Altcoin News
Regulator AS Mulai Perketat Prediction Market, Polymarket dan Kalshi Terancam?
Regulator Amerika Serikat mulai memperketat pengawasan terhadap industri prediction market yang kini sedang naik daun.
Setelah mencatat lonjakan volume perdagangan sepanjang 2025-2026 dan mencapai puncaknya ketika Piala Dunia 2026, platform seperti Polymarket dan Kalshi kini menghadapi tekanan dari regulator federal maupun pemerintah negara bagian terkait cara mereka menawarkan kontrak prediksi kepada publik.
Salah satu langkah terbaru datang dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang mengeluarkan panduan baru terkait mekanisme peluncuran kontrak prediksi.
Di saat yang sama, sejumlah negara bagian seperti New York juga mulai mengambil langkah hukum terhadap platform prediction market yang dinilai beroperasi tanpa izin sesuai aturan setempat.
CFTC Perketat Proses Peluncuran Kontrak
Pada akhir Juli, Divisi Market Oversight (DMO) CFTC menerbitkan advisory yang meminta operator prediction market tidak lagi menggunakan blanket self-certification, yaitu praktik mengajukan banyak kontrak prediksi sekaligus dalam satu dokumen.
Padahal aturan self-certification mengharuskan setiap kontrak punya:
- Detail spesifik tentang syarat dan ketentuan,
- Logika penyelesaian (settlement) yang jelas,
- Analisis singkat soal kepatuhan terhadap Commodity Exchange Act.
Menurut CFTC, setiap kontrak seharusnya dievaluasi secara individual agar sesuai dengan Commodity Exchange Act, terutama untuk memastikan settlement yang jelas, jenis event, hingga kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
CFTG memberikan contoh tentang case Piala Dunia 2026 kemarin, di mana kontrak untuk semua pertandingan dalam satu turnamen Piala Dunia boleh digabung karena aturannya seragam.
Tapi kontrak untuk turnamen berbeda, misalnya Copa América harus diajukan terpisah, karena masing-masing punya rule set berbeda.
Kebijakan ini diperkirakan dapat memperlambat proses peluncuran ribuan pasar prediksi baru yang selama ini berbasis hype dan event yang menjadi salah satu keunggulan Kalshi maupun Polymarket.
Baca juga: Apa itu Polymarket? Platform Prediksi yang Terintegrasi dengan Google
Gugatan Terus Bermunculan
Selain pengawasan dari regulator, prediction market juga menghadapi tekanan dari pemerintah negara bagian.
Kasus terbaru datang dari New York, di mana Jaksa Agung Letitia James bersama Gubernur Kathy Hochul menggugat Kalshi dengan tuduhan menjalankan operasi perjudian ilegal tanpa lisensi di negara bagian tersebut.
Dalam gugatan tersebut, New York menilai kontrak prediksi yang ditawarkan Kalshi, mulai dari olahraga, budaya, hingga politik, memenuhi definisi perjudian menurut hukum negara bagian karena hasilnya bergantung pada peristiwa yang tidak dapat dikendalikan oleh peserta.
Pemerintah juga menyoroti bahwa Kalshi diduga menerima pengguna berusia 18 tahun, sementara usia minimum untuk taruhan olahraga legal di New York adalah 21 tahun. Menurut otoritas setempat, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kecanduan judi serta kerugian finansial, terutama bagi pengguna muda.
Gugatan tersebut meminta penghentian operasional Kalshi di New York serta menuntut ganti rugi sebesar $36 miliar.
Kalshi membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa mereka merupakan bursa derivatif yang berada di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), sehingga berpendapat pemerintah negara bagian tidak memiliki kewenangan untuk melarang operasionalnya.
Baca juga: Pasar Prediksi Polymarket Angkat Isu Prabowo, Netizen Ramai Bahas
Apa Dampaknya bagi Industri Prediction Market?
Jika aturan baru CFTC diterapkan secara permanen, operator prediction market kemungkinan harus menjalani proses kepatuhan yang lebih ketat sebelum meluncurkan pasar baru.
Hal ini dinilai dapat mengurangi kecepatan munculnya prediksi-prediksi baru yang berbasis hype atau trend, tetapi di sisi lain memberikan kepastian regulasi yang lebih baik bagi industri.
Prediction market menunjukkan bagaimana teknologi blockchain dapat digunakan untuk memperdagangkan kontrak prediksi yang pergerakan harganya mirip seperti saham.
Bagi kamu yang ingin mulai mengenal ekosistem blockchain, berbagai aset kripto dapat dibeli melalui platform resmi yang diawasi OJK seperti Tokocrypto, mulai dari Rp10.000. [Dowload di sini]
Baca juga: Prancis Blokir Polymarket Jelang Final FIFA
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sumber:
Reuters: Trump admin’s proposed prediction market rule faces public pushback. Diakses 4 Agustus 2026
Crypto News: New York sues Kalshi over prediction market gambling. Diakses 4 Agustus 2026
Cryptotimes: CFTC Tells Kalshi, Polymarket to Stop Blanket Contract Filings. Diakses 4 Agustus 2026