Altcoin News

Sinyal Risiko Delisting, ACX, LSK, dan STX Kompak Tertekan

Tim Research Tokocrypto mengatakan, Monitoring Tag merupakan sistem peringatan Binance untuk aset kripto yang dinilai memiliki volatilitas dan risiko lebih tinggi dibanding token lain yang terdaftar di platform tersebut.

Published

on

Tiga altcoin mencatat tekanan harga setelah Binance menambahkan Across Protocol (ACX), Lisk (LSK), dan Stacks (STX) ke dalam daftar Monitoring Tag pada 24 Juli. Penambahan tag ini menandakan bahwa ketiga token tersebut kini berada dalam pengawasan lebih ketat dan memiliki risiko delisting dari Binance.

Tim Research Tokocrypto mengatakan, Monitoring Tag merupakan sistem peringatan Binance untuk aset kripto yang dinilai memiliki volatilitas dan risiko lebih tinggi dibanding token lain yang terdaftar di platform tersebut.

“Meski tidak berarti token akan langsung dihapus, status ini menjadi sinyal bahwa proyek terkait harus memenuhi kriteria listing Binance dalam evaluasi berikutnya,” ujarnya.

Binance menyebut token dengan Monitoring Tag akan dipantau secara berkala. Jika proyek gagal memenuhi standar yang ditetapkan, token tersebut berisiko tidak lagi memenuhi kriteria listing dan dapat dihapus dari platform.

Monitoring Tag Jadi Sinyal Risiko

Dilaporkan BeInCrypto, dalam proses evaluasi, Binance mempertimbangkan sejumlah faktor seperti komitmen tim, aktivitas pengembangan proyek, volume perdagangan, stabilitas jaringan, serta perubahan tokenomics.

Selain itu, indikasi penipuan, kelalaian, atau masalah operasional serius juga dapat menjadi alasan sebuah token masuk ke dalam daftar pengawasan.

Karena Binance merupakan salah satu exchange terbesar di dunia, status Monitoring Tag sering kali langsung memengaruhi sentimen pasar. Trader cenderung lebih berhati-hati terhadap token yang masuk daftar tersebut karena risiko likuiditas dapat meningkat jika delisting benar-benar terjadi.

Namun, perlu dicatat bahwa Monitoring Tag bukan keputusan delisting final. Status ini lebih berfungsi sebagai peringatan bahwa proyek sedang berada di bawah evaluasi ketat.

Baca juga: Mayoritas Altcoin Baru Rugi, Hanya 8 yang Masih Cetak Profit

Harga LSK, ACX, dan STX Turun

Setelah pengumuman Binance, harga ketiga token langsung turun sebelum sebagian kerugian mulai berkurang. Lisk menjadi salah satu yang paling disorot setelah sempat turun ke US$0,074 di Binance, level terendah sepanjang sejarahnya.

Pada saat laporan dibuat, LSK masih melemah sekitar 3,85% dalam sehari. Penurunan ini menunjukkan investor masih merespons negatif status Monitoring Tag, meskipun tekanan jual mulai mereda dari titik terendah intraday.

Across Protocol juga ikut tertekan dan sempat jatuh ke US$0,035, level terlemahnya sejak Maret. Namun, ACX kemudian memangkas sebagian kerugian dan berada dalam penurunan sekitar 1,14% pada saat penulisan.

Stacks mencatat penurunan terdalam di antara ketiganya. STX sempat turun ke US$0,143, level terendah sejak akhir 2020. Pada saat laporan dibuat, STX masih melemah sekitar 7,05%.

Reaksi pasar ini mencerminkan sensitivitas investor terhadap risiko delisting, terutama pada token yang likuiditas dan sentimennya sangat bergantung pada exchange besar seperti Binance.

Riwayat Monitoring Tag Picu Kekhawatiran

Kekhawatiran pasar tidak lepas dari riwayat beberapa token sebelumnya yang akhirnya benar-benar dihapus setelah menerima Monitoring Tag.

Pada Juni 2025, Binance menambahkan Monitoring Tag ke Beefy.Finance (BIFI) dan Measurable Data Token (MDT). Kemudian pada Maret 2026, FunToken (FUN) dan Orchid (OXT) juga menerima tag yang sama.

Keempat token tersebut kemudian dikonfirmasi akan delisting dari Binance pada April 2026, bersama FIO Protocol (FIO) dan Wanchain (WAN).

Riwayat tersebut membuat investor semakin berhati-hati terhadap ACX, LSK, dan STX. Meski Monitoring Tag tidak selalu berujung pada delisting, status ini tetap menjadi peringatan serius bagi proyek dan pemegang token.

Untuk saat ini, tekanan terhadap ACX, LSK, dan STX kemungkinan masih akan bergantung pada respons masing-masing proyek, perkembangan volume perdagangan, serta hasil evaluasi lanjutan dari Binance. Jika proyek dapat menunjukkan aktivitas pengembangan yang kuat dan menjaga likuiditas, risiko dapat berkurang.

Namun, selama status Monitoring Tag masih melekat, ketiga token tersebut kemungkinan tetap menghadapi sentimen negatif dan volatilitas yang lebih tinggi dalam jangka pendek.

Baca juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version