaran mengenai potensi level support yang dapat diuji jika pasar mulai mengalami retrace – sesuai dengan namanya, retracement.

Sebaliknya, selama downtrend, titik rendah adalah 0 (0%), dan titik tinggi 1 (100%). Perhatikan bahwa karena harga berada dalam downtrend, retracement dalam hal ini mengacu pada retracement dari bawah – jadi, dampaknya adalah bouncing. Di sini, alat Fibonacci dapat memberikan wawasan mengenai potensi level resistance jika pasar mulai bergerak naik.

Informasi yang Diperoleh dari Level Fibonacci

Pedagang dapat menggunakan level Fibonacci untuk menentukan area masuk, target harga, atau titik stop-loss. Strategi dapat bervariasi tergantung pada preferensi individu dan faktor-faktor teknis lainnya. Level Fibonacci juga sering dikombinasikan dengan teori gelombang Elliott untuk memprediksi tingkat retracement pada gelombang tertentu.

Ekstensi Fibonacci

Selain digunakan untuk mengevaluasi retracement, deret Fibonacci juga digunakan untuk menentukan level ekstensi di luar range saat ini. Ini dapat menjadi target perdagangan potensial.

Advertisement

Penutup

Meskipun hubungan antara aksi harga, pola grafik, dan indikator tidak didasarkan pada prinsip ilmiah atau hukum fisik, Fibonacci retracement tetap menjadi alat yang berguna bagi sebagian peserta pasar dalam memetakan area menarik di dalam grafik.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy

Popular