Altcoin News
Standard Chartered Pasang Target AAVE US$3.500
Standard Chartered mulai memberikan coverage untuk Aave (AAVE) dengan target harga US$3.500 pada akhir 2030.
Menurut Tim Research Tokocrypto, meski target Standard Chartered sangat bullish, risikonya tetap signifikan.
Standard Chartered mulai memberikan coverage untuk Aave (AAVE) dengan target harga US$3.500 pada akhir 2030.
Target tersebut mengindikasikan potensi kenaikan hampir 50x dari harga saat ini, sekaligus memperkirakan AAVE dapat mengungguli Bitcoin dan Ethereum dalam periode tersebut.
Namun, proyeksi bullish ini bergantung pada satu asumsi besar: tokenized finance harus benar-benar tumbuh secara masif dan masuk ke DeFi dalam skala besar.
Daftar Isi
DeFi Assets Diproyeksikan Naik 37x
Dilaporkan BeInCrypto, Standard Chartered memperkirakan nilai aset yang aktif di decentralized finance dapat meningkat 37 kali lipat sepanjang dekade ini.
Nilainya diproyeksikan mencapai sekitar US$2,7 triliun pada 2030.
Jika skenario ini terjadi, Aave dinilai dapat menjadi salah satu protokol utama yang menerima aliran deposit dan aktivitas pinjam-meminjam dari aset-aset tokenisasi tersebut.
Aave Disebut sebagai On-Chain Bank
Geoff Kendrick, Global Head of Digital Assets Research Standard Chartered, menggambarkan Aave sebagai on-chain bank yang berjalan tanpa staf dan tanpa downtime.
Narasi ini menjadi salah satu alasan mengapa bank tersebut melihat potensi jangka panjang yang besar pada AAVE.
Target US$3.500 bahkan berada lebih dari lima kali di atas all-time high AAVE sekitar US$662 yang tercapai pada Mei 2021.
Luka dari Insiden April Mulai Mereda
Meski outlook jangka panjangnya bullish, Aave masih membawa dampak dari insiden besar pada April.
Saat itu, attacker yang dikaitkan dengan Lazarus Group dari Korea Utara mencuri sekitar US$292 juta dari KelpDAO melalui cross-chain bridge exploit.
Karena posisi yang dicuri berkaitan dengan rsETH-backed assets di berbagai protokol DeFi, dampaknya menyebar ke platform lending seperti Aave dan menekan market share protokol tersebut.
Deposit Aave Turun dari Puncak 2025
Deposit Aave saat ini turun ke sekitar US$12 miliar, jauh dari puncak 2025 yang sempat berada di atas US$30 miliar.
Namun, Kendrick menilai fase terburuk sudah lewat.
Menurutnya, harga aset digital masih memiliki ruang kenaikan signifikan hingga akhir tahun, dan Aave telah bergerak melewati tekanan dari insiden April.
Baca juga: HEI Menguat Tajam 44% di Tengah Pasar yang Datar
Jalur Menuju US$180 dan US$3.500
Standard Chartered memetakan kenaikan AAVE menuju US$180 pada 2026 sebagai langkah awal menuju target US$3.500 pada 2030.
Saat laporan tersebut dibuat, AAVE diperdagangkan di sekitar US$76.
Proyeksi ini juga sejalan dengan pandangan bullish Standard Chartered terhadap sektor DeFi lain seperti Uniswap, serta target jangka panjang Ethereum di US$40.000 pada 2030.
Tokenized Finance Jadi Taruhan Besar
Faktor utama dalam tesis bullish Aave adalah pertumbuhan real-world assets atau RWA.
Melalui pasar RWA permissioned, Aave memungkinkan institusi yang telah disetujui untuk menggunakan tokenized assets sebagai collateral dan meminjam stablecoin terhadap aset tersebut.
Model ini dapat membuka jalan bagi institusi keuangan tradisional untuk menggunakan infrastruktur DeFi dalam aktivitas pembiayaan on-chain.
VanEck, WisdomTree, dan mGLOBAL Masuk ke Ekosistem
Beberapa institusi besar seperti VanEck dan WisdomTree disebut sudah menjadi early backers dalam ekosistem RWA Aave.
Tambahan terbaru adalah mGLOBAL, token dari Midas yang melacak strategi private credit Fasanara Capital.
Fasanara Capital sendiri mengelola lebih dari US$6 miliar, sementara Midas menyebut US$17,1 juta sudah disuplai terhadap token tersebut pada hari pertama.
RWA Disebut Peluang Terbesar Aave
Founder Aave, Stani Kulechov, menyebut RWA sebagai peluang terbesar bagi protokol tersebut.
Menurutnya, mGLOBAL menjadi langkah lain untuk memperluas Aave ke pasar receivables finance.
Jika tokenisasi real-world assets terus berkembang, Aave bisa mendapat manfaat dari peningkatan deposit, permintaan pinjaman stablecoin, dan aktivitas institusional.
USDT Deposit Mulai Kembali ke Aave
Menurut Tim Research Tokocrypto, selain RWA, pasar stablecoin juga menunjukkan tanda pemulihan.
“Deposit USDT di Aave Ethereum core market mendekati US$3 miliar, dengan Kulechov menyebut bahwa saldo USDT mulai kembali mengalir ke Aave,” ucapnya.
Kembalinya deposit stablecoin menjadi sinyal penting karena likuiditas stablecoin adalah salah satu sumber utama aktivitas lending di DeFi.
Aave V4 Tembus US$200 Juta Deposit
Aave V4 juga mulai menunjukkan perkembangan.
Menurut Grayscale, Aave V4 yang dirancang untuk menggabungkan liquidity pool telah melewati US$200 juta deposit dalam tiga bulan.
Jika V4 mampu meningkatkan efisiensi likuiditas, Aave dapat lebih siap menangkap peluang dari tokenized assets dan securities finance on-chain.
Pasar Repo AS Jadi Gambaran Peluang
Ukuran pasar tradisional yang ingin disentuh DeFi sangat besar.
Pasar repo AS saja memiliki sekitar US$12,6 triliun daily exposures menurut riset federal.
Angka ini menunjukkan besarnya peluang jika sebagian infrastruktur securities finance mulai bergerak on-chain melalui protokol seperti Aave.
Risiko Masih Besar
Meski target Standard Chartered sangat bullish, risikonya tetap signifikan.
Kendrick menyebut upside AAVE sangat bergantung pada dua faktor utama: dimulainya kembali program token buyback Aave dan hubungan yang lebih dalam dengan traditional finance.
Kedua hal tersebut belum pasti terjadi. Selain itu, regulasi yang lebih ketat dapat memperlambat adopsi institusional terhadap DeFi dan tokenized assets.
Baca juga: Kolaborasi DRX dan Tokocrypto: Mengulik Adopsi Web3 di Yogyakarta
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
