Altcoin News

Starship Siap Terbang 22 September, SPCXB Naik 4,14% Usai Terobosan SEC

SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) mencatat kenaikan 4,14% dalam 24 jam ke US$153,44, berdasarkan data pasar yang digunakan.

Published

on

SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) menguat 4,14% ke US$153,44 dalam 24 jam. Selain sentimen positif dari aturan baru SEC untuk saham tokenisasi, kenaikan mendapat dukungan langsung dari rally saham SpaceX menjelang penerbangan Starship ke-14 pada 22 September.

SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) mencatat kenaikan 4,14% dalam 24 jam ke US$153,44, berdasarkan data pasar yang digunakan.

Penguatan tersebut jauh mengungguli pasar secara umum yang hanya bergerak naik moderat. Namun, pergerakan SPCXB kali ini memiliki katalis yang lebih kuat daripada sekadar momentum saham tokenisasi.

Saham SpaceX (NASDAQ: SPCX) melonjak sekitar 5,2% pada 16 September, setelah sebelumnya turun lebih dari 3%. Pada perdagangan sebelum pembukaan 17 September, saham tersebut kembali naik sekitar 1,5% ke US$153,08.

Harga tersebut sangat dekat dengan SPCXB di US$153,44, menunjukkan saham tokenisasi bergerak relatif selaras dengan saham acuannya.

Starship Flight 14 Jadi Katalis Utama SpaceX

Perhatian investor tertuju pada penerbangan uji Starship ke-14 yang ditargetkan berlangsung pada 22 September 2026.

Misi tersebut menjadi salah satu pengujian paling ambisius Starship sejauh ini. Wahana tersebut ditargetkan memasuki orbit stabil Bumi, menyelesaikan enam putaran selama sekitar 10 jam, kemudian melakukan pendaratan di Samudra Pasifik.

Starship juga dijadwalkan membawa 26 satelit Starlink V3 operasional.

Langkah ini penting karena bukan lagi sekadar pengujian roket. Starship mulai digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis Starlink secara langsung.

Setiap satelit V3 dirancang memiliki kapasitas jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga keberhasilan misi dapat membantu SpaceX mempercepat peningkatan kapasitas jaringan internet satelitnya.

Pasar merespons positif kabar tersebut. Saham SpaceX sempat menguat sekitar 5,7% ke US$151,67 setelah jadwal misi diumumkan.

Baca juga: Apa Itu $MSTR, Saham dari MicroStrategy?

Starship Jadi Fondasi Ekspansi SpaceX

Keberhasilan Starship memiliki dampak jauh lebih besar daripada satu peluncuran.

Roket tersebut dirancang untuk digunakan kembali dan membawa muatan yang jauh lebih besar dibandingkan Falcon 9.

Jika SpaceX berhasil menurunkan biaya peluncuran secara signifikan, perusahaan dapat mempercepat penyebaran Starlink sekaligus membuka peluang untuk berbagai proyek baru yang membutuhkan kapasitas angkut besar.

SpaceX juga sedang mengembangkan konsep Starmind, jaringan satelit untuk komputasi AI yang direncanakan mulai diluncurkan menggunakan Starship pada 2027.

CFO SpaceX Bret Johnsen sebelumnya mengatakan bisnis AI perusahaan berkembang sangat cepat. SpaceX menargetkan pendapatan berulang tahunan dari bisnis tersebut dapat mencapai sekitar US$100 miliar pada akhir 2026, didukung antara lain oleh kontrak komputasi sekitar US$1,11 miliar per bulan dengan pelanggan yang belum diungkap.

Dengan demikian, Starship mulai menjadi penghubung antara tiga cerita besar SpaceX: peluncuran, Starlink, dan infrastruktur AI.

SEC Buka Jalan Saham Tokenisasi di AS

Katalis tambahan datang dari Securities and Exchange Commission AS.

Pada 17 September, SEC mengumumkan Innovation Exemption yang memberikan pengecualian bersyarat selama lima tahun bagi jenis platform tertentu untuk memfasilitasi perdagangan saham AS yang ditokenisasi menggunakan sistem perdagangan berbasis blockchain.

Kerangka tersebut memungkinkan Tokenized Securities Venues tertentu menggunakan mekanisme pembentukan likuiditas otomatis tanpa harus diperlakukan sepenuhnya sebagai bursa tradisional, selama memenuhi sejumlah ketentuan regulator.

Kebijakan tersebut berlaku segera dan menjadi langkah penting karena memberikan jalur yang lebih jelas bagi perdagangan saham tokenisasi di pasar AS.

