Crypto

Standard Chartered: Prediksi Ethereum Bisa Naik 20x ke US$40.000

Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah harganya turun di bawah US$2.000 untuk pertama kalinya sejak akhir Maret.
Tim Research Tokocrypto melihat salah satu kritik utama terhadap Ethereum saat ini adalah apakah nilai benar-benar mengalir ke ETH.

Published

on

Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah harganya turun di bawah US$2.000 untuk pertama kalinya sejak akhir Maret. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan besar pada pasar altcoin dan melemahnya rasio ETH/BTC ke level terendah lima tahun di sekitar 0,027.

Meski harga ETH melemah tajam, Standard Chartered tetap mempertahankan target bullish jangka panjang. Bank tersebut masih memproyeksikan ETH mencapai US$4.000 pada akhir 2026 dan US$40.000 pada akhir 2030.

Standard Chartered Samakan ETH dengan Amazon 2001

Dikutip BeInCrypto, Geoff Kendrick, Global Head of Digital Assets Research Standard Chartered, membandingkan kondisi Ethereum saat ini dengan Amazon pada masa pecahnya dot-com bubble tahun 2001.

Menurut Kendrick, harga token ETH sedang tertekan, tetapi metrik internal jaringan Ethereum masih terus membaik. Ia menilai situasi ini mirip dengan Amazon ketika harga sahamnya jatuh drastis, sementara metrik bisnis perusahaan justru terus tumbuh.

Kendrick menggunakan analogi Jeff Bezos yang pernah mengatakan bahwa saham bukanlah perusahaan, dan perusahaan bukanlah saham. Dengan kata lain, penurunan harga jangka pendek tidak selalu mencerminkan kerusakan fundamental jangka panjang.

Target ETH US$40.000 Masih Dipertahankan

Standard Chartered tetap melihat Ethereum sebagai jaringan utama untuk stablecoin dan tokenized real-world assets. Kendrick memperkirakan kapitalisasi pasar stablecoin akan naik enam kali lipat pada akhir 2028.

Ia juga memproyeksikan pasar tokenized real-world assets dapat tumbuh 50 kali lipat dalam periode yang sama. Dalam skenario tersebut, Ethereum diperkirakan dapat menjadi rumah bagi 50% hingga 65% dari kedua sektor tersebut.

Jika asumsi ini terwujud, permintaan terhadap Ethereum dapat meningkat signifikan dan mendukung target harga US$40.000 pada 2030.

Metrik Jaringan Masih Kuat

Kendrick menyoroti bahwa transaction count dan total value locked Ethereum dalam denominasi ETH berada dekat rekor tertinggi. Ini menunjukkan bahwa aktivitas jaringan masih kuat meskipun harga token turun.

Namun, pasar saat ini masih mempertanyakan apakah aktivitas jaringan tersebut benar-benar dapat diterjemahkan menjadi value capture untuk ETH sebagai aset.

Inilah inti perdebatan utama: Ethereum sebagai jaringan mungkin tetap kuat, tetapi apakah token ETH akan menangkap nilai dari pertumbuhan tersebut?

Retail Mulai Buy the Dip

Penurunan ETH di bawah US$2.000 memicu gelombang “buy the dip” dari investor ritel. Data Santiment menunjukkan bahwa seruan beli dari ritel meningkat tajam setelah ETH menembus level psikologis tersebut.

Namun, Santiment memperingatkan bahwa kondisi seperti ini sering menjadi sinyal kontrarian. Ketika crowd terlalu optimistis saat harga turun, pasar kadang masih memiliki ruang untuk melemah lebih lanjut.

Dengan kata lain, euforia ritel untuk membeli ETH di bawah US$2.000 belum tentu langsung menjadi tanda bottom.

Institusi Justru Bergerak Sebaliknya

Sementara ritel mulai membeli, arus institusional disebut bergerak ke arah sebaliknya. Ini memperlihatkan adanya perbedaan besar antara perilaku investor kecil dan investor besar.

Ritel melihat penurunan sebagai peluang diskon, sementara institusi tampaknya masih berhati-hati terhadap risiko makro, tekanan likuiditas, dan lemahnya momentum ETH terhadap Bitcoin.

Perbedaan ini membuat pergerakan ETH dalam jangka pendek masih rawan volatilitas.

Polymarket Lihat Risiko ETH di Bawah US$1.500

Pasar prediksi Polymarket kini memberi probabilitas 54% bahwa Ethereum akan menutup tahun di bawah US$1.500. Pasar ini telah mencatat volume perdagangan sekitar US$6,4 juta.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian trader masih cukup bearish terhadap prospek ETH hingga akhir tahun.

Namun, pasar prediksi bukan kepastian. Probabilitas dapat berubah cepat jika ETH kembali merebut level US$2.000, arus ETF membaik, atau sentimen makro berubah lebih risk-on.

Short Position Mulai Menumpuk

Meski tekanan bearish masih kuat, positioning short juga mulai terlihat padat. Rising open interest dan positive funding rates menciptakan potensi short squeeze sekitar US$2 miliar.

Risiko squeeze akan meningkat jika ETH berhasil merebut kembali level US$2.000. Dalam kondisi itu, trader short dapat dipaksa menutup posisi, yang berpotensi mempercepat kenaikan harga.

Karena itu, level US$2.000 kini menjadi area teknikal dan psikologis yang sangat penting.

Baca Juga: Standard Chartered: XRP Berpotensi Salip Ethereum pada 2028

Tantangan Besar: Value Capture ETH

Tim Research Tokocrypto melihat salah satu kritik utama terhadap Ethereum saat ini adalah apakah nilai benar-benar mengalir ke ETH. Beberapa bull lama seperti Co-founder Bankless, David Hoffman, mulai berargumen bahwa value lebih banyak mengalir ke aplikasi dan Layer-2, bukan langsung ke ETH.

“Ini menjadi tantangan besar bagi tesis Standard Chartered. Jika aktivitas stablecoin, DeFi, dan RWA tumbuh tetapi nilai ekonominya lebih banyak ditangkap oleh aplikasi atau L2, dampaknya terhadap harga ETH bisa lebih terbatas,” katanya.

Ethereum perlu membuktikan bahwa pertumbuhan ekosistem tetap menghasilkan permintaan langsung terhadap ETH.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 28 Mei 2026. Sumber: Tokocrypto.

Outlook ETH Masih Terbelah

Prospek Ethereum saat ini sangat terbelah. Di satu sisi, Standard Chartered melihat penurunan ETH sebagai peluang jangka panjang dan tetap mempertahankan target US$40.000 pada 2030.

Di sisi lain, pasar jangka pendek masih bearish. ETH berada di bawah US$2.000, rasio ETH/BTC melemah, Polymarket memberi peluang besar ETH turun di bawah US$1.500, dan institusi belum terlihat agresif membeli.

Ethereum Butuh Reclaim US$2.000

Untuk memperbaiki struktur jangka pendek, ETH perlu kembali menembus dan bertahan di atas US$2.000. Jika berhasil, potensi short squeeze dapat membantu mendorong pemulihan lebih cepat.

Namun, jika ETH gagal merebut level tersebut, tekanan menuju US$1.500 dapat semakin kuat, terutama jika sentimen makro dan aliran institusional tetap negatif.

Untuk jangka panjang, tesis bullish Ethereum masih bergantung pada pertumbuhan stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata, dan kemampuan ETH menangkap nilai dari aktivitas jaringan. Standard Chartered masih melihat potensi besar, tetapi pasar saat ini meminta bukti yang lebih konkret.

Baca Juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version