Namun, SEC sebelumnya juga menegaskan bahwa struktur sekuritas tokenisasi dapat berbeda-beda. Ada produk yang diterbitkan perusahaan sendiri dan ada pula yang diterbitkan pihak ketiga, dengan hak hukum pemegang yang tidak selalu sama.

Innovation Exemption Tidak Otomatis Berlaku untuk SPCXB

Meski positif bagi sektor, aturan baru SEC tidak berarti SPCXB otomatis mendapatkan izin untuk diperdagangkan di Amerika Serikat.

SPCXB merupakan produk bStocks yang memiliki struktur penerbit, aturan distribusi, dan yurisdiksi tersendiri.

Binance menyatakan bStocks tersedia berdasarkan prospektus yang disetujui Abu Dhabi Global Market dan hanya dapat digunakan oleh pengguna yang memenuhi ketentuan di yurisdiksi yang diizinkan.

Karena itu, dampak Innovation Exemption terhadap SPCXB saat ini lebih tepat dibaca sebagai peningkatan legitimasi dan sentimen terhadap industri saham tokenisasi, bukan perubahan langsung terhadap status hukum produk tersebut.

Utilitas Saham Tokenisasi Terus Bertambah

Perkembangan sektornya sendiri memang masih kuat.

Binance Research mencatat kapitalisasi pasar aktif saham tokenisasi telah meningkat 314% sejak awal 2026 menjadi sekitar US$4 miliar per 9 September.

Volume perdagangan bulanan juga melonjak dari US$237 juta pada Januari menjadi US$7,9 miliar pada Agustus.

Penggunaannya juga mulai meluas.

Nilai saham tokenisasi yang aktif digunakan dalam aplikasi keuangan berbasis blockchain meningkat dari sekitar US$21,6 juta menjadi US$289,1 juta sejak awal tahun. Selain diperdagangkan, saham tokenisasi mulai digunakan sebagai agunan dan sumber likuiditas.

Pada bStocks, rasio pinjaman terhadap aset yang disimpan sebagai agunan naik dari 5,5% pada akhir Juni menjadi 46,2% pada 10 September.

Binance juga terus menambah saham tokenisasi sebagai aset agunan dalam Cross Margin dan Portfolio Margin bagi pengguna yang memenuhi ketentuan.

Perkembangan tersebut memberikan lapisan dukungan tambahan terhadap produk seperti SPCXB.

US$150 Jadi Area Penopang Penting

Dari sisi pergerakan harga jangka pendek, US$150 menjadi area penopang utama SPCXB.

Level tersebut juga dekat dengan harga saham SpaceX terbaru. Saham SPCX ditutup sekitar US$150,88 pada 16 September dan kemudian naik menuju US$153 dalam perdagangan berikutnya.

Selama SPCXB mampu mempertahankan posisi di atas US$150, peluang untuk menguji US$160 masih terbuka.

Area tersebut dapat menjadi level psikologis berikutnya jika saham SpaceX mempertahankan momentum menjelang Starship Flight 14.

Sebaliknya, penurunan kembali di bawah US$150 dapat membawa harga memasuki fase konsolidasi dan menguji area sekitar US$145.

Volume perdagangan SPCXB yang mencapai sekitar US$62,5 juta berdasarkan data yang digunakan juga perlu dipantau. Volume yang tetap tinggi dapat menunjukkan aktivitas pasar masih kuat, tetapi volume transaksi sendiri tidak cukup untuk membuktikan adanya arus modal bersih masuk.

22 September Jadi Ujian Berikutnya

Dalam jangka pendek, perhatian berikutnya akan tertuju pada Starship Flight 14 pada 22 September.

Misi tersebut jauh lebih relevan bagi fundamental SpaceX dibandingkan perkembangan pasar kripto.

Keberhasilan memasuki orbit stabil dan mengerahkan Starlink V3 dapat memperkuat keyakinan investor bahwa Starship semakin dekat menuju penggunaan komersial berskala besar.

Sebaliknya, penundaan atau masalah teknis dapat kembali meningkatkan volatilitas saham SpaceX dan SPCXB.

Secara keseluruhan, prospek SPCXB masih cenderung positif tetapi volatil.

Kenaikan 4,14% kali ini didukung oleh dua katalis sekaligus: saham SpaceX yang rally menjelang penerbangan Starship ke-14 serta Innovation Exemption SEC yang meningkatkan legitimasi industri saham tokenisasi di AS.

Namun, faktor yang paling menentukan bagi SPCXB tetap saham SpaceX. Dengan harga keduanya kini hampir sama, keberhasilan misi Starship pada 22 September berpotensi menjadi katalis berikutnya untuk menguji area US$160.

Baca juga:  Apakah Beli Saham di Tokocrypto Dapat Dividen? Ini Jawabannya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